Ocarina Batam Hadirkan Wajah Baru, Tiket Masuk Dihapus dan Fokus Jadi Destinasi Terpadu

Jamaluddin Lobang • Dipublikasikan Kamis, 6 Agustus 2026 | 16:29 WIB
Konsep baru yang dihadirkan di kawasan wisata Ocarina Batam, Kamis (6/8/2026). F.Cecep Mulyana/Batam Pos
Konsep baru yang dihadirkan di kawasan wisata Ocarina Batam, Kamis (6/8/2026). F.Cecep Mulyana/Batam Pos

 
batampos
- Kawasan wisata Ocarina Batam mengubah konsep pengelolaannya dengan menghadirkan destinasi terpadu yang menggabungkan wisata, kuliner, akomodasi, dan rekreasi. Mulai 5 Agustus 2026, pengelola resmi menghapus tiket masuk per orang dan menggantinya dengan sistem parkir kendaraan.

Perubahan strategi tersebut dilakukan bersamaan dengan peluncuran Tree House Cafe & Resto, tenant baru yang menjadi salah satu daya tarik baru di kawasan wisata tersebut.

Jika sebelumnya pengunjung dikenakan tiket masuk Rp25 ribu per orang, kini mereka hanya membayar tarif parkir kendaraan, yakni Rp2 ribu untuk sepeda motor dan Rp5 ribu untuk mobil pada dua jam pertama.

Kebijakan ini membuat biaya berkunjung ke Ocarina lebih terjangkau, terutama bagi keluarga yang ingin menikmati suasana kawasan wisata tersebut.

Baca Juga: Warga Rempang Galang Satukan Persepsi, Pendidikan dan Investasi Dinilai Kunci Kemajuan Daerah

Direktur Mega Wisata New Ocarina, Yunyta, mengatakan perubahan sistem itu merupakan langkah manajemen untuk mengembalikan Ocarina sebagai salah satu destinasi wisata favorit masyarakat Batam.

“Selama ini kami melihat masyarakat menganggap biaya masuk Ocarina cukup mahal. Karena itu kami membuka diri agar masyarakat bisa datang lebih mudah. Sekarang tidak ada lagi tiket masuk per orang, cukup membayar parkir seperti di pusat perbelanjaan,” kata Yunyta kepada Batam Pos, Kamis (6/8).

Ia menjelaskan, pengunjung mobil dikenakan tarif Rp5 ribu untuk dua jam pertama dan tambahan Rp2 ribu setiap jam berikutnya. Sementara pengendara sepeda motor membayar Rp2 ribu untuk dua jam pertama dan tambahan Rp1.000 per jam berikutnya.

Menurut Yunyta, perubahan tersebut diharapkan mampu meningkatkan jumlah kunjungan masyarakat. Ia mencontohkan, sebelumnya dua orang yang datang menggunakan sepeda motor harus mengeluarkan biaya Rp50 ribu untuk tiket masuk, sedangkan kini cukup membayar parkir.

“Orang yang dulu mungkin hanya datang setahun sekali, sekarang bisa datang setiap sore bersama keluarga,” ujarnya.

Selain perubahan sistem tiket masuk, Ocarina juga memperkuat fasilitas kawasan dengan menghadirkan Tree House Cafe & Resto yang mengusung konsep rumah pohon berpadu suasana pantai.

General Manager Tree House Cafe & Resto, Agung Sulistyo, mengatakan konsep tersebut mengutamakan nuansa alam dengan mempertahankan pepohonan yang telah ada sejak awal pembangunan.

“Kami ingin menghadirkan konsep rumah pohon yang menyatu dengan alam. Pohon-pohon yang ada tetap dipertahankan karena itu menjadi identitas tempat ini,” katanya.

Saat ini, area yang telah dibuka meliputi kafe dan sejumlah spot foto. Ke depan, pengelola akan menambah berbagai wahana rekreasi, seperti permainan air, area berkuda, hingga menghadirkan satwa melalui kerja sama dengan Batam Zoo.

Baca Juga: Driver Ojol Sekupang Mengaku Dijebak Penumpang Langganan, Motor dan HP Raib

Tree House juga menyediakan sejumlah konsep ruang makan, mulai dari area terbuka, ruang bertema sangkar burung di lantai dua dan tiga, hingga ruang pertemuan dengan kapasitas 20 hingga 40 orang.

Menu unggulan yang ditawarkan adalah charcoal grill clay pot dengan pilihan isian seafood, daging sapi, maupun ayam. Menu tersebut tersedia dalam beberapa ukuran porsi yang dapat dinikmati dua hingga enam orang.

Agung mengatakan lokasi Ocarina yang berada di tepi pantai dan dekat dengan pusat kota menjadi salah satu alasan memilih kawasan tersebut sebagai lokasi usaha.

“Ini satu-satunya pantai di tengah Kota Batam dengan pemandangan yang bagus dan suasana yang nyaman. Selain warga Batam, kami juga membidik wisatawan asing karena lokasinya dekat dengan pelabuhan,” ujarnya.

Tree House beroperasi setiap hari mulai pukul 09.00 hingga tengah malam. Pada hari pertama pembukaan, sekitar 600 pengunjung tercatat datang ke kawasan tersebut. Operasional Tree House saat ini didukung sekitar 85 karyawan.

Selain Tree House, Ocarina kini memiliki Hotel Ayola Signature, lapangan padel, sejumlah kafe dan restoran, serta area pantai yang dapat digunakan untuk berbagai kegiatan.

Pengelola juga menawarkan paket penyewaan lokasi acara tanpa membebankan tiket masuk kepada peserta. Biaya sewa area dimulai dari Rp2 juta untuk kegiatan kecil di kawasan pantai hingga Rp30 juta untuk penggunaan panggung utama beserta fasilitas pendukung.

Yunyta mengatakan pengembangan Ocarina masih terus berjalan dengan sejumlah proyek baru yang sedang dipersiapkan.

“Kami ingin Ocarina kembali hidup sebagai ruang rekreasi masyarakat Batam. Masih banyak pengembangan yang akan kami lakukan agar kawasan ini semakin lengkap dan menarik,” katanya.

Salah seorang pengunjung, Giyanti, menilai perubahan konsep Ocarina membuat kawasan tersebut lebih ramah bagi masyarakat.

Menurut dia, suasana kawasan kini lebih nyaman untuk dikunjungi bersama keluarga. Sebelum penghapusan tiket masuk, ia hanya datang sekitar satu kali dalam setahun karena mempertimbangkan biaya.

“Sekarang cukup bayar parkir, mungkin bisa seminggu sekali datang bersama keluarga,” kata Giyanti.

Selain biaya yang lebih terjangkau, ia juga mengapresiasi suasana kawasan yang rindang dan sejuk. Menurutnya, keberadaan pepohonan, pantai, lapangan padel, hotel, serta rencana pembangunan kebun binatang membuat Ocarina memiliki daya tarik lebih sebagai destinasi rekreasi keluarga di Kota Batam. (*)

Editor : Yofi Yuhendri
ocarina batam pariwisata batam kuliner destinasi wisata wisata batam