Investasi Batam Tumbuh 62,75 Persen, Perizinan Dipangkas Jadi Daya Tarik Utama

Muhammad Syahban • Dipublikasikan Senin, 10 Agustus 2026 | 20:31 WIB
Wali Kota Batam Amsakar Achmad
Wali Kota Batam Amsakar Achmad

batampos – Investasi di Batam menunjukkan pertumbuhan signifikan sepanjang Semester I 2026. Nilai investasi mencapai Rp29,89 triliun, meningkat 62,75 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam yang juga Wali Kota Batam Amsakar Achmad mengatakan, pertumbuhan investasi tersebut tidak terlepas dari upaya pemerintah mempercepat dan menyederhanakan proses perizinan.

Menurut Amsakar, kepastian waktu dan kecepatan layanan menjadi salah satu faktor utama yang kini ditawarkan Batam kepada investor.

“Karena seluruh perizinan itu final di tempat kita. Rentang kendali perizinan itu tidak lagi panjang, tapi cukup berhenti di situ,” kata Amsakar, Senin (10/8).

Ia mengatakan, perubahan paling terasa adalah pemangkasan rantai birokrasi yang sebelumnya dinilai dapat memperlambat proses investasi.

Pemerintah, lanjut Amsakar, terus mendorong sistem perizinan yang lebih sederhana dan terpusat sehingga investor tidak harus melewati proses yang panjang.

Salah satu contohnya adalah Persetujuan Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang Laut (PKKPRL). Jika sebelumnya proses tersebut bisa memakan waktu enam bulan hingga dua tahun, kini ditargetkan dapat diselesaikan sekitar tiga bulan.

“Kalau sebelumnya PKKPRL rentang waktunya enam bulan sampai dua tahun, kita bisa tiga bulan saja selesai,” ujarnya.

Selain mempercepat proses, sejumlah tahapan perizinan yang dinilai tidak lagi relevan juga dihapus.

“Proses perizinan yang kemarin harus ada fatwa penologi, sekarang kita sudah buang,” kata Amsakar.

Investor Diajak Terlibat dalam Kebijakan

Menurut Amsakar, kemudahan perizinan bukan satu-satunya faktor yang mendorong pertumbuhan investasi. Keterbukaan pemerintah terhadap pelaku usaha juga menjadi bagian penting dalam menjaga kepercayaan investor.

Pemerintah, kata dia, secara aktif membuka ruang dialog dengan pelaku usaha, terutama ketika terjadi perubahan kebijakan global yang berdampak terhadap dunia usaha.

Salah satunya ketika Amerika Serikat menerapkan kebijakan tarif yang turut memengaruhi rantai pasok internasional.

“Ketika Amerika melaksanakan kebijakan tentang penerapan tarif, kita ajak teman-teman dari pelaku usaha berdiskusi apa yang harus kami bangun,” ujarnya.

Masukan dari pelaku usaha kemudian menjadi bahan evaluasi pemerintah dalam memperbaiki pelayanan dan kebijakan investasi di Batam.

“Kami minta para pelaku usaha memberi respons apa yang mereka inginkan, dan itu kami jadikan bahan perbaikan. Prosesnya kami jalani bersama-sama secara terbuka,” katanya.

Amsakar menegaskan, daya tarik utama Batam saat ini adalah kepastian waktu dan kemudahan proses perizinan.

“Jadi kekuatannya rentang kendali yang semakin pendek dan jangka waktu yang semakin singkat,” ujarnya.

40.943 Tenaga Kerja Terserap

Pertumbuhan investasi tersebut juga berdampak terhadap penyerapan tenaga kerja. Sepanjang Semester I 2026, tercatat 40.943 tenaga kerja terserap dari berbagai proyek investasi di Batam.

Namun, peningkatan investasi sekaligus menghadirkan tantangan baru. Pemerintah perlu memastikan tenaga kerja lokal mampu memenuhi kebutuhan industri yang terus berkembang.

Kebutuhan tersebut terutama muncul pada sektor manufaktur berteknologi tinggi, logistik, hingga pusat data yang membutuhkan tenaga kerja dengan kompetensi khusus.

Di sisi lain, investasi diharapkan tidak berhenti pada nilai penanaman modal dan penyerapan tenaga kerja. Dampaknya juga diharapkan dapat dirasakan pelaku UMKM serta industri lokal di Batam.

Persaingan menarik investasi di kawasan Asia Tenggara juga semakin ketat. Sejumlah negara menawarkan kemudahan perizinan, pembangunan infrastruktur, hingga berbagai insentif untuk menarik investor.

Dalam kondisi tersebut, Amsakar menilai penyederhanaan perizinan menjadi salah satu kekuatan Batam untuk mempertahankan daya saing sekaligus menjaga kepercayaan investor. (*)

Editor : Jamil Qasim
Daya Tarik Utama investasi batam