batampos - Kerusakan di sejumlah titik Jalan Trans Barelang mulai menjadi sorotan masyarakat. Ruas jalan yang menjadi akses utama menuju kawasan wisata sekaligus jalur penunjang berbagai proyek strategis nasional (PSN) di Rempang-Galang itu dipenuhi lubang dengan kondisi yang dinilai semakin membahayakan pengguna jalan.
Warga mendesak pemerintah segera turun tangan sebelum kerusakan bertambah parah dan memicu kecelakaan.
Pantauan di lapangan, kerusakan paling mencolok terlihat mulai dari Jembatan III menuju Galang. Titik terparah berada di kawasan Pulau Setokok, tepatnya di depan proyek kawasan industri yang berada tidak jauh dari Simpang Balai Perikanan Budidaya Laut (BPBL) Batam. Lubang-lubang berukuran besar tampak menghiasi badan jalan dan mengganggu arus kendaraan yang melintas setiap hari.
Masyarakat menduga kerusakan tersebut tidak lepas dari tingginya intensitas kendaraan proyek yang keluar masuk kawasan pembangunan. Truk-truk bermuatan material dengan tonase besar melintasi ruas jalan itu hampir sepanjang hari untuk mendukung berbagai aktivitas pematangan lahan dan pembangunan kawasan industri di sepanjang Trans Barelang.
Menurut warga, kondisi tersebut membuat badan jalan lebih cepat mengalami kerusakan. Apalagi, kendaraan berat terus melintas pada ruas yang juga digunakan masyarakat umum dan wisatawan. Jika tidak segera diperbaiki, lubang-lubang yang ada dikhawatirkan semakin melebar, terutama saat musim hujan.
Salah seorang warga, Adi, mengatakan kerusakan jalan sudah cukup mengganggu aktivitas masyarakat. Selain membuat perjalanan tidak nyaman, kondisi jalan yang berlubang juga meningkatkan risiko kecelakaan, khususnya bagi pengendara sepeda motor.
“Kalau bisa jalan yang rusak ini segera diperbaiki. Jangan sampai semakin parah dan membahayakan pengguna jalan,” ujar Adi, Jumat (14/8).
Baca Juga: KONI Batam Diminta Perkuat Pembinaan agar Atlet Tak Hijrah
Keluhan serupa disampaikan Didi, wisatawan yang melintasi kawasan Barelang. Menurutnya, Jalan Trans Barelang merupakan salah satu akses menuju berbagai destinasi wisata unggulan Batam sehingga sudah seharusnya mendapatkan perhatian serius dari pemerintah. Jalan yang rusak, katanya, dapat mengurangi kenyamanan perjalanan wisatawan.
“Karena banyak dilalui wisatawan, seharusnya pemerintah bisa memperhatikannya,” ungkap Didi.
Selain sebagai jalur wisata, Jalan Trans Barelang kini memiliki peran yang semakin strategis. Ruas ini menjadi akses utama menuju sejumlah proyek besar pemerintah di kawasan Rempang-Galang, mulai dari pengembangan PSN Rempang Eco-City, Kawasan Industri Wiraraja Green Renewable Energy and Smart-Eco Industrial Park (GESEIP) di Galang.
Kemudian pengembangan kawasan Tanjung Banon sebagai pusat ekonomi baru, hingga pembangunan berbagai infrastruktur pendukung seperti jalan, pelabuhan, jaringan air bersih, dan kelistrikan.
Melihat peran vital tersebut, warga berharap Pemerintah Kota Batam bersama instansi terkait segera melakukan pengecekan menyeluruh terhadap kondisi Jalan Trans Barelang. Selain mempercepat perbaikan ruas yang rusak, pemerintah juga diharapkan mengevaluasi dampak lalu lintas kendaraan bertonase besar terhadap ketahanan jalan.
Dengan penanganan yang cepat, Jalan Trans Barelang diharapkan tetap mampu menopang aktivitas masyarakat, sektor pariwisata, dan kelancaran proyek-proyek strategis yang menjadi tumpuan pertumbuhan ekonomi Batam. (*)
Editor : Yofi Yuhendri