Dulu Mulus, Kini Dipenuhi Lubang! Jalan Trans Barelang Dikeluhkan Warga dan Wisatawan

Eusebius Sara • Dipublikasikan Sabtu, 15 Agustus 2026 | 07:08 WIB
Jalan Trans Barelang di kawasan Pulau Setokok mengalami kerusakan dan dipenuhi lubang. Warga meminta pemerintah segera melakukan perbaikan. Foto: Eusebius Sara/Batam Pos
Jalan Trans Barelang di kawasan Pulau Setokok mengalami kerusakan dan dipenuhi lubang. Warga meminta pemerintah segera melakukan perbaikan. Foto: Eusebius Sara/Batam Pos

batampos – Kerusakan di sejumlah titik Jalan Trans Barelang mulai dikeluhkan masyarakat. Jalan yang menjadi akses utama menuju kawasan wisata sekaligus jalur pendukung berbagai Proyek Strategis Nasional (PSN) di Rempang-Galang itu kini dipenuhi lubang yang dinilai membahayakan pengguna jalan.

Warga berharap pemerintah segera melakukan perbaikan sebelum kondisi jalan semakin parah dan berpotensi memicu kecelakaan lalu lintas.

Pantauan Batam Pos, kerusakan cukup parah terlihat mulai dari Jembatan III Barelang menuju Galang. Salah satu titik yang mengalami kerusakan paling serius berada di Pulau Setokok, tepatnya di depan kawasan proyek industri yang berada tidak jauh dari Simpang Balai Perikanan Budidaya Laut (BPBL) Batam.

Di lokasi tersebut, terdapat sejumlah lubang berukuran besar yang memaksa pengendara mengurangi kecepatan. Kondisi ini terutama berisiko bagi pengendara sepeda motor yang harus bermanuver menghindari jalan berlubang.

Warga menduga kerusakan jalan dipicu tingginya intensitas kendaraan proyek bertonase besar yang melintas setiap hari untuk mendukung pembangunan kawasan industri serta kegiatan pematangan lahan di sepanjang jalur Trans Barelang.

Salah seorang warga, Adi, mengatakan kondisi jalan yang rusak sudah mengganggu aktivitas masyarakat.

"Kalau bisa jalan yang rusak ini segera diperbaiki. Jangan sampai semakin parah dan membahayakan pengguna jalan," ujarnya, Jumat (14/8/2026).

Keluhan serupa disampaikan Didi, seorang wisatawan yang melintasi kawasan Barelang. Menurutnya, Jalan Trans Barelang merupakan salah satu akses utama menuju berbagai destinasi wisata unggulan di Batam sehingga kondisinya harus menjadi perhatian pemerintah.

"Karena banyak dilalui wisatawan, seharusnya pemerintah bisa memperhatikannya," katanya.

Didi menilai kerusakan jalan kemungkinan dipengaruhi meningkatnya lalu lintas kendaraan berat yang mengangkut alat berat, material konstruksi, serta tanah hasil land clearing untuk berbagai proyek pengembangan industri di kawasan Barelang.

Jalur Penting Penunjang Proyek Strategis Nasional

Selain menjadi akses menuju destinasi wisata, Jalan Trans Barelang juga memegang peranan penting dalam mendukung pengembangan kawasan Rempang-Galang.

Jalan tersebut menjadi jalur utama menuju sejumlah proyek strategis, di antaranya PSN Rempang Eco-City, Kawasan Industri Wiraraja Green Renewable Energy and Smart-Eco Industrial Park (GESEIP) di Galang, pengembangan Tanjung Banon sebagai pusat ekonomi baru, hingga pembangunan berbagai infrastruktur pendukung seperti jalan, pelabuhan, jaringan air bersih, dan kelistrikan.

Dengan meningkatnya aktivitas pembangunan di kawasan tersebut, masyarakat berharap pemerintah tidak hanya melakukan tambal sulam jalan, tetapi juga mengevaluasi dampak kendaraan bertonase besar terhadap daya tahan Jalan Trans Barelang.

Perbaikan dinilai penting agar mobilitas masyarakat, sektor pariwisata, serta distribusi logistik menuju kawasan industri tetap berjalan lancar dan aman.

Selain itu, warga juga menyoroti kondisi ruas jalan lurus yang pada era Presiden ke-3 RI B.J. Habibie pernah dirancang sebagai alternatif landasan pendaratan darurat pesawat. Jalur yang membentang dari kawasan dekat Gerbang Sembulang hingga mendekati Jembatan V Barelang itu kini dinilai sudah tidak lagi dapat difungsikan karena di sisi kanan dan kiri telah berdiri berbagai bangunan serta terdapat tiang jaringan listrik. (*)

Editor : Putut Ariyo
infrastruktur Batam jalan trans barelang PSN Rempang Rempang Eco City barelang