Polda Kepri: Narasi Demo Besar Agustus di Medsos Hoaks

Jamaluddin Lobang • Dipublikasikan Rabu, 5 Agustus 2026 | 12:49 WIB
Kabid Humas Polda Kepri Kombes Nona Pricillia Ohei. F Yashinta/Batam Pos
Kabid Humas Polda Kepri Kombes Nona Pricillia Ohei. F Yashinta/Batam Pos

 
batampos - Video demonstrasi mahasiswa yang merupakan rekaman lama kembali beredar di media sosial pada akhir Juli hingga awal Agustus 2026. Sejumlah akun mengunggah ulang video tersebut dengan narasi seolah-olah terjadi demonstrasi besar yang tidak diberitakan media dan akan kembali berlangsung pada Agustus 2026.

Narasi yang menyertai unggahan itu antara lain berbunyi, “Demo sebesar ini enggak diliput media?”, “Demo chaos begini, media lokal pada bungkam”, hingga “Demo rame di luar, tapi hilang pemberitaan di media arus utama.”

Namun, rekaman tersebut bukan merupakan peristiwa baru. Sebagian video dan foto merupakan dokumentasi aksi demonstrasi mahasiswa Universitas Indonesia di kawasan Bundaran Hotel Indonesia pada 12 Juni 2026.

Konten lain yang turut beredar memperlihatkan pemasangan pagar di sejumlah pusat perbelanjaan di Jakarta dan Surabaya. Pemasangan pagar tersebut sempat menjadi perhatian publik, termasuk setelah Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung meminta sejumlah pengelola mal di Jakarta mencopot pagar tersebut.

Di tengah maraknya penyebaran konten tersebut, Direktorat Reserse Siber Polda Metro Jaya menangkap seorang perempuan berinisial DM (45) di Ciamis, Jawa Barat. Perempuan itu diduga menyebarkan informasi tidak benar terkait ajakan mengikuti aksi besar pada Agustus.

Baca Juga: Kapolsek Lubuk Baja Dilaporkan ke Propam Polri

Penangkapan dilakukan setelah polisi menemukan unggahan yang dinilai memuat informasi palsu mengenai rencana demonstrasi melalui patroli siber.

Kabid Humas Polda Kepri Kombes Pol Nona Pricillia Hoei mengatakan informasi mengenai adanya aksi besar pada Agustus yang beredar di media sosial telah diklarifikasi. Berdasarkan hasil pemantauan dan koordinasi aparat, hingga kini belum ada informasi mengenai rencana demonstrasi besar di Kepulauan Riau maupun Batam.

“Jadi informasi itu adalah hoaks,” kata Nona kepada Batam Pos, Rabu (5/8/2026)

Menurut dia, Polda Kepri telah menyiapkan tim untuk memantau perkembangan situasi di seluruh wilayah Kepri. Pemantauan dilakukan baik secara langsung di lapangan maupun melalui patroli siber.

Media sosial menjadi salah satu fokus pengawasan untuk mendeteksi informasi yang berpotensi menimbulkan keresahan. Jika ditemukan konten yang mencurigakan, polisi akan melakukan verifikasi dan pendalaman sebelum mengambil langkah lebih lanjut.

“Semua media sosial termonitor oleh tim yang ada. Kalau ada pemberitaan yang memunculkan informasi tidak baik atau negatif, akan dilakukan pengecekan dan pendalaman oleh tim siber,” ujarnya.

Nona mengingatkan masyarakat agar tidak sembarangan mengunggah maupun menyebarkan informasi yang belum terverifikasi. Menurutnya, penyebaran informasi palsu tidak hanya dapat menimbulkan keresahan, tetapi juga berpotensi berujung pada proses hukum.

“Jangan menyebarkan informasi yang belum terverifikasi, apalagi berita hoaks, karena semua itu dapat berimplikasi pada penegakan hukum,” katanya.

Ia memastikan hingga Rabu (5/8/2026), Polda Kepri belum menerima informasi mengenai rencana demonstrasi besar di wilayah Kepri.

“Insyaallah sampai dengan saat ini tidak ada informasi atau keterangan bahwa akan ada demo,” ujarnya.

Meski demikian, kepolisian tetap melakukan pemantauan bersama instansi terkait untuk menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat.

Karena itu, masyarakat diimbau memeriksa waktu, lokasi, sumber, serta konteks setiap video atau informasi yang diterima sebelum membagikannya kepada orang lain. (*)

Editor : Yofi Yuhendri
Polda Kepri patroli siber hoaks media sosial demonstrasi