HUT Ke-28, Koran Batam Pos Teguhkan Kepercayaan Publik

Jamaluddin Lobang • Dipublikasikan Senin, 10 Agustus 2026 | 21:54 WIB
Walikota Batam Amsakar Achmad bersama Direktur Utama Batam Pos Elmi Gusti, Direktur Batam Pos Yusuf Hidayat Komisaris Batam Pos Marganas Nainggolan, Deputi Bidang pelayanan Umum BP Batam, Ketua KONI Kepri Usep RS potong tumpeng pada HUT Batam Pos ke 28 di Kantor Batam Pos, Senin (10/8). F Cecep Mulyana/Batam Pos
Walikota Batam Amsakar Achmad bersama Direktur Utama Batam Pos Elmi Gusti, Direktur Batam Pos Yusuf Hidayat Komisaris Batam Pos Marganas Nainggolan, Deputi Bidang pelayanan Umum BP Batam, Ketua KONI Kepri Usep RS potong tumpeng pada HUT Batam Pos ke 28 di Kantor Batam Pos, Senin (10/8). F Cecep Mulyana/Batam Pos

 
batampos
-
 Derasnya arus informasi dan dominasi algoritma media sosial menjadi tantangan baru bagi media massa. Di tengah banjir informasi yang sulit dibedakan antara fakta dan hoaks, menjaga kepercayaan publik menjadi pekerjaan utama media.

Tantangan tersebut mengemuka dalam peringatan HUT ke-28 Batam Pos di kawasan Orchard Walk, Teluk Tering, Batam Kota, Senin (10/8). Mengusung tema “Melintasi Zaman, Menjaga Kepercayaan”, perayaan tersebut dihadiri sejumlah pejabat, jajaran BP Batam, pemerintah daerah, pelaku usaha, dan mitra Batam Pos.

Komisaris Batam Pos, Marganas Nainggolan, mengatakan media tidak cukup hanya cepat dalam menyajikan informasi. Reputasi dan kepercayaan pembaca juga harus menjadi perhatian utama.

“Jaga merek Batam Pos,” kata Marganas dalam sambutannya.

Menurutnya, media arus utama memiliki peran penting sebagai rujukan masyarakat ketika informasi di media sosial semakin sulit diverifikasi.

“Kalau ada berita yang hoaks, paling tidak publik mencoba membaca berita media mainstream,” ujarnya.

batamBaca Juga: HUT ke-28, Koran Batam Pos Berbagi hingga Pelosok Galang

Wali Kota Batam sekaligus Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, menilai algoritma media sosial membuat masyarakat cenderung menerima informasi sesuai preferensi masing-masing. Kondisi tersebut berpotensi membuat kebenaran informasi semakin sulit dibedakan.

Karena itu, ia meminta media tidak terjebak mengejar popularitas dan viralitas. Ketepatan informasi harus tetap menjadi prioritas.

“Bisa jadi berita yang kita buat sebenarnya berita yang hoaks, berita yang jauh dari kebenaran,” ujarnya.

 

Amsakar berharap media arus utama tetap menjadi penyeimbang dengan menyajikan informasi berdasarkan data dan fakta. Ia juga menilai media memiliki peran penting dalam meluruskan informasi yang keliru di tengah derasnya konten media sosial.

Sementara itu, Direktur Utama Batam Pos, Elmi Gusti, mengatakan perjalanan 28 tahun Batam Pos tidak terlepas dari perubahan teknologi. Dari koran cetak, Batam Pos terus beradaptasi ke radio, media digital, hingga berbagai platform media sosial.

“Melintasi zaman berarti kita berani berubah. Kita terus berinovasi dan mengikuti perkembangan teknologi agar informasi dapat disampaikan secara cepat, akurat, dan dapat dipercaya,” katanya.

Menurut Elmi, perubahan teknologi, kondisi ekonomi, kenaikan harga kertas, dan disrupsi digital menjadi tantangan yang harus dihadapi. Namun, prinsip menyajikan berita berdasarkan fakta dan menjaga kepercayaan pembaca tetap menjadi fondasi Batam Pos memasuki usia 28 tahun. (*)

Editor : Yofi Yuhendri
HUT Batam Pos kepercayaan publik koran hoaks media