Empat Hari Air Mati, Warga Kampung Baru Tanjung Riau Terpaksa Beli Air Galon

Rengga Yuliandra • Dipublikasikan Selasa, 11 Agustus 2026 | 09:34 WIB
Bak mandi milik warga Kampung Baru, Tanjungriau, Kecamatan Sekupang, Batam, tampak kosong akibat aliran air yang tidak mengalir selama beberapa hari. Kondisi tersebut membuat warga terpaksa membeli air galon serta menumpang mandi dan mencuci di rumah saudara. Foto: RENGGA YULIANDRA/BATAM POS
Bak mandi milik warga Kampung Baru, Tanjungriau, Kecamatan Sekupang, Batam, tampak kosong akibat aliran air yang tidak mengalir selama beberapa hari. Kondisi tersebut membuat warga terpaksa membeli air galon serta menumpang mandi dan mencuci di rumah saudara. Foto: RENGGA YULIANDRA/BATAM POS

batampos – Warga Kampung Baru, Kelurahan Tanjung Riau, Kecamatan Sekupang, Batam, Kepulauan Riau, mengalami gangguan pasokan air bersih selama empat hari. Kondisi tersebut membuat warga harus membeli air galon untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Sebagian warga bahkan terpaksa menumpang mandi dan mencuci pakaian di rumah kerabat karena pasokan air dari jaringan perpipaan tidak mengalir.

Gangguan tersebut dirasakan semakin berat oleh keluarga yang memiliki anak kecil. Air yang dibeli tidak hanya digunakan untuk mandi dan mencuci, tetapi juga untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga lainnya, termasuk keperluan anak sebelum berangkat sekolah.

Salah seorang warga Kampung Baru, Vinda, mengatakan gangguan suplai air sebenarnya sudah beberapa kali terjadi sebelumnya. Biasanya, air hanya mengalir pada tengah malam hingga menjelang subuh.

Namun, dalam empat hari terakhir, aliran air di rumahnya sama sekali tidak mengalir.

“Airnya benar-benar tidak hidup. Biasanya tengah malam hidup sampai sebelum subuh, namun empat hari ini sudah tidak ada,” keluh Vinda, Senin (10/8/2026).

Warga Terpaksa Beli Air Galon

Menurut Vinda, ketika gangguan pasokan terjadi sebelumnya, warga masih terbantu dengan distribusi air menggunakan mobil tangki.

Namun, layanan tersebut belakangan tidak lagi tersedia sehingga warga harus mencari alternatif untuk mendapatkan air.

Salah satunya dengan membeli air galon setiap hari. Kondisi tersebut menambah pengeluaran rumah tangga karena kebutuhan air harus dipenuhi secara terus-menerus.

“Suami berangkat kerja beli air galon, anak berangkat sekolah pakai air galon. Hari-hari pakai air galon. Tak mungkin kami setiap hari memakai air galon ini,” ujarnya.

Keterbatasan air juga membuat sejumlah warga memilih mencuci pakaian dan mandi di rumah kerabat yang berada di kawasan Dreamland.

“Ini kami nyuci baju dan mandi numpang ke rumah saudara di Dreamland. Kondisi ini sangat memberatkan, apalagi kami memiliki anak kecil,” katanya.

Keluhan serupa disampaikan warga lainnya melalui grup komunikasi lingkungan RT. Salah seorang warga mengaku sudah empat hari mengalami mati air total di rumahnya.

Warga tersebut mengaku telah menyampaikan pengaduan kepada PT Air Batam Hilir (ABH). Namun, hingga saat itu belum ada penanganan langsung di lapangan.

“Sudah lapor ABH, jawabannya sudah disampaikan ke bagian terkait, tapi tidak ada tindakan. Saya bingung mau lapor ke mana lagi,” ujarnya dalam percakapan grup tersebut.

Warga lainnya, Indah, juga mengaku telah melaporkan kondisi tersebut kepada petugas. Namun, informasi yang diterima masih sebatas pemberitahuan bahwa persoalan sedang ditindaklanjuti.

Warga Minta Distribusi Air Tangki

Kondisi tersebut membuat warga meminta pemerintah dan pengelola layanan air segera turun tangan. Mereka berharap distribusi air bersih menggunakan mobil tangki kembali dilakukan selama pasokan melalui jaringan perpipaan belum normal.

“Kami minta pemerintah mendistribusikan air ke tempat kami. Air ini kebutuhan wajib. Bagaimana kami bisa beraktivitas tanpa air?” tegas warga.

Selain meminta bantuan air bersih, warga juga berharap mendapatkan kepastian mengenai waktu normalisasi aliran air.

Mereka meminta penanganan tidak berhenti pada penerimaan laporan, tetapi diikuti tindakan nyata di lapangan.

ABH Kirim Mobil Tangki

Humas PT Air Batam Hilir (ABH) Ginda Alamsyah mengatakan pihaknya memahami kesulitan yang dialami warga Kampung Baru, khususnya keluarga yang memiliki anak kecil.

Menurutnya, gangguan suplai selama beberapa hari dapat berdampak langsung terhadap pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat.

“Kami menyadari bahwa air merupakan kebutuhan dasar masyarakat, terlebih bagi warga yang memiliki anak kecil. Kondisi ketika suplai air tidak mengalir dalam beberapa hari tentunya menimbulkan kesulitan dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari,” ujar Ginda.

ABH menyampaikan permohonan maaf kepada pelanggan di wilayah Kampung Baru, Tanjung Riau.

Sebagai langkah penanganan awal, ABH akan mengirimkan mobil tangki air ke kawasan tersebut untuk membantu memenuhi kebutuhan dasar warga selama gangguan suplai masih ditangani.

“Sebagai langkah awal dan bersifat urgent, PT Air Batam Hilir akan membantu pemenuhan kebutuhan air warga melalui pengiriman mobil tangki air ke wilayah Kampung Baru, Tanjung Riau,” katanya.

Ginda menegaskan distribusi air menggunakan mobil tangki merupakan solusi sementara. Penanganan utama tetap diarahkan pada pemulihan suplai melalui jaringan perpipaan.

ABH juga akan berkoordinasi dengan BU SPAM Batam-BP Batam untuk mengevaluasi kondisi suplai air di kawasan tersebut.

Koordinasi tersebut dilakukan untuk menentukan langkah teknis dan strategis agar pelayanan air ke Kampung Baru kembali membaik, terutama dari sisi durasi dan kontinuitas aliran.

“Selanjutnya, kami akan segera berkoordinasi dengan BU SPAM Batam-BP Batam untuk melakukan evaluasi kondisi suplai serta menentukan langkah teknis dan strategis yang diperlukan agar pelayanan air ke wilayah Kampung Baru, Tanjung Riau dapat kembali membaik, khususnya dari sisi durasi dan kontinuitas aliran,” jelasnya.

Menurut Ginda, distribusi mobil tangki hanya ditujukan untuk memenuhi kebutuhan warga dalam jangka pendek. Sementara itu, perbaikan dan peningkatan suplai melalui jaringan perpipaan tetap menjadi fokus utama.

ABH memastikan akan terus memantau perkembangan kondisi suplai air di Kampung Baru dan melakukan penanganan berdasarkan kondisi teknis di lapangan.

“PT Air Batam Hilir berkomitmen untuk terus melakukan upaya maksimal dalam memberikan pelayanan kepada pelanggan SPAM Batam,” tegasnya.

ABH kembali menyampaikan permohonan maaf kepada warga Kampung Baru, Tanjung Riau. Pengiriman mobil tangki diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan warga dalam jangka pendek sembari proses perbaikan suplai melalui jaringan perpipaan dilakukan. (*)

Editor : Putut Ariyo
Air Batam Kampung Baru Tanjung Riau PT Air Batam Hilir Air Bersih Batam