Patelki Kepri Gelar Pelatihan Flebotomi, 29 ATLM Tingkatkan Kompetensi

Rengga Yuliandra • Dipublikasikan Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:53 WIB
PESERTA pelatihan flebotomi dari perwakilan laboratorium medis dan sembilan puskesmas se-Batam berfoto bersama usai mendapatkan teori flebotomi yang benar di Bapelkes, Sabtu (8/8). Foto: ISTIMEWA
PESERTA pelatihan flebotomi dari perwakilan laboratorium medis dan sembilan puskesmas se-Batam berfoto bersama usai mendapatkan teori flebotomi yang benar di Bapelkes, Sabtu (8/8). Foto: ISTIMEWA

batampos – Persatuan Ahli Teknologi Laboratorium Medik Indonesia (Patelki) Kepulauan Riau (Kepri) untuk pertama kalinya menggelar pelatihan flebotomi dasar bagi tenaga ahli teknologi laboratorium medik (ATLM). Kegiatan tersebut diikuti 29 peserta dari kabupaten dan kota se-Kepri.

Flebotomi merupakan prosedur pengambilan sampel darah dari pembuluh darah vena yang umumnya dilakukan menggunakan jarum. Keterampilan tersebut menjadi salah satu bagian penting dalam proses pemeriksaan laboratorium.

Pelatihan yang digelar di Kepri tersebut merupakan angkatan pertama di tingkat provinsi dan angkatan ke-22 secara nasional. Kegiatan difasilitasi Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Patelki dan Lembaga Diklat Patelki bersama DPW Patelki Kepri.

Ketua DPW Patelki Kepri Yusuf Syaifullah mengatakan pelatihan peningkatan kompetensi ATLM perlu dilakukan secara berkelanjutan untuk mendukung mutu pelayanan kesehatan.

“Kami berharap kegiatan ini akan terus berkesinambungan karena peningkatan kompetensi, terutama profesi kami ahli teknologi laboratorium medik, sangat diperlukan untuk peningkatan kualitas pelayanan kesehatan, utamanya di Kepri,” ujar Yusuf.

Diikuti ATLM dari Seluruh Kepri

Peserta pelatihan berasal dari seluruh kabupaten dan kota di Kepulauan Riau. Peserta didominasi ATLM dari Batam, termasuk perwakilan dari sembilan puskesmas.

Selain peserta dari fasilitas pelayanan kesehatan, pelatihan tersebut juga diikuti peserta mandiri yang berasal dari sejumlah laboratorium medik di Kepri.

Rangkaian kegiatan diawali dengan rapat kerja wilayah (rakerwil). Peserta kemudian mengikuti pelatihan flebotomi dasar selama empat hari.

Dua hari pertama diisi dengan pembelajaran teori di Balai Pelatihan Kesehatan (Bapelkes). Sementara dua hari berikutnya digunakan untuk praktik lapangan di Rumah Sakit Budi Kemuliaan.

Yusuf mengatakan pelatihan tersebut menjadi bagian dari komitmen Patelki Kepri dalam meningkatkan kualitas dan profesionalisme anggota.

Ia berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan sehingga semakin banyak ATLM di Kepri yang memiliki keterampilan sesuai standar profesi.

Flebotomi Jadi Tahap Penting Pemeriksaan Laboratorium

Lili Sholihah dari Lembaga Diklat Patelki DPP Patelki menjelaskan flebotomi merupakan salah satu tahapan penting dalam proses praanalitik pemeriksaan laboratorium.

Tahap praanalitik perlu dilakukan dengan prosedur yang tepat karena kualitas sampel darah dapat memengaruhi hasil pemeriksaan laboratorium.

“Flebotomi ini adalah salah satu proses dari preanalitik yang sangat krusial di dalam proses pemeriksaan laboratorium. Preanalitik ini harus diawali dengan prosedur yang betul,” jelas Lili.

Menurutnya, pengambilan darah dari pembuluh vena membutuhkan kompetensi serta pemahaman teknik yang tepat. ATLM yang melakukan prosedur tersebut perlu memahami standar dan prosedur yang berlaku agar sampel yang diperoleh memenuhi persyaratan untuk pemeriksaan.

Pelatihan flebotomi dasar di Kepri diharapkan dapat memperkuat keterampilan ATLM sekaligus mendukung upaya peningkatan mutu pelayanan laboratorium dan kesehatan di daerah. (*)

Editor : Putut Ariyo
Kesehatan Kepri Patelki Kepri Flebotomi ATLM Laboratorium Medik