batanpos - Polda Kepulauan Riau membagi wilayah penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) ke dalam sejumlah zona. Pembagian tersebut ditujukan untuk mempercepat pergerakan personel ketika kebakaran terjadi di tengah kondisi cuaca kering yang dipengaruhi fenomena El Nino.
Kepala Bidang Humas Polda Kepri Komisaris Besar Nona Pricillia Ohei mengatakan, pola penanganan tersebut telah disiapkan setelah sejumlah wilayah mengalami kebakaran lahan dalam beberapa waktu terakhir. Tim gabungan yang terdiri atas Polri, pemadam kebakaran, dan TNI disiapkan untuk bergerak cepat ke lokasi.
"Tim secara cepat sudah melakukan pemadaman, tim gabungan, baik dari Polri, kemudian Damkar, kemudian TNI," kata Nona, Kamis (27/8).
Menurut dia, pembagian zona bukan langkah yang baru dilakukan ketika kebakaran muncul. Pemetaan wilayah telah disiapkan pimpinan bersama tim di lapangan agar respons terhadap titik api dapat dilakukan lebih cepat.
Nona mengatakan, Polda Kepri belum menambah personel secara khusus di sejumlah wilayah. Namun, kepolisian telah menyiapkan personel cadangan apabila kondisi di lapangan membutuhkan penguatan.
Baca Juga: Damkar Batam Ingatkan Warga, Satu Api Kecil Bisa Jadi Bencana Besar
Di sisi lain, setiap kejadian kebakaran lahan atau hutan akan diikuti penyelidikan. Polisi tidak hanya berfokus pada pemadaman, tetapi juga menelusuri penyebab kebakaran dan kemungkinan adanya unsur pidana.
"Setiap peristiwa kebakaran atau terbakarnya lahan di suatu tempat atau lokasi, itu disertai dengan penyelidikan oleh tim dari Polda Kepri," ujar Nona.
Ia tidak merinci teknis penyelidikan yang dilakukan kepolisian. Namun, Nona memastikan aspek pidana menjadi bagian yang diperiksa dalam setiap peristiwa kebakaran.
Langkah pencegahan juga diarahkan kepada masyarakat. Polda Kepri terus menyampaikan imbauan melalui media sosial agar warga tidak zonamembakar sampah sembarangan ataupun membuang puntung rokok yang masih menyala.
Kondisi cuaca kering membuat api lebih mudah menyebar dan memperbesar risiko kebakaran lahan. Karena itu, menurut Nona, kewaspadaan masyarakat menjadi bagian penting dalam mencegah karhutla.
"Karena sekarang kondisinya adalah El Nino, itu sangat berbahaya. Jadi beri perhatian, kerja sama dari masyarakat," katanya.
Polda Kepri mengingatkan penanganan karhutla tidak hanya bergantung pada kecepatan aparat memadamkan api. Pencegahan dari sumber api menjadi kunci agar kebakaran tidak meluas, sementara setiap kejadian tetap diperiksa untuk memastikan apakah terdapat pelanggaran hukum. (*)
Editor : Yofi Yuhendri