batampos - Lampu lalu lintas atau traffick light di simpang empat dekat RSUD Embung Fatimah, Batuaji, Batam, sempat mati. Gangguan tersebut disebabkan meteran listrik yang mengalami trip sehingga aliran listrik ke perangkat traffic light terputus.
Kabid Lalu Lintas Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Batam, Faisal, mengatakan petugas langsung mengecek lokasi setelah menerima laporan. Dari pemeriksaan, gangguan tidak berasal dari kerusakan perangkat utama lampu lalu lintas.
“Di situ ada box stop kontaknya. Saat kami tinjau, sudah kami hidupkan kembali. Sudah aman dan tidak ada masalah,” kata Faisal, Jumat (14/8).
Menurut Faisal, kondisi tersebut seperti meteran listrik di rumah. Ketika meteran mengalami trip, aliran listrik otomatis terputus sehingga perangkat yang terhubung ikut mati.
Baca Juga: Traffic Light Mati, Simpang RSUD Embung Fatimah Rawan Kecelakaan
Gangguan serupa, kata dia, juga pernah terjadi di sejumlah persimpangan lain. Karena itu, setiap laporan lampu lalu lintas mati perlu dicek langsung untuk memastikan sumber masalah, apakah berasal dari kelistrikan, perangkat traffic light, atau jaringan kabel.
Selain persoalan kelistrikan, Dishub Batam juga menemukan sejumlah gangguan akibat jaringan kabel lampu lalu lintas terputus. Kabel tersebut terdampak pekerjaan pembangunan drainase maupun pelebaran jalan di sekitar persimpangan.
Faisal menyebut beberapa titik jaringan terdampak pekerjaan yang dilakukan instansi terkait, termasuk Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA) Kota Batam.
“Kabel putus itu ada beberapa titik, karena ada pekerjaan dari Bina Marga,” ujarnya.
Salah satu titik yang masih mengalami kendala berada di simpang K-Square, khususnya lampu lalu lintas dari arah Batam Center menuju Batuaji.
Pekerjaan penggalian untuk pembangunan kolam penampungan air atau bagian dari proyek drainase di kawasan tersebut berdampak pada jaringan kabel lampu lalu lintas yang berada di bawah tanah.
Menurut Faisal, kondisi itu membutuhkan koordinasi antara Dishub dan instansi yang melakukan pekerjaan agar jaringan lampu lalu lintas tidak terganggu.
Jika kabel yang terputus masih memungkinkan ditarik kembali, teknisi Dishub dapat melakukan penyambungan. Namun, apabila kabel sudah tidak bisa ditarik atau kondisinya rusak, jaringan baru harus dipasang.
“Kalau teknisi kami bisa menarik kembali kabel tersebut, masih bisa disambung. Tapi kalau tidak bisa ditarik kembali, terpaksa digelar baru lagi,” jelasnya.
Baca Juga: Kabareskrim Minta Reskrim Polda Kepri Jauhi Narkoba dan Perjudian
Faisal menjelaskan jaringan lampu lalu lintas terdiri atas beberapa jenis kabel, termasuk fiber optic (FO) yang digunakan untuk komunikasi sistem serta kabel untuk penyambungan arus listrik perangkat. Kerusakan pada salah satu bagian jaringan dapat mengganggu operasional traffic light.
“Yang sekarang ada kendala itu simpang K-Square, akibat dari pekerjaan Bina Marga,” katanya.
Dishub Batam memastikan penanganan dilakukan berdasarkan kondisi kerusakan di masing-masing lokasi. Gangguan ringan seperti meteran listrik yang mengalami trip dapat segera ditangani petugas setelah kondisi dinyatakan aman.
Sementara kerusakan jaringan kabel membutuhkan penanganan lebih lanjut karena berkaitan dengan jaringan bawah tanah dan kemungkinan pemasangan kabel baru.
Faisal mengatakan Dishub terus melakukan pengecekan terhadap sejumlah titik lampu lalu lintas yang mengalami gangguan. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan perangkat kembali berfungsi normal, terutama di persimpangan dengan volume kendaraan yang tinggi.
“Pengecekan dilakukan agar lampu lalu lintas dapat kembali berfungsi dan tidak mengganggu keselamatan maupun kelancaran arus kendaraan,” pungkasnya. (*)
Editor : Yofi Yuhendri