batampos - TNI Angkatan Laut (TNI AL) bersama aparat maritim berhasil menggagalkan penyelundupan sekitar 5,3 ton narkotika sepanjang 2025 hingga 2026. Keberhasilan tersebut disampaikan Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Muhammad Ali saat konferensi pers pemusnahan 1,3 ton ketamin di Kodaeral IV Batam, Rabu (12/8).
Muhammad Ali mengatakan, dari total 5,3 ton narkotika tersebut, sebanyak 4,081 ton diungkap pada 2025 dan 1,3 ton ketamin pada 2026. Pengungkapan itu diperkirakan menyelamatkan sekitar 33,7 juta jiwa dari ancaman penyalahgunaan narkotika.
“Pengungkapan ini bukan sekadar keberhasilan operasi penegakan hukum, tetapi juga menjadi kado TNI AL bersama seluruh aparat maritim untuk HUT ke-81 Republik Indonesia,” ujar Muhammad Ali.
Selain narkotika, TNI AL juga menindak aktivitas pertambangan ilegal di perairan. Pada 2025, aparat mengamankan 343,14 ton hasil tambang ilegal, sedangkan pada 2026 mencapai 506,6 ton dengan nilai ekonomi sekitar Rp10,25 triliun.
Baca Juga: TNI AL Musnahkan 1,3 Ton Ketamin Hasil Penggagalan Penyelundupan MV King Sun
Di tempat yang sama, Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) Jenderal TNI (Purn.) Djamari Chaniago menegaskan keberhasilan operasi tidak hanya diukur dari besarnya barang bukti yang berhasil disita.
Menurutnya, yang jauh lebih penting adalah kemampuan aparat membongkar dan mendeteksi jaringan sindikat narkotika hingga ke akar-akarnya.
“Yang perlu ditegaskan bukan keberhasilan barang bukti ini, tetapi kemampuan personel membongkar dan mendeteksi jaringan narkoba. Indonesia tidak boleh menjadi tempat transit, tempat penyimpanan, ataupun pasar bagi jaringan narkotika,” tegas Djamari.
Ia mengatakan jaringan narkotika bahkan memanfaatkan perairan Indonesia sebagai lokasi transit dan bongkar muat. Karena itu, kewaspadaan, pengawasan, dan penindakan harus terus ditingkatkan.
Menko Polkam juga mengajak seluruh kementerian, lembaga, aparat penegak hukum, serta masyarakat memperkuat sinergi dalam menjaga keamanan laut Indonesia.
“Tingkatkan kerja sama, tidak perlu mengadu siapa yang lebih hebat atau lebih berperan. Pengawasan alur laut ini adalah hasil kerja sama berbagai pihak. Mari kita perkokoh persatuan dan kerja sama lintas instansi bersama masyarakat demi menjaga keamanan bangsa dan melawan narkotika,” pungkasnya. (*)
Editor : Yofi Yuhendri