Jalan Gajah Mada Batam Masih Ditutup, Pengendara Lewat Trotoar karena Proyek Belum Rampung

Jamaluddin Lobang • Dipublikasikan Kamis, 27 Agustus 2026 | 10:43 WIB
Kendaraan roda dua dan roda empat melintasi trotoar pejalan kaki di Jalan Gajah Mada, Batam, Kamis (27/8). Penutupan sebagian ruas jalan akibat proyek perbaikan membuat pengendara menggunakan trotoar sebagai jalur alternatif. F. Jamaluddin/Batam Pos
Kendaraan roda dua dan roda empat melintasi trotoar pejalan kaki di Jalan Gajah Mada, Batam, Kamis (27/8). Penutupan sebagian ruas jalan akibat proyek perbaikan membuat pengendara menggunakan trotoar sebagai jalur alternatif. F. Jamaluddin/Batam Pos

batampos – Penutupan sebagian ruas Jalan Gajah Mada, tepatnya di segmen Southlink–Universitas Internasional Batam (UIB), masih berlangsung hingga Kamis (27/8/2026). Meski proyek perbaikan jalan belum rampung, aktivitas pekerja di lokasi justru tidak terlihat, sehingga memicu pertanyaan dari para pengguna jalan.

Pantauan di lapangan menunjukkan pagar seng biru masih menutup sebagian badan jalan. Kondisi tersebut membuat pengendara sepeda motor hingga mobil memilih melintasi trotoar sebagai jalur alternatif untuk menghindari ruas jalan yang masih ditutup.

Trotoar yang seharusnya diperuntukkan bagi pejalan kaki berubah fungsi menjadi akses kendaraan. Puluhan kendaraan terlihat bergerak dari depan Perumahan Sandona menuju kawasan UIB melalui jalur tersebut.

Di beberapa titik, kendaraan harus melaju perlahan dan bergantian karena ruang yang terbatas. Situasi ini menyebabkan arus lalu lintas tetap tersendat di salah satu jalur utama yang menghubungkan Sekupang, Tiban, Batam Centre, Nagoya, hingga Batuampar.

Proyek Berlangsung Sebulan, Aktivitas Pekerja Tidak Terlihat

Perbaikan Jalan Gajah Mada telah berlangsung sekitar satu bulan sejak dimulai pada 25 Juli 2026. Selama pengerjaan, sebagian akses jalan ditutup sehingga memengaruhi mobilitas masyarakat.

Meski kemacetan tidak lagi separah pada awal proyek, penyempitan akses masih menyebabkan antrean kendaraan, terutama di sekitar Perumahan Sandona dan kawasan UIB.

Di lokasi, sedikitnya tiga titik pekerjaan masih belum selesai. Aspal dan konstruksi jalan masih dalam tahap perbaikan, sementara pagar seng tetap menutup akses kendaraan.

Namun, pengguna jalan mengaku tidak melihat adanya aktivitas pengerjaan dalam beberapa hari terakhir.

"Ini sudah satu minggu tidak ada yang kerja, tapi akses tetap ditutup," ujar Ali, seorang pengemudi ojek online yang ditemui usai mengantar mahasiswa ke UIB.

Menurutnya, penutupan jalan memaksa pengendara mengubah rute perjalanan. Bahkan pada waktu tertentu, akses alternatif juga sempat ditutup sehingga pengendara harus memutar dengan jarak tempuh yang lebih jauh.

"Kadang harus putar balik. Kalau semua akses ditutup, perjalanan jadi lebih jauh," katanya.

Trotoar Jadi Jalur Alternatif

Pantauan pada Kamis pagi memperlihatkan trotoar menjadi pilihan utama pengendara untuk melintas. Sepeda motor mendominasi jalur tersebut, namun sejumlah mobil juga terlihat mengikuti arus kendaraan melalui trotoar di depan Perumahan Sandona hingga kawasan UIB.

Kondisi ini menggambarkan dilema yang dihadapi masyarakat. Di satu sisi, proyek rekonstruksi belum selesai dan sebagian ruas jalan masih ditutup. Di sisi lain, aktivitas warga tetap harus berjalan setiap hari.

Padahal, proyek rekonstruksi Jalan Gajah Mada sebelumnya ditargetkan selesai dalam waktu empat pekan.

Rekonstruksi Jalan Dilakukan Secara Menyeluruh

Sebelumnya, BP Batam menjelaskan bahwa pekerjaan di ruas Jalan Gajah Mada bukan sekadar penambalan aspal. Rekonstruksi meliputi pembongkaran beton yang rusak, perbaikan dan pemadatan lapisan pondasi, pengecoran ulang menggunakan beton bertulang, hingga pengaspalan kembali.

Direktur Diseminasi Informasi dan Hubungan Antar Lembaga BP Batam, Sthefani Barlian, mengatakan proyek tersebut bertujuan meningkatkan kualitas infrastruktur jalan agar lebih aman dan nyaman digunakan masyarakat.

"Perbaikan jalan ini untuk memastikan masyarakat mendapatkan akses jalan yang lebih aman, nyaman, dan mendukung kelancaran aktivitas sehari-hari," ujarnya.

Ia menambahkan BP Batam terus memantau perkembangan pekerjaan di sejumlah titik, termasuk ruas Jalan Gajah Mada segmen Southlink–UIB.

"Untuk pekerjaan yang masih berjalan, kami mohon dukungan dan kesabaran masyarakat. Kami memahami bahwa proses perbaikan dapat memengaruhi mobilitas, namun seluruh tahapan ini merupakan bagian dari upaya menghadirkan infrastruktur Batam yang semakin baik," katanya.

BP Batam juga memastikan akan terus mengawal penyelesaian proyek rekonstruksi Jalan Gajah Mada di segmen Southlink–UIB atau ruas Pura Agung Amertha Buana hingga Taman Kota. (*)

 

Editor : Putut Ariyo
Jalan Gajah Mada Kemacetan Batam bp batam batam infrastruktur