batampos - Pemilu 2029 memang masih tiga tahun lagi. Namun, Partai Golkar Kota Batam mulai menyusun peta pertarungan sejak sekarang. Targetnya bukan sekadar mempertahankan kursi yang sudah dimiliki, tetapi juga merebut kembali dua kursi DPRD Kota Batam yang lepas pada pemilihan sebelumnya.
Dua kursi tersebut menjadi pekerjaan rumah utama kepengurusan baru Golkar Batam. Sasarannya berada di Daerah Pemilihan (Dapil) 5 dan Dapil 6.
Ketua DPD Partai Golkar Provinsi Kepulauan Riau Ade Angga mengatakan, target tersebut telah disampaikan secara khusus kepada kepengurusan Golkar Batam yang baru. Selain mempertahankan perolehan kursi saat ini, partai diminta mengembalikan dua kursi yang hilang sebelumnya.
“Target kita pada Pemilu 2029 adalah mempertahankan jumlah kursi yang ada di DPRD Kota Batam, ditambah mengembalikan dua kursi yang hilang sebelumnya,” kata Ade Angga usai Musyawarah Daerah (Musda) IX Partai Golkar Kota Batam di Ballroom VIP C Golden Prawn 933, Bengkong, Selasa (25/8).
Baca Juga: Dispar Batam: Penutupan THM Tak Pengaruhi Kunjungan Wisman
Menurut dia, jalan menuju target tersebut dimulai dari pembenahan internal. Musda menjadi pintu masuk untuk menyusun kembali kekuatan partai hingga ke tingkat paling bawah.
Ade mengatakan, Musyawarah Kecamatan (Muscam) ditargetkan selesai paling lambat 30 Oktober 2026. Setelah itu, Golkar Batam akan melanjutkan penataan struktur melalui Musyawarah Kelurahan (Muskel) yang ditargetkan rampung paling lambat 30 Desember 2026.
Di Batam, kata dia, konsolidasi struktur cukup dilakukan hingga tingkat kelurahan karena daerah ini tidak memiliki pemerintahan desa.
“Ini saatnya kita konsolidasi. Sekarang kita melaksanakan musyawarah daerah di tingkat kota. Paling lambat 30 Oktober, musyawarah di tingkat kecamatan harus selesai. Kemudian paling lambat 30 Desember, musyawarah di tingkat kelurahan juga harus selesai,” ujar Ade.
Pergantian kepengurusan di tingkat bawah itu bukan semata urusan administrasi organisasi. Golkar berharap struktur baru melahirkan energi baru bagi mesin partai yang akan bekerja hingga menjelang Pemilu 2029.
Menurut Ade, kekuatan partai sangat bergantung pada soliditas organisasi di akar rumput. Karena itu, konsolidasi hingga tingkat kecamatan dan kelurahan dipandang sebagai tahap awal untuk memulihkan sekaligus memperluas basis dukungan.
“Dengan adanya struktur baru dan semangat baru, kita yakin dan percaya, dengan solidnya Partai Golkar, kita akan siap menghadapi 2029,” katanya.
Strategi berikutnya bahkan telah disiapkan sebelum tahapan resmi Pemilu dimulai. Pada awal 2027, Golkar Batam berencana mulai menyiapkan figur-figur yang disebut sebagai “caleg bayangan” di masing-masing daerah pemilihan.
Figur-figur tersebut akan diproyeksikan lebih awal agar para fungsionaris dan calon potensial tidak baru bergerak ketika pesta demokrasi sudah dekat. Mereka diharapkan mulai membangun komunikasi dan bekerja di tengah masyarakat jauh sebelum masa kampanye.
“Di awal 2027, sesuai target Partai Golkar, kita sudah akan memulai caleg di masing-masing dapil. Caleg bayangan itu kita mulai supaya para fungsionaris Partai Golkar sudah mulai bekerja di tengah-tengah masyarakat,” ujar Ade.
Baca Juga: Wulan Guritno Raih Penghargaan di Festival Film Bandung 2026, Ini Perannya
Musda IX Golkar Batam sendiri, menurut Ade, tetap mempertahankan tradisi pengambilan keputusan melalui musyawarah mufakat. Ia mengatakan, empat Musda yang sebelumnya telah digelar di tingkat kabupaten dan kota di Kepri juga berlangsung tanpa pemilihan langsung dan menghasilkan keputusan secara aklamasi.
“Sebagaimana yang saya sampaikan saat pembukaan, musyawarah ini kita arahkan untuk dilaksanakan secara musyawarah mufakat,” katanya.
Dengan tenggat konsolidasi hingga akhir 2026 dan persiapan calon legislatif yang akan dimulai pada awal 2027, Golkar Batam mencoba memulai persiapan menuju Pemilu 2029 lebih dini. Targetnya jelas, mempertahankan kursi yang telah dimiliki sekaligus merebut kembali dua kursi yang hilang. (*)
Editor : Yofi Yuhendri