batampos - Dewan Pimpinan Cabang Ikatan Perusahaan Industri Kapal dan Lepas Pantai Indonesia (DPC IPERINDO) Kepulauan Riau mulai mempersiapkan pelaku industri maritim menghadapi penerapan kebijakan carbon tax oleh International Maritime Organization (IMO) yang dijadwalkan berlaku pada 2027.
Persiapan tersebut dilakukan melalui penyelenggaraan 9th Indonesia Marine & Offshore Expo (IMOX) 2026 yang akan berlangsung di Batam.
Dalam pameran yang digelar pada 5–7 Agustus 2026 di Radisson Golf & Convention Center Batam, IPERINDO menghadirkan pavilion khusus di Booth 54 dan 55 sebagai pusat berbagi informasi, teknologi, dan solusi bagi industri perkapalan menuju target Net Zero Emission 2050.
Sebanyak 12 perusahaan anggota dan mitra akan berpartisipasi dengan menampilkan berbagai inovasi dan teknologi pendukung industri maritim rendah emisi.
Sekretaris DPC IPERINDO Kepri, Mariati Bangun, yang dijadwalkan menjadi salah satu narasumber seminar di pavilion tersebut, mengatakan kegiatan ini diharapkan menjadi ruang kolaborasi bagi seluruh pemangku kepentingan di sektor maritim.
“Kami ingin Pavilion IPERINDO ini menjadi rumah bersama. Tempat pemilik kapal menyampaikan kebutuhan, galangan mencari teknologi, hingga lembaga keuangan melihat peluang pembiayaan. Tahun 2027 sudah di depan mata sehingga semua pihak harus mulai bersiap,” ujarnya.
Baca Juga: Donor Darah HUT Bank Mandiri Diserbu Warga, Target Terlampaui
Menurut Mariati, perusahaan yang bergabung berasal dari berbagai sektor, mulai dari galangan kapal, konstruksi baja, teknologi energi, sistem kelistrikan kapal, pemantauan lingkungan, produk kimia maritim, kabel kapal, fabrikasi baja, kontraktor kelautan, jasa asuransi, hingga pemasok perlengkapan kapal.
Keberagaman peserta tersebut diharapkan mampu memberikan gambaran menyeluruh mengenai ekosistem industri maritim yang tengah bertransformasi menuju teknologi yang lebih ramah lingkungan.
Ia menyebut tantangan terbesar saat ini adalah mendorong lebih dari 250 galangan kapal di Indonesia agar mampu beradaptasi dengan teknologi rendah emisi tanpa membebani biaya operasional pemilik kapal.
Karena itu, berbagai alternatif solusi akan dipaparkan selama pameran berlangsung, termasuk pemanfaatan teknologi berbasis LNG, sistem baterai, hingga skema pembiayaan yang dapat mendukung proses transisi industri.
“Di Booth 54 dan 55 nanti kita akan membahas bersama teknologi berbasis LNG, sistem baterai, hingga skema pembiayaan yang memungkinkan proses transisi berjalan lebih ringan. Semua pelaku industri dipersilakan datang dan berdiskusi untuk mencari jalan keluar bersama,” katanya.
Penyelenggara memastikan IMOX 2026 terbuka bagi masyarakat maupun pelaku industri tanpa dipungut biaya masuk.
Melalui pameran dan seminar tersebut, IPERINDO Kepri berharap Batam semakin memperkuat posisinya sebagai pusat industri maritim nasional yang siap menghadapi era pelayaran rendah emisi sekaligus memenuhi tuntutan regulasi internasional yang semakin ketat. (*)
Editor : Yofi Yuhendri