Bareskrim Gerebek Sejumlah Lokasi di Batam, Kapolda Kepri Tegaskan Tetap Terkoordinasi

Abdul Azis Maulana • Dipublikasikan Kamis, 20 Agustus 2026 | 15:36 WIB
Kapolda Kepri, Irjen Pol Asep Syafrudin saat memberi sambutan dalam acara Coffee Morning bersama insan pers di Gedung Bhayangkari, Mapolda Kepri, Nongsa, kemarin. F Cecep Mulyana/Batam Pos
Kapolda Kepri, Irjen Pol Asep Syafrudin saat memberi sambutan dalam acara Coffee Morning bersama insan pers di Gedung Bhayangkari, Mapolda Kepri, Nongsa, kemarin. F Cecep Mulyana/Batam Pos

 
batampos - Kapolda Kepulauan Riau Irjen Pol Asep Safrudin menepis anggapan bahwa Polda Kepri kecolongan setelah Bareskrim Polri melakukan sejumlah penindakan di Batam. Ia menegaskan operasi tersebut merupakan bagian dari mekanisme kerja kepolisian yang berjenjang dan tetap terkoordinasi.

Penindakan Bareskrim dalam beberapa pekan terakhir menyasar sejumlah tempat hiburan malam, aktivitas perjudian, hingga lokasi yang diduga berkaitan dengan aset terduga pelaku. Menurut Asep, keberadaan personel Mabes Polri di wilayah hukum Polda Kepri bukan sesuatu yang luar biasa.

“Semua itu adalah salah satu kekuatan kepolisian. Tidak ada kegiatan-kegiatan itu yang tidak terkoordinasi. Apalagi tidak terintegrasi,” kata Asep, Kamis (20/8).

Ia menjelaskan, Bareskrim, Baharkam maupun Korps Samapta memiliki wilayah kerja yang mencakup seluruh Indonesia. Karena itu, setiap satuan dapat melakukan penindakan sesuai kewenangan, kemampuan dan kebutuhan di lapangan.

“Bareskrim itu wilayah tugasnya seluruh Indonesia. Dari Sabang sampai Merauke,” ujarnya.

Baca Juga: Marak Isu di Media Sosial, Polisi Minta Warga Batam Tak Mudah Terpancing

Asep menegaskan operasi Bareskrim di Batam tidak berarti Polda Kepri kehilangan kendali atau tidak mengetahui aktivitas yang ditindak.

“Tidak ada isu kecolongan,” tegasnya.

Menurut Asep, koordinasi antara Mabes Polri dan Polda Kepri tetap berjalan. Namun, mekanisme serta teknis koordinasi tersebut tidak dapat disampaikan secara terbuka karena merupakan bagian dari kegiatan kepolisian.

“Mereka polisi, kita polisi. Jadi terkoordinir, terkoordinasi dan terkomunikasikan seluruhnya,” katanya.

Ia juga memastikan Polda Kepri akan terus melakukan penegakan hukum terhadap berbagai tindak pidana. Pengungkapan kasus narkotika, termasuk sabu dan ekstasi, serta tindak pidana lainnya akan tetap menjadi bagian dari tugas kepolisian.

“Ke depannya juga pasti kita akan melakukan hal yang sama. Melakukan penegakan hukum terhadap pidana-pidana yang muncul di permukaan,” ujarnya.

Asep meminta masyarakat Kepri tidak resah dengan rangkaian operasi penegakan hukum yang dilakukan aparat. Ia mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak mudah menganggap operasi tersebut sebagai persoalan antarlembaga.

“Masyarakat Kepri yang tidak melakukan perbuatan melawan hukum, tenang. Takut bagi yang melanggar hukum. Yang tidak, jangan ada takut,” kata Asep. (*)

Editor : Yofi Yuhendri
Penindakan Tegas Bareskrim Polri perjudian thm polda kepri