Nelayan Batam Dapat Fasilitas Baru, Kemenkop Siapkan Cold Storage hingga Kapal Tenaga Surya

Antara • Dipublikasikan Rabu, 26 Agustus 2026 | 06:59 WIB
Kapal tenaga surya yang diberikan kepada masyarakat Pulau Sembur oleh pihak PT Pertamina (Persero) di Batam, Kepri, Selasa (25/8/2026). (ANTARA/Angiela)
Kapal tenaga surya yang diberikan kepada masyarakat Pulau Sembur oleh pihak PT Pertamina (Persero) di Batam, Kepri, Selasa (25/8/2026). (ANTARA/Angiela)

batampos – Kementerian Koperasi (Kemenkop) memperkuat pemberdayaan nelayan di Pulau Sembur, Kota Batam, Kepulauan Riau, melalui pengembangan ekosistem perikanan yang terintegrasi. Program ini mencakup penyediaan pabrik es, cold storage, kapal nelayan tenaga surya, hingga rencana pembangunan stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) khusus nelayan.

Asisten Deputi Kemitraan Kemenkop, Leonardi Pratama, mengatakan berbagai fasilitas tersebut menjadi fondasi penting untuk meningkatkan nilai tambah sektor perikanan sekaligus memperkuat peran koperasi sebagai penggerak ekonomi masyarakat pesisir.

"Keberadaan listrik, pabrik es, dan cold storage menjadi modal dasar yang sangat besar bagi nelayan dan koperasi. Ke depan juga akan dibangun SPBU khusus nelayan di Galang Baru," kata Leonardi di Batam, Selasa.

Menurutnya, seluruh fasilitas itu akan membentuk rantai usaha yang saling terhubung. Koperasi Kelurahan Merah Putih Galang Baru akan berperan sebagai pengelola, mulai dari penyedia kebutuhan nelayan hingga penyimpanan hasil tangkapan.

Kemenkop berharap ekosistem tersebut mampu meningkatkan kesejahteraan nelayan sekaligus membuka lapangan pekerjaan baru bagi masyarakat sekitar. Pendapatan yang dihasilkan juga diharapkan terus berputar melalui koperasi sehingga menciptakan ekonomi lokal yang berkelanjutan.

"Ekosistem ini akan menciptakan lapangan kerja baru sehingga nelayan dan anggota koperasi memiliki penghasilan yang lebih baik. Pendapatan tersebut nantinya kembali diputar melalui koperasi," ujarnya.

Leonardi menambahkan, koperasi tidak hanya berfungsi sebagai agregator dan konsolidator hasil tangkapan, tetapi juga menjadi bagian penting dari pengembangan usaha perikanan yang terintegrasi.

Sementara itu, Wakil Direktur Utama PT Pertamina (Persero), Oki Muraza, menilai fasilitas produksi es dan cold storage hasil kolaborasi Pertamina dan Kemenkop menjadi kebutuhan utama bagi kampung nelayan.

Menurut Oki, mesin pembuat es yang telah beroperasi mampu memproduksi hingga dua ton es per hari. Kapasitas tersebut dinilai tidak hanya mencukupi kebutuhan nelayan setempat, tetapi juga berpotensi memasok kebutuhan ke pulau-pulau lain di sekitarnya.

Selain itu, keberadaan cold storage memungkinkan nelayan menyimpan hasil tangkapan lebih lama sehingga memiliki fleksibilitas dalam menentukan waktu penjualan dan memperoleh harga yang lebih baik, terutama untuk komoditas bernilai tinggi seperti ikan kerapu dan rajungan.

Dalam pengembangan teknologi ramah lingkungan, Kemenkop juga tengah menyiapkan kapal nelayan bertenaga surya sebagai proyek percontohan. Pada tahap awal, kapal tersebut direncanakan digunakan untuk mendukung distribusi es ke wilayah kepulauan.

Leonardi menjelaskan, fasilitas tersebut nantinya akan menjadi bagian dari unit usaha Koperasi Kelurahan Galang Baru yang terintegrasi dengan pengelolaan dan perawatan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dalam program nasional PLTS 100 gigawatt peak (GWp).

Di sisi lain, Sekretaris Daerah Provinsi Kepulauan Riau, Misni, menyatakan pemerintah daerah siap berkolaborasi untuk mengoptimalkan pemanfaatan seluruh fasilitas yang telah tersedia.

Ia menyebut sekitar 90 persen masyarakat Pulau Sembur berprofesi sebagai nelayan sehingga dukungan infrastruktur, mulai dari listrik hingga sarana penunjang perikanan, diharapkan mampu meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan masyarakat pesisir secara berkelanjutan. (*)

Editor : Putut Ariyo
Kemenkop Pulau Sembur Cold Storage nelayan batam kepulauan riau