batampos – Realisasi investasi di Kota Batam, Kepulauan Riau (Kepri), hingga Semester I 2026 mencapai Rp38,97 triliun. Capaian tersebut setara 55,67 persen dari target investasi sebesar Rp70 triliun sepanjang 2026 berdasarkan pemantauan metode bottom-up Badan Pengusahaan (BP) Batam.
Kepala BP Batam Amsakar Achmad mengatakan capaian tersebut menunjukkan kepercayaan dunia usaha terhadap Batam terus menguat.
“Kepercayaan dunia usaha terhadap Batam terus menguat. Tugas kita adalah memastikan kepercayaan tersebut dijawab dengan pelayanan yang semakin baik, kepastian berusaha dan pembangunan infrastruktur yang mendukung kebutuhan investor,” ujar Amsakar dalam keterangan resmi yang diterima di Batam, Selasa (18/8/2026).
Menurut Amsakar, peningkatan investasi harus berjalan seiring dengan kepastian berusaha, pelayanan yang cepat, serta pembangunan infrastruktur yang mampu mendukung kebutuhan investor.
Sementara itu, berdasarkan Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM), realisasi investasi Batam pada periode yang sama tercatat sebesar Rp29,89 triliun.
Sebelumnya, realisasi investasi Batam pada Triwulan I 2026 mencapai Rp17,48 triliun atau tumbuh 102,85 persen secara tahunan. Pertumbuhan tersebut jauh melampaui pertumbuhan investasi nasional yang tercatat sebesar 7,2 persen.
Investasi Dorong Penyerapan Tenaga Kerja
Amsakar menegaskan, keberhasilan investasi tidak cukup hanya diukur dari nilai modal yang masuk. Hal yang lebih penting adalah memastikan investasi tersebut benar-benar terealisasi dalam bentuk proyek, membuka lapangan kerja, mendorong pertumbuhan industri, dan memberikan dampak berganda (multiplier effect) bagi perekonomian Batam.
“Kita tidak boleh berhenti pada angka. Yang paling penting adalah bagaimana investasi ini terus bergerak, proyeknya terealisasi, lapangan kerja tercipta, industri berkembang, dan memberikan multiplier effect bagi ekonomi Batam,” katanya.
Dampak tersebut mulai terlihat dari peningkatan jumlah tenaga kerja seiring sejumlah investasi memasuki tahap produksi.
Jumlah tenaga kerja yang terserap meningkat dari 30.979 orang pada Semester I 2025 menjadi 40.943 orang pada Semester I 2026.
Dengan demikian, terdapat tambahan 9.964 tenaga kerja atau tumbuh 32,16 persen dalam setahun.
Pelayanan Jadi Kunci Kepercayaan Investor
Wakil Kepala BP Batam Li Claudia Chandra mengatakan peningkatan investasi harus diimbangi dengan peningkatan kualitas pelayanan kepada dunia usaha.
Menurutnya, investor membutuhkan kepastian sejak tahap awal investasi hingga proyek dapat beroperasi dan berkembang.
“Pelayanan publik harus cepat, kolaborasi lintas instansi juga semakin kuat, serta berbagai hambatan investasi diselesaikan secara cepat dan terukur. Ini menjadi faktor penting untuk memberikan kepastian dan kenyamanan bagi investor,” ujar Li Claudia.
Ia menegaskan BP Batam bersama seluruh pemangku kepentingan akan terus memperkuat koordinasi agar berbagai kebutuhan dan kendala yang dihadapi investor dapat direspons secara cepat.
“Kita ingin investor tidak hanya datang ke Batam, tetapi juga merasa nyaman untuk berkembang dan melakukan ekspansi di Batam,” katanya.
Dengan capaian Semester I tersebut, BP Batam optimistis target investasi Rp70 triliun pada 2026 dapat terus dikejar melalui percepatan realisasi proyek, peningkatan pelayanan, serta penguatan infrastruktur dan iklim investasi di Batam. (*)
Editor : Jamil Qasim