batampos — Pemerintah Kota (Pemko) Batam menyiapkan pembangunan tiga koridor jalan lingkar dengan total panjang sekitar 43,14 kilometer. Proyek yang dirancang membentang di bagian selatan, utara, dan tengah Batam tersebut membutuhkan estimasi anggaran sekitar Rp799,5 miliar.
Rencana pembangunan ini disiapkan untuk membuka konektivitas baru antarkawasan sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap sejumlah ruas jalan utama yang selama ini menjadi jalur pergerakan masyarakat dan aktivitas ekonomi.
Tiga koridor tersebut terdiri atas Lingkar Selatan sepanjang 10,075 kilometer, Lingkar Utara 14,508 kilometer, dan Lingkar Tengah 18,558 kilometer.
Dokumen rencana pembangunan jalan lingkar yang disusun Pemko Batam melalui Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA) mencantumkan estimasi kebutuhan anggaran untuk masing-masing koridor.
Lingkar Selatan diperkirakan membutuhkan anggaran Rp183,32 miliar dengan panjang trase 10,075 kilometer.
Jalur tersebut antara lain menghubungkan Simpang Sei Pancur–Simpang Kampung Bagan–Waduk Duriangkang, kemudian berlanjut ke Jalan Waduk Duriangkang sisi laut, Jembatan Waduk Duriangkang sisi laut, hingga kawasan Waduk Duriangkang–Simpang Bumi Perkemahan.
Sementara itu, Lingkar Utara menjadi koridor dengan panjang 14,508 kilometer. Estimasi anggarannya mencapai Rp260,42 miliar.
Rute Lingkar Utara dirancang menghubungkan sejumlah kawasan, mulai dari Simpang Golden Prawn, Bundaran Ocarina, Gedung Sumatera, Central Boulevard, Botania Garden, hingga Simpang Kaveling Sambau.
Adapun koridor terpanjang adalah Lingkar Tengah dengan rencana trase 18,558 kilometer. Kebutuhan anggarannya diperkirakan mencapai Rp355,76 miliar.
Jalur tersebut dirancang menghubungkan kawasan Simpang Kantor Lurah Kibing, Jalan Diponegoro, Tiban Housing, Tiban Indah, Tanjung Uma, hingga Pondok Pelangi.
Jika ketiga koridor dijumlahkan, panjang jalan lingkar yang direncanakan mencapai sekitar 43,14 kilometer, dengan total estimasi anggaran sekitar Rp799,5 miliar.
Wali Kota Batam sekaligus Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam, Amsakar Achmad, mengatakan pembangunan jalan lingkar dibutuhkan untuk memperkuat jaringan jalan sekaligus membuka konektivitas baru di sejumlah kawasan.
“Kita ingin pembangunan jalan tidak hanya berorientasi pada membuka akses, tetapi juga membangun konektivitas antarkawasan. Jalan lingkar ini menjadi bagian dari upaya kita menyiapkan infrastruktur Batam untuk kebutuhan masyarakat dan perkembangan kota ke depan,” kata Amsakar.
Namun, pembangunan puluhan kilometer jalan tersebut tidak akan dilakukan sekaligus. Pemko Batam menyiapkannya secara bertahap dengan mempertimbangkan kesiapan perencanaan, kemampuan anggaran, serta pembagian kewenangan antara Pemko Batam dan BP Batam.
Dalam rencana pelaksanaan yang disusun DBMSDA Batam, pembangunan jalan lingkar ditargetkan terealisasi 3,5 kilometer pada 2026. Target tersebut kemudian meningkat menjadi 4,767 kilometer pada 2027.
Dengan demikian, target pembangunan dalam dua tahun pertama baru sekitar 8,267 kilometer dari total trase 43,14 kilometer yang direncanakan.
Amsakar mengatakan pembangunan konektivitas membutuhkan perencanaan dan kolaborasi. Karena itu, pemerintah tidak ingin memaksakan seluruh proyek dibangun sekaligus tanpa memperhitungkan kemampuan pembiayaan.
“Pembangunan ini membutuhkan perencanaan dan kolaborasi. Karena itu, kita akan melaksanakannya secara bertahap sesuai kemampuan dan prioritas. Yang terpenting, arah pembangunannya jelas dan manfaatnya bisa dirasakan masyarakat,” ujarnya.
Menurut Amsakar, pembangunan jalan lingkar bukan semata proyek untuk membuka ruas jalan baru. Infrastruktur tersebut dirancang untuk memperpendek waktu tempuh, membuka akses menuju kawasan yang berkembang, sekaligus memperkuat hubungan antarkawasan di Batam.
Batam terus mengalami pertumbuhan kawasan permukiman, industri, perdagangan, pariwisata, dan pusat kegiatan baru. Pertumbuhan tersebut membuat kebutuhan terhadap jaringan jalan yang terhubung semakin besar.
“Infrastruktur harus mengikuti perkembangan itu. Kita ingin konektivitas semakin baik sehingga masyarakat lebih mudah bergerak dan kegiatan ekonomi dapat tumbuh di berbagai kawasan,” tutur Amsakar.
Dengan total estimasi anggaran hampir Rp800 miliar, pembangunan tiga jalan lingkar tersebut akan menjadi salah satu proyek infrastruktur besar Pemko Batam. (*)
Editor : Jamil Qasim