batampos – Deru mesin speedboat dan kibaran layar sampan akan memeriahkan perairan Belakangpadang dalam gelaran Pacu Laut Penawar Rindu yang menjadi bagian dari peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Kegiatan yang berlangsung pada 15–17 Agustus 2026 ini tidak hanya menghadirkan perlombaan olahraga bahari, tetapi juga menjadi upaya melestarikan tradisi masyarakat pesisir yang telah diwariskan turun-temurun.
Mengusung tema "Indonesia Berdaulat, Adil dan Makmur", seluruh rangkaian lomba dipusatkan di perairan Kecamatan Belakangpadang, Kota Batam.
Speedboat hingga Sampan Layar Ramaikan Perairan
Panitia menyiapkan berbagai kategori perlombaan yang melibatkan perahu tradisional maupun modern.
Cabang yang dipertandingkan meliputi:
- Ketinting
- Lepet
- Sampan dayung
- Speedboat
- Sampan layar
Untuk kategori speedboat dan ketinting, kelas yang diperlombakan antara lain:
- 200 PK Sport Racing
- Speedboat Fiber 15 PK Standar
- Speedboat Fiber 15 PK Racing
- Speedboat Fiber 40 PK Racing
- Ketinting SAF Dalam Racing
- Ketinting (Lepet) Racing
- Sampan Dayung Putri
Sementara pada kategori sampan layar akan diperlombakan kelas awak 5 orang, 7 orang, dan 9 orang.
Perlombaan dimulai pada 15 Agustus dengan nomor ketinting, lepet, dan sampan dayung. Selanjutnya, 16 Agustus menjadi giliran balapan speedboat, sementara babak penyisihan hingga final berlangsung sampai 17 Agustus, bertepatan dengan peringatan Hari Kemerdekaan.
Di hari yang sama, perlombaan sampan layar juga akan digelar, menghadirkan atraksi khas masyarakat pesisir yang mengandalkan keterampilan, strategi, dan kekompakan para peserta.
Tradisi Bahari yang Terus Dilestarikan
Camat Belakangpadang, Abdul Hanafi, mengajak masyarakat ikut menyemarakkan seluruh rangkaian kegiatan sebagai bagian dari perayaan kemerdekaan sekaligus pelestarian budaya bahari.
"Ayo mari kita meriahkan bersama dalam rangka menyambut Hari Kemerdekaan RI ke-81. Kegiatan ini tentu akan menjadi ajang silaturahmi dan hiburan bagi warga. Terima kasih kepada seluruh tokoh masyarakat, termasuk Bapak Hasim, yang telah mendukung penuh acara ini," ujar Hanafi.
Menurutnya, perlombaan laut bukan sekadar ajang kompetisi, tetapi juga menjadi identitas masyarakat Belakangpadang yang harus terus dijaga.
"Perlombaan laut seperti sampan layar dan pompong dompeng adalah bagian dari identitas masyarakat Belakangpadang. Kita jaga dan kita lestarikan," katanya.
Diharapkan Jadi Daya Tarik Wisata
Tokoh masyarakat Belakangpadang, Hasim, berharap tradisi perlombaan laut tetap menjadi agenda rutin yang mampu mempererat silaturahmi sekaligus menghibur masyarakat.
"Tujuan utamanya silaturahmi dan menghibur masyarakat pulau. Mudah-mudahan acara ini berjalan lancar," ujarnya.
Selain menjadi pesta rakyat, Pacu Laut Penawar Rindu juga diharapkan mampu meningkatkan kunjungan wisatawan ke Belakangpadang.
Ramainya pengunjung diperkirakan akan memberikan dampak positif bagi pelaku usaha lokal, mulai dari pedagang kuliner, jasa transportasi laut, hingga pelaku usaha mikro di kawasan tersebut.
Momentum HUT ke-81 RI pun menjadi kesempatan bagi Belakangpadang untuk menampilkan kekayaan budaya maritim kepada masyarakat luas, sekaligus memperkuat posisinya sebagai salah satu destinasi wisata bahari unggulan di Kota Batam. (*)
Editor : Putut Ariyo