Ekspor Perikanan Batam ke Singapura Capai 3.678 Ton, Nilainya Rp125 Miliar

Antara • Dipublikasikan Rabu, 19 Agustus 2026 | 17:31 WIB
Nelayan tradisional sedang memancing di perairan Batam, Kepri. ANTARA/Amandine Nadja
Nelayan tradisional sedang memancing di perairan Batam, Kepri. ANTARA/Amandine Nadja

batampos – Ekspor komoditas perikanan Kota Batam, Kepulauan Riau (Kepri), ke Singapura mencapai 3.678 ton dengan nilai Rp125 miliar sepanjang Januari hingga Mei 2026.

Capaian tersebut setara sekitar 45 persen dari target nilai ekspor perikanan Batam yang ditetapkan sebesar Rp280 miliar pada tahun ini. Sementara dari sisi volume, realisasi ekspor telah mencapai sekitar 53 persen dari target 7.000 ton.

Kepala Dinas Perikanan (Diskan) Kota Batam Yudi Admajianto mengatakan pemerintah menargetkan ekspor komoditas perikanan Batam pada 2026 mencapai 7.000 ton dengan nilai transaksi sekitar Rp280 miliar.

“Data yang kami terima sampai Mei sudah mencapai 3.678 ton dengan nilai ekspor Rp125 miliar. Kalau dibandingkan target nilai Rp280 miliar, sudah sekitar 45 persen,” kata Yudi saat dihubungi di Batam, Rabu.

Menurut dia, data ekspor tersebut mengacu pada catatan Badan Karantina Indonesia. Komoditas perikanan Batam dikirim ke Singapura melalui sejumlah pelabuhan, di antaranya Pelabuhan Belakang Padang, Tanjung Riau, dan Sagulung.

Beragam komoditas perikanan bernilai ekonomi tinggi menjadi produk ekspor Batam. Di antaranya kerapu, kakap, tenggiri, kaci, dingkis, udang vaname, sotong, kepiting atau rajungan, hingga lobster.

“Tujuan ekspor komoditas ikan Kota Batam seluruhnya ke Singapura,” ujarnya.

Didominasi Hasil Tangkapan Nelayan

Yudi menjelaskan, sebagian besar komoditas tersebut berasal dari hasil tangkapan nelayan tradisional di perairan sekitar Batam, termasuk wilayah Belakang Padang, Bulang, dan Galang.

Karakteristik perairan Batam yang didominasi laut dangkal dan kawasan terumbu karang turut memengaruhi jenis ikan yang menjadi komoditas unggulan daerah.

“Perairan Batam umumnya laut dangkal dan perairan karang. Ikannya seperti ikan karang, kakap, kerapu, kaci, dingkis dan lainnya,” katanya.

Dengan realisasi ekspor hingga Mei yang telah mencapai lebih dari separuh target volume, Yudi optimistis target yang ditetapkan untuk sepanjang 2026 dapat tercapai.

“Kami optimistis akhir tahun tercapai. Mudah-mudahan tidak ada kendala, baik faktor cuaca maupun operasional,” ujarnya.

Sebagai pembanding, ekspor komoditas perikanan Batam sepanjang 2025 mencapai 6.406 ton dengan nilai Rp263 miliar. Capaian tersebut melampaui target nilai ekspor yang ditetapkan sebesar Rp250 miliar.

“Tahun lalu volume dan nilai ekspor melampaui target. Kami targetkan naik di tahun 2026 karena menimbang faktor bantuan alat tangkap dan mesin kapal dari dinas kepada nelayan yang diharapkan meningkatkan produktivitas,” kata Yudi.

Peningkatan produktivitas nelayan dan dukungan sarana penangkapan ikan diharapkan dapat menjaga pasokan komoditas perikanan Batam sekaligus memperkuat ekspor ke pasar Singapura hingga akhir tahun. (*)

Editor : Jamil Qasim
Ekspor Perikanan Batam Nilainya Rp125 Miliar