batampos – Kampung Ceria Bougenville di Perumahan Permata Hijau, Kelurahan Bukit Tempayan, Kecamatan Batuaji, Kota Batam, resmi diresmikan Ketua Tim Penggerak PKK Kota Batam, Hj. Erlita Amsakar, Kamis (13/8) sore.
Kampung Ceria Bougenville tidak sekadar menjadi identitas lingkungan. Kawasan di RW 06 tersebut diarahkan sebagai ruang bersama untuk membangun kemandirian dan kesejahteraan warga melalui berbagai program, mulai dari ketahanan pangan, literasi, pemberdayaan perempuan hingga kegiatan kreatif masyarakat.
Peresmian diawali dengan kegiatan pembinaan akhlak mulia di Masjid At Taqwa Perumahan Permata Hijau. Konsep Kampung Ceria menggabungkan kegiatan sosial, keagamaan dan pemberdayaan masyarakat dengan mengedepankan semangat gotong royong.
Warga didorong untuk bersama-sama memenuhi kebutuhan keluarga dan lingkungan sekaligus menciptakan kawasan yang bersih, aman, harmonis dan produktif.
Ketua PKK Kelurahan Bukit Tempayan, Meva Dwi Lestari, mengatakan Kampung Ceria Bougenville merupakan salah satu pilot project dari tiga lokus program PKK Kota Batam.
Berbagai kegiatan telah dikembangkan dengan dukungan RT dan RW untuk mewujudkan masyarakat yang mandiri, sejahtera dan harmonis.
“Kampung Ceria ini bukan sekadar nama, tetapi cerminan komitmen kita bersama untuk membangun lingkungan,” ujarnya.
Kembangkan Ketahanan Pangan dan UMKM
Sejumlah program menjadi kekuatan Kampung Ceria Bougenville. Di antaranya pelatihan budidaya hidroponik, pemanfaatan lahan, kelompok wanita tani, tanaman obat keluarga (TOGA), pembuatan kue hingga pengembangan produk UMKM.
Warga juga memiliki koperasi simpan pinjam PKK serta kebun yang dikelola kelompok wanita tani.
Program ketahanan pangan tersebut sekaligus diarahkan untuk mendukung upaya pencegahan stunting. Salah satunya melalui kegiatan posyandu yang dilaksanakan secara rutin.
Tidak hanya sektor pangan, warga juga mengembangkan bank sampah yang kini telah memiliki gedung sendiri.
Inovasi lainnya berupa budidaya ikan nila menggunakan kolam berbasis bioflok. Program tersebut dibangun melalui swadaya masyarakat dengan dukungan pihak swasta dan PKK RW 06.
Hasil budidaya ikan nila bahkan telah diolah menjadi produk nugget ikan nila dan pernah meraih juara pertama tingkat Kota Batam dalam sebuah pameran.
Di lingkungan tersebut juga terdapat Pojok Kuaci, yang menjadi ruang berkumpul warga, khususnya kaum bapak, untuk melakukan berbagai kegiatan positif.
Dorong Budaya Literasi Anak
Erlita Amsakar mengapresiasi berbagai inovasi yang telah dilakukan masyarakat. Ia berharap Kampung Ceria Bougenville terus hidup dan benar-benar menjadi ruang bersama bagi warga.
“Saya berharap semoga Kampung Ceria ini tetap hidup dan benar-benar ceria di tengah-tengah masyarakat kita. Kampung Ceria ini hendaknya menjadi ruang bersama yang menghadirkan suasana lingkungan yang bersih, indah, aman dan penuh kebersamaan,” kata Erlita.
Menurutnya, keberadaan pojok baca juga menjadi bagian penting dalam membangun budaya literasi, terutama bagi anak-anak.
Ruang tersebut diharapkan tidak hanya menjadi tempat menyimpan buku, tetapi juga menjadi tempat belajar, berdiskusi, menggambar dan mengembangkan imajinasi anak.
Erlita menegaskan, pembentukan karakter anak tidak hanya berlangsung di sekolah, tetapi juga dimulai dari keluarga dan lingkungan tempat mereka tumbuh.
Karena itu, kader PKK mulai dari tingkat kota hingga RW diminta bersama-sama menjaga dan menghidupkan Kampung Ceria serta pojok baca yang telah dibangun.
Sementara itu, Ketua RW 06 Suparjo selaku pelaksana lapangan menyatakan dukungan penuh terhadap berbagai program yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan dan ketenteraman masyarakat.
Ia juga mengapresiasi peran kaum ibu yang dinilai menjadi penggerak berbagai kegiatan di lingkungan tersebut.
Ke depan, warga berharap dukungan pemerintah terus diberikan, baik dalam bentuk pembinaan maupun bantuan yang sesuai dengan kebutuhan pengembangan UMKM dan ketahanan pangan.
Selain itu, warga juga berharap kegiatan seni seperti menyanyi, menari, kompang dan rebana dapat terus dikembangkan.
Dengan kolaborasi antara masyarakat, PKK dan pemerintah, Kampung Ceria Bougenville diharapkan dapat menjadi contoh bahwa semangat gotong royong mampu menjadi kekuatan dalam membangun lingkungan yang mandiri, harmonis dan sejahtera. (*)
Editor : Jamil Qasim