Kemenpar Dorong Penerbangan ke Destinasi Wisata, Kepri Jadi Prioritas Wisman

Antara • Dipublikasikan Kamis, 27 Agustus 2026 | 06:51 WIB

Citilink resmi melayani penerbangan langsung Batam–Yogyakarta setiap hari mulai 1 Juli 2026 melalui Bandara Internasional Hang Nadim.  F. Antara
Citilink resmi melayani penerbangan langsung Batam–Yogyakarta setiap hari mulai 1 Juli 2026 melalui Bandara Internasional Hang Nadim. F. Antara

batampos - Kementerian Pariwisata (Kemenpar) terus memperkuat konektivitas penerbangan sebagai upaya mendukung pertumbuhan sektor pariwisata nasional. Langkah tersebut dilakukan melalui koordinasi intensif dengan Kementerian Perhubungan, pelaku industri penerbangan, serta berbagai mitra strategis di dalam dan luar negeri.

Juru Bicara Kementerian Pariwisata, Imam Priyono, mengatakan peningkatan konektivitas udara menjadi salah satu fokus pemerintah untuk mempermudah akses wisatawan mancanegara (wisman) menuju berbagai destinasi unggulan di Indonesia.

"Kementerian Pariwisata bersama Kementerian Perhubungan melakukan komunikasi secara intens dengan pemangku kepentingan dan pelaku industri penerbangan dalam negeri maupun mancanegara untuk meningkatkan konektivitas penerbangan dari negara-negara sumber wisatawan ke destinasi unggulan di Indonesia," kata Imam, Rabu (26/8/2026).

Kepri Masuk Destinasi Prioritas

Imam menjelaskan, penguatan konektivitas dilakukan di seluruh wilayah Indonesia, terutama pada 10 Destinasi Pariwisata Prioritas (DPP) serta tiga destinasi regeneratif, yakni Bali, Great Jakarta, dan Kepulauan Riau (Kepri).

Ketiga wilayah tersebut dinilai memiliki peran strategis sebagai pintu masuk utama wisatawan mancanegara ke Indonesia.

Menurut Kemenpar, transportasi udara menjadi tulang punggung sektor pariwisata karena sekitar 70 persen wisatawan mancanegara memasuki Indonesia melalui jalur penerbangan.

Kolaborasi dengan Garuda Indonesia

Salah satu langkah yang telah dilakukan pemerintah adalah memperkuat kerja sama dengan Garuda Indonesia, InJourney, serta sejumlah kementerian dan lembaga.

Melalui program Inbound Connectivity, Garuda Indonesia menawarkan tiket domestik lanjutan tanpa biaya tambahan bagi wisatawan mancanegara yang telah memiliki tiket perjalanan pulang-pergi. Program tersebut memungkinkan wisatawan melanjutkan perjalanan dari Jakarta atau Bali menuju berbagai destinasi wisata di Indonesia dengan lebih mudah.

Peran Bandara Hub Sangat Penting

Imam menuturkan, sebagai negara kepulauan, Indonesia memiliki tantangan tersendiri dalam membangun konektivitas penerbangan.

Tidak semua destinasi wisata unggulan memiliki penerbangan langsung (point-to-point) dari negara asal wisatawan. Karena itu, keberadaan bandara penghubung (hub) menjadi sangat penting untuk menghubungkan penerbangan internasional dengan destinasi akhir di berbagai daerah.

"Untuk itu dibutuhkan bandara penghubung sebagai titik transit yang mengantarkan wisatawan menuju destinasi wisata unggulan di Indonesia," ujarnya.

Jaga Harga Tiket Tetap Terjangkau

Selain meningkatkan konektivitas, pemerintah juga berupaya menjaga keberlanjutan industri penerbangan nasional agar harga tiket pesawat domestik tetap terjangkau.

Kementerian Pariwisata bersama Kementerian Perhubungan terus berdiskusi dengan maskapai penerbangan guna menjaga keseimbangan ekosistem industri penerbangan sekaligus mendukung pertumbuhan sektor pariwisata nasional.

Langkah tersebut diharapkan dapat mendorong masyarakat lebih banyak melakukan perjalanan wisata di dalam negeri, sejalan dengan kampanye #BanggaBerwisatadiIndonesia, sekaligus meningkatkan daya saing destinasi wisata nasional di mata wisatawan mancanegara. (*)

Editor : Putut Ariyo
Kementerian Pariwisata Wisata Indonesia kepulauan riau wisatawan mancanegara penerbangan