UT Batam Perkuat SALUT, Perluas Akses Pendidikan Tinggi di Kepri

M Tahang • Dipublikasikan Jumat, 28 Agustus 2026 | 19:45 WIB
Wakil Rektor UT Bidang Sistem Informasi, Layanan Jarak Jauh, dan Alumni, Prof. Dr. Paken Pandiangan, S.Si., M.Si. Foto: Istimewa
Wakil Rektor UT Bidang Sistem Informasi, Layanan Jarak Jauh, dan Alumni, Prof. Dr. Paken Pandiangan, S.Si., M.Si. Foto: Istimewa

batampos – Akses pendidikan tinggi tidak hanya bergantung pada keberadaan kampus. Pendampingan dan layanan yang dekat dengan masyarakat juga menjadi bagian penting, terutama bagi mahasiswa yang menempuh pendidikan secara jarak jauh.

Hal itu menjadi perhatian Universitas Terbuka (UT) Batam dalam Rapat Koordinasi Sentra Layanan Universitas Terbuka (SALUT) di Pacific Palace Hotel Batam, Jumat (28/8).

Melalui kegiatan tersebut, UT Batam mendorong penguatan SALUT di berbagai daerah di Kepulauan Riau. SALUT diharapkan tidak sekadar menjadi tempat mengenalkan UT kepada masyarakat, tetapi juga menjadi pusat pendampingan mahasiswa sejak awal pendaftaran hingga menyelesaikan pendidikan.

Baca Juga: Pipa 800 Milimeter Bocor di Mukakuning, Air Menyembur ke Jalan

Direktur UT Batam, Dr. Pismia Sylvi, S.Si., M.Si. mengatakan, keberadaan SALUT merupakan bagian dari ekosistem layanan UT untuk mendekatkan pendidikan tinggi kepada masyarakat.

”SALUT bukan hanya bertugas mengenalkan UT kepada masyarakat, tetapi juga mendampingi calon mahasiswa mulai dari proses pendaftaran, menjadi mahasiswa aktif hingga selesai melaksanakan perkuliahan,” ujarnya.

Menurut Pismia, kualitas pelayanan di daerah akan berpengaruh terhadap pengalaman mahasiswa selama menempuh pendidikan. Karena itu, UT Batam terus mendorong SALUT memberikan layanan yang optimal dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.

Penguatan tersebut dinilai penting mengingat sistem pendidikan terbuka dan jarak jauh memungkinkan UT menjangkau masyarakat yang berada jauh dari pusat perguruan tinggi.

Rapat koordinasi itu juga dihadiri Wakil Rektor UT Bidang Sistem Informasi, Layanan Jarak Jauh, dan Alumni Prof. Dr. Paken Pandiangan, S.Si., M.Si.

Paken menjelaskan, SALUT memiliki tiga fungsi utama, yakni sebagai fasilitator, pendamping, dan penghubung antara mahasiswa dengan UT.

”SALUT memastikan setiap layanan diberikan sesuai standar UT dan mendukung tujuan pendidikan tinggi terbuka dan jarak jauh,” katanya.

Ia meminta pengelola SALUT bersama UT menjaga kualitas pelayanan, transparansi, dan akuntabilitas. Hal tersebut diperlukan untuk menjaga keberlanjutan kerja sama sekaligus mendukung keberhasilan mahasiswa.

Paken juga menyampaikan apresiasi kepada pengurus SALUT atas kontribusi mereka dalam menghadirkan layanan pendidikan tinggi bagi masyarakat di daerah.

Perkembangan teknologi dan perubahan kebutuhan masyarakat membuat layanan pendidikan jarak jauh dituntut terus beradaptasi. UT menilai, pemerataan akses pendidikan tinggi membutuhkan jaringan layanan yang kuat hingga ke daerah.

Baca Juga: Cuaca Kepri Makin Panas, Dinkes Ingatkan Bahaya Heat Stroke dan ISPA

Karena itu, rakor SALUT menjadi forum untuk menyamakan persepsi sekaligus menghimpun masukan dari pengelola layanan di wilayah kerja UT Batam.

Masukan tersebut selanjutnya menjadi bagian dalam upaya merumuskan kebijakan layanan yang lebih adaptif terhadap kebutuhan mahasiswa.

Sebagai perguruan tinggi negeri yang menerapkan sistem pendidikan terbuka dan jarak jauh, UT terus memperluas akses pendidikan tinggi bagi masyarakat.

Penguatan SALUT di daerah diharapkan membuat layanan UT semakin dekat, sekaligus memberikan pendampingan yang lebih baik bagi mahasiswa hingga menyelesaikan pendidikan. (*)

Editor : M Tahang
pendidikan tinggi SALUT pendidikan jarak jauh ut batam