Ocarina Batam Hapus Tiket Masuk, Kini Cukup Bayar Parkir Mulai Rp2 Ribu

Jamaluddin Lobang • Dipublikasikan Jumat, 7 Agustus 2026 | 12:00 WIB
Tree House Cafe, salah satu kafe di kawasan Ocarina, Batam, menawarkan suasana bernuansa alam dengan pemandangan laut, Kamis (6/8). Foto-foto: CECEP MULYANA/BATAM POS
Tree House Cafe, salah satu kafe di kawasan Ocarina, Batam, menawarkan suasana bernuansa alam dengan pemandangan laut, Kamis (6/8). Foto-foto: CECEP MULYANA/BATAM POS

batampos – Kawasan wisata Mega Wisata Ocarina Batam resmi menghapus tiket masuk per orang dan menggantinya dengan sistem tarif parkir kendaraan mulai 5 Agustus 2026. Kebijakan baru ini diharapkan mampu meningkatkan jumlah kunjungan sekaligus mengembalikan Ocarina sebagai salah satu destinasi wisata favorit di Kota Batam.

Bersamaan dengan perubahan tersebut, pengelola juga meluncurkan Tree House Cafe & Resto, tenant baru yang mengusung konsep rumah pohon di tepi pantai.

Sebelumnya, setiap pengunjung dikenakan tiket masuk sebesar Rp25 ribu per orang. Kini, pengunjung hanya membayar tarif parkir Rp2 ribu untuk sepeda motor dan Rp5 ribu untuk mobil selama dua jam pertama.

Setelah melewati batas waktu tersebut, tarif parkir bertambah Rp1 ribu per jam untuk sepeda motor dan Rp2 ribu per jam untuk mobil.

Direktur Mega Wisata New Ocarina, Yunyta, mengatakan perubahan sistem tersebut dilakukan agar masyarakat lebih mudah menikmati kawasan wisata Ocarina tanpa terbebani biaya masuk.

"Selama ini kami melihat masyarakat menganggap biaya masuk Ocarina cukup mahal. Karena itu kami membuka diri agar masyarakat bisa datang lebih mudah. Sekarang tidak ada lagi tiket masuk per orang, cukup membayar parkir seperti di pusat perbelanjaan," kata Yunyta kepada Batam Pos, Kamis (6/8).

Menurutnya, kebijakan tersebut membuat biaya rekreasi keluarga jauh lebih terjangkau.

Ia mencontohkan, dua orang yang sebelumnya harus mengeluarkan Rp50 ribu untuk masuk ke Ocarina kini cukup membayar Rp2 ribu jika datang menggunakan sepeda motor.

"Orang yang dulu mungkin hanya datang setahun sekali, sekarang bisa datang setiap sore bersama keluarga," ujarnya.

Tree House Cafe Jadi Daya Tarik Baru

Selain mengubah sistem tiket, pengelola menghadirkan Tree House Cafe & Resto sebagai ikon baru di kawasan Ocarina.

General Manager Tree House Cafe & Resto, Agung Sulistyo, mengatakan konsep rumah pohon dipilih untuk menghadirkan suasana bersantap yang menyatu dengan alam dan pantai.

Baca Juga: Presiden Prabowo Tinjau Inovasi BRIN, Teknologi Hemat LPG hingga Satelit NEO-1 Jadi Sorotan

Pohon-pohon yang telah tumbuh sejak kawasan Ocarina dibangun tetap dipertahankan sebagai bagian dari identitas tempat tersebut.

"Kami ingin menghadirkan konsep rumah pohon yang menyatu dengan alam. Pohon-pohon yang ada tetap dipertahankan karena itu menjadi identitas tempat ini," ujarnya.

Saat ini, Tree House telah membuka area kafe, restoran, dan sejumlah spot foto. Ke depan, pengelola berencana menambah berbagai wahana rekreasi, seperti permainan air, area berkuda, hingga menghadirkan koleksi satwa melalui kerja sama dengan Batam Zoo.

Sajikan Menu Seafood hingga Ruang Pertemuan

Tree House menyediakan berbagai pilihan area makan, mulai dari ruang terbuka, area bertema sangkar burung di lantai dua dan tiga, hingga ruang pertemuan berkapasitas 20 sampai 40 orang.

Salah satu menu andalan yang ditawarkan adalah charcoal grill clay pot dengan pilihan seafood, daging sapi, maupun ayam.

Menu tersebut tersedia dalam beberapa ukuran porsi yang dapat dinikmati oleh dua hingga enam orang.

Menurut Agung, lokasi Ocarina yang berada di tepi pantai dan dekat pusat Kota Batam menjadi nilai tambah untuk menarik wisatawan lokal maupun mancanegara.

"Ini satu-satunya pantai di tengah Kota Batam dengan pemandangan yang bagus dan suasana yang nyaman. Selain warga Batam, kami juga membidik wisatawan asing karena lokasinya dekat dengan pelabuhan," katanya.

Tree House beroperasi setiap hari mulai pukul 09.00 WIB hingga tengah malam.

Pada hari pertama pembukaan, kawasan tersebut dikunjungi sekitar 600 pengunjung. Operasional restoran saat ini didukung sekitar 85 karyawan.

Ocarina Terus Dikembangkan

Selain Tree House, kawasan Ocarina kini telah dilengkapi Hotel Ayola Signature, lapangan padel, berbagai kafe dan restoran, serta area pantai yang dapat disewa untuk berbagai kegiatan.

Pengelola juga menawarkan paket penyewaan lokasi tanpa lagi membebankan tiket masuk kepada peserta acara.

Tarif sewa dimulai dari Rp2 juta untuk kegiatan berskala kecil di kawasan pantai hingga Rp30 juta untuk penggunaan panggung utama lengkap dengan fasilitas pendukung seperti listrik, gazebo, meja, sistem suara, dan perlengkapan lainnya.

Yunyta memastikan pengembangan kawasan Ocarina akan terus berlanjut melalui sejumlah proyek baru yang saat ini masih dalam tahap persiapan.

"Kami ingin Ocarina kembali hidup sebagai ruang rekreasi masyarakat Batam. Masih banyak pengembangan yang akan kami lakukan agar kawasan ini semakin lengkap dan menarik," katanya.

Salah seorang pengunjung, Giyanti, menyambut positif kebijakan penghapusan tiket masuk tersebut.

Menurutnya, biaya berkunjung ke Ocarina kini menjadi jauh lebih terjangkau sehingga masyarakat dapat lebih sering menikmati kawasan wisata tersebut bersama keluarga.

"Kalau dulu paling setahun sekali datang karena harus bayar tiket masuk. Sekarang cukup bayar parkir, mungkin bisa seminggu sekali datang bersama keluarga," ujarnya.

Ia juga menilai suasana Ocarina kini semakin nyaman dengan pepohonan yang rindang, kawasan pantai yang tertata, lapangan padel, hotel, serta rencana pembangunan kebun binatang yang akan menambah daya tarik destinasi wisata keluarga di Kota Batam. (*)

Editor : Putut Ariyo
ocarina batam Tree House Cafe Mega Wisata Ocarina Destinasi Batam wisata batam