Penumpang Trans Batam Keluhkan Sulit Menyeberang di Legenda, Dishub Usulkan Halte Baru dan JPO

Muhammad Syahban • Dipublikasikan Selasa, 4 Agustus 2026 | 20:31 WIB
Coretan vandalisme memenuhi dinding halte Trans Batam di seberang Mall Panbil. Halte tersebut tetap digunakan warga untuk menunggu bus meski kondisinya kurang terawat, Selasa (4/8). Foto: M. Sya’ban/Batam Pos
Coretan vandalisme memenuhi dinding halte Trans Batam di seberang Mall Panbil. Halte tersebut tetap digunakan warga untuk menunggu bus meski kondisinya kurang terawat, Selasa (4/8). Foto: M. Sya’ban/Batam Pos

batampos – Perjalanan menggunakan Bus Trans Batam dari Terminal Punggur menuju kawasan Legenda Malaka dinilai cukup nyaman. Armada berpendingin udara, pembayaran dapat dilakukan secara nontunai melalui QRIS, dan tarif khusus pelajar lebih terjangkau dibanding penumpang umum.

Namun, kenyamanan itu berakhir ketika penumpang turun di depan kawasan Legenda Malaka. Hingga kini, lokasi tersebut belum dilengkapi halte, sementara penumpang harus menyeberangi Jalan Jenderal Sudirman yang menjadi jalur utama kendaraan dari arah Nongsa menuju Batam Centre.

Arus lalu lintas yang padat dan kecepatan kendaraan yang tinggi membuat aktivitas menyeberang dinilai berisiko, terutama pada jam sibuk.

Baca Juga: Paspor Simpatik Diserbu Pemohon, Imigrasi Batam Layani 72 Permohonan Sehari

Salah seorang pengguna Trans Batam, Muhammad Nur, mengaku kerap kesulitan menyeberang jalan setiap kali turun di kawasan tersebut.

"Kalau jam berangkat dan pulang kerja, bisa sampai satu jam belum tentu dapat kesempatan menyeberang. Kendaraan melaju sangat kencang, sehingga sangat berbahaya," ujarnya.

Menurutnya, kondisi itu tidak hanya dialami dirinya, tetapi juga pelajar, pekerja, dan masyarakat yang setiap hari menggunakan layanan Trans Batam. Ia menilai kawasan Legenda Malaka sudah layak memiliki Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) mengingat tingginya aktivitas naik turun penumpang.

Baca Juga: Gadai Mobil Rental, Carolein Dituntut Tiga Tahun Penjara

Menanggapi keluhan tersebut, Kepala UPTD Pelayanan Jasa Transportasi Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Batam, Bambang Sucipto, mengakui kawasan Legenda Malaka merupakan salah satu titik dengan jumlah penumpang Trans Batam yang cukup tinggi.

Karena itu, Dishub Batam telah mengusulkan pembangunan satu halte baru di lokasi tersebut pada tahun depan.

"Tahun depan kami mengusulkan pembangunan satu halte di Legenda Malaka karena aktivitas penumpangnya cukup ramai," kata Bambang, Selasa (4/8).

Menurutnya, pembangunan halte menjadi langkah awal untuk meningkatkan kenyamanan sekaligus keselamatan pengguna transportasi umum.

Sementara itu, rencana pembangunan Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) masih dalam tahap pembahasan dan menjadi kewenangan BP Batam.

"JPO masih sebatas rencana. Pembahasannya sudah dilakukan bersama BP Batam melalui Deputi Infrastruktur," ujarnya.

Selama JPO belum terealisasi, Dishub berencana melengkapi lokasi tersebut dengan fasilitas keselamatan seperti zebra cross, marka kejut, dan rambu-rambu peringatan agar pengendara mengurangi kecepatan saat melintas.

"Kalau JPO belum ada, minimal kita lengkapi dulu dengan zebra cross, marka kejut, dan rambu peringatan agar pengguna jalan lebih waspada," katanya.

Bambang menambahkan, penambahan halte Trans Batam akan dilakukan secara bertahap sesuai kebutuhan dan kemampuan anggaran. Pada 2027, Dishub merencanakan pembangunan sekitar 10 halte baru di sejumlah koridor Trans Batam.

Selain Legenda Malaka, halte juga akan dibangun kembali di depan Rumah Sakit Awal Bros Casablanca setelah halte sebelumnya dibongkar.

"Lokasi yang dipilih merupakan titik dengan aktivitas penumpang tinggi. Untuk titik lainnya masih dalam tahap perencanaan," jelasnya.

Sementara itu, usulan pembangunan halte di kawasan Punggur belum menjadi prioritas karena proyek pelebaran Jalan Punggur masih berlangsung.

"Pelebaran jalan di Punggur belum selesai dan masih berpotensi bertambah lajur. Kami memilih membangun halte di ruas jalan yang pekerjaannya sudah tuntas agar tidak perlu dibongkar kembali," tutup Bambang. (*)

Editor : Jamil Qasim
Penumpang Trans Batam Dishub Usulkan Halte Baru