batampos - Misteri kematian Yusran Meire, (43), pria yang ditemukan tidak bernyawa di halte kawasan SP Plaza, Kecamatan Sagulung, Batam, Selasa (11/8), akhirnya terungkap. Polisi memastikan Yusran meninggal bukan akibat tindak kekerasan, melainkan karena sakit.
Kepastian tersebut diperoleh setelah jenazah menjalani pemeriksaan di Rumah Sakit Bhayangkara Polda Kepri. Hasil pemeriksaan dokter tidak menemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.
Kapolsek Sagulung Iptu Husnul Afkar melalui Kanitreskrim Polsek Sagulung Iptu Anwar Aris mengatakan, berdasarkan pemeriksaan medis, korban meninggal secara alami akibat sakit.
“Kalau dari hasil pemeriksaan dokter, murni karena sakit,” ujar Aris, Kamis (13/8).
Baca Juga: Pria Asal Belinyu Ditemukan Meninggal di Halte Dekat JPO SP Plaza
Menurut Aris, dokter juga memperkirakan korban meninggal kurang dari 12 jam sebelum ditemukan. Setelah pemeriksaan selesai, jenazah diserahkan kepada pihak keluarga pada Kamis (13/8) untuk dimakamkan di Batam.
Sebelumnya, warga dikejutkan dengan penemuan seorang pria dalam kondisi tidak bernyawa di halte kawasan SP Plaza, Jalan Letjend Suprapto, Sagulung, sekitar pukul 05.30 WIB.
Saat ditemukan, korban berada dalam posisi meringkuk. Identitas yang ditemukan di lokasi kemudian diketahui sebagai Yusran Meire, warga Bitung Barat, Sulawesi Utara.
Warga sekitar menyebut Yusran telah berada di halte tersebut selama beberapa hari. Salah seorang warga, Siburian, mengatakan sehari sebelum ditemukan meninggal, Yusran masih terlihat duduk di halte.
“Kalau dia mungkin beberapa hari ini, ada tiga hari belakangan lah,” katanya.
Selama berada di halte, Yusran disebut mengenakan pakaian yang sama dan mendapat bantuan makanan dari warga sekitar.
"Kemarin itu saya lihat masih duduk-duduk di situ,” ujarnya.
Halte tersebut memang kerap digunakan warga yang tidak memiliki tempat tinggal untuk beristirahat maupun tidur. Saat Yusran terlihat tidak bergerak, warga bersama petugas keamanan kemudian melakukan pengecekan.
Setelah diketahui meninggal dunia, kejadian tersebut dilaporkan kepada Polsek Sagulung. Polisi kemudian melakukan pemeriksaan dan mengevakuasi jenazah untuk menjalani pemeriksaan medis.
Hasil pemeriksaan memastikan tidak ada indikasi kekerasan. Jenazah selanjutnya diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan di Batam. (*)
Editor : Yofi Yuhendri