batampos – Akses keluar salah satu gang di kompleks ruko Paradise Centre, Kecamatan Lubuk Baja, Kota Batam, terganggu akibat kabel jaringan telekomunikasi yang menjuntai rendah dan melintang di jalur kendaraan, Sabtu (15/8) siang.
Kondisi tersebut membuat kendaraan tidak dapat melintas seperti biasanya. Sejumlah pengendara bahkan terpaksa memutar balik karena posisi kabel yang terlalu rendah.
Pantauan di lokasi, kabel yang semestinya berada di atas dan jauh dari permukaan tanah terlihat menjuntai hingga ke bibir gang. Kabel tersebut membentang dari satu sisi ke sisi lainnya sehingga menghambat akses keluar-masuk kendaraan, terutama kendaraan dengan ukuran cukup tinggi.
Kabel yang mengganggu akses tersebut diketahui bukan jaringan milik PLN, melainkan jaringan telekomunikasi dari sejumlah operator internet yang terpasang di kawasan kompleks ruko tersebut.
Hendra, seorang warga yang berada di lokasi, mengatakan kabel tersebut diduga tersangkut kendaraan besar yang melintas pada Sabtu pagi. Hingga siang hari, kondisi kabel belum ditangani dan masih mengganggu aktivitas pengguna jalan.
“Gara-gara tadi pagi ada truk yang kena kabel. Sampai siang ini masih dibiarkan seperti ini,” ujar Hendra.
Menurut warga, kabel menjuntai akibat tersangkut kendaraan berukuran besar bukan kali pertama terjadi di kawasan tersebut. Kondisi serupa disebut beberapa kali terjadi dan biasanya baru mendapat penanganan setelah adanya keluhan dari pengguna jaringan.
“Sudah beberapa kali kayak gini. Paling nanti ada yang mengeluh jaringannya hilang, baru kabelnya diperbaiki,” katanya.
Warga berharap operator jaringan internet segera melakukan penanganan dan menata kembali kabel yang menjuntai tersebut. Selain menghambat akses kendaraan, posisi kabel yang terlalu rendah juga dinilai berpotensi membahayakan pengendara apabila kembali tersangkut kendaraan.
Penataan jaringan dengan ketinggian yang aman dinilai penting, terutama di jalur yang sering dilalui kendaraan besar. Warga juga berharap kondisi serupa tidak kembali terjadi dan mengganggu aktivitas masyarakat. (*)
Editor : Jamil Qasim