DBMSDA Batam Intensifkan Normalisasi Drainase, Atasi Titik Rawan Genangan

Antara • Dipublikasikan Selasa, 4 Agustus 2026 | 20:01 WIB
Illustrasi - Suasana hujan dan genangan air di jalan raya Laluan Madani di Batam, Kepri. ANTARA/Amandine Nadja
Illustrasi - Suasana hujan dan genangan air di jalan raya Laluan Madani di Batam, Kepri. ANTARA/Amandine Nadja

batampos – Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA) Kota Batam mengintensifkan normalisasi dan pembersihan drainase di sejumlah titik rawan genangan. Langkah ini dilakukan untuk meningkatkan keselamatan pengguna jalan sekaligus menindaklanjuti keluhan masyarakat.

Kepala DBMSDA Kota Batam, Metra Dinata, mengatakan normalisasi drainase di Jalan S. Parman, depan Ruko Permata Piayu, telah rampung dalam satu hari setelah petugas menemukan penyumbatan akibat tumpukan sampah dan sedimentasi.

"Normalisasi di Piayu sudah selesai dikerjakan dalam satu hari," ujar Metra, Selasa (4/8).

Sebelumnya, warga mengeluhkan genangan air yang cukup lama terjadi di Jalan S. Parman, Piayu Laut. Kondisi tersebut membuat badan jalan selalu basah, licin, dan ditumbuhi lumut sehingga membahayakan pengendara.

Baca Juga: Dijambret di Batamindo, Korban Ceritakan Detik-detik Perampasan 2 Ponsel

Selain di Piayu, DBMSDA juga telah melakukan normalisasi drainase di kawasan Dana Graha, saluran belakang Baloi Ditpam hingga Simpang Awal Bros, drainase Tiban Centre, serta kolam retensi Kodim Batuaji. Pembersihan di sejumlah lokasi lain juga dilakukan secara bertahap.

Metra menjelaskan, hasil pembersihan di Piayu menunjukkan penyebab utama genangan adalah tumpukan sampah yang bercampur dengan endapan lumpur sehingga mempersempit saluran drainase.

"Dari hasil pembersihan ditemukan banyak sampah yang menyumbat aliran drainase. Sebagian besar berasal dari kebiasaan membuang sampah sembarangan ke dalam saluran," katanya.

Menurut dia, sedimentasi turut memperburuk kondisi karena endapan tanah dan material yang terbawa aliran air terus menumpuk di dasar saluran. Ketika bercampur dengan sampah rumah tangga maupun plastik, kapasitas drainase berkurang dan aliran air menjadi terhambat, terutama saat hujan.

Baca Juga: Sekolah di Batam Sambut Putusan MK Pisahkan Anggaran MBG

DBMSDA, lanjut Metra, akan terus melakukan pemeliharaan rutin melalui normalisasi dan pembersihan drainase. Namun, upaya tersebut membutuhkan dukungan masyarakat dengan tidak membuang sampah ke saluran air.

"Petugas bisa membersihkan saluran, tetapi jika kebiasaan membuang sampah ke drainase masih terus dilakukan, penyumbatan akan kembali terjadi. Karena itu, kami mengajak masyarakat bersama-sama menjaga kebersihan lingkungan," ujarnya.

Ia juga mengapresiasi partisipasi masyarakat yang aktif melaporkan titik-titik genangan sehingga pemerintah dapat melakukan penanganan lebih cepat.

"Saluran air yang bersih merupakan tanggung jawab bersama demi menciptakan lingkungan yang sehat, nyaman, dan bebas banjir. Terima kasih atas partisipasi dan laporan masyarakat," tutupnya. (*)

Editor : Jamil Qasim
DBMSDA Batam normalisasi drainase