batampos - Deru mesin perahu berpadu dengan riuh warga. Berbagai perlombaan dan hiburan membuat suasana Tanjung Riau, Kecamatan Sekupang, Batam, terasa berbeda, Jumat-Sabtu (28-29/8).
Masyarakat dari berbagai kalangan tumpah ruah mengikuti Pesta Anak Pantai dan Sekupang Sehat yang digelar Pemerintah Kota Batam bersama masyarakat dalam rangka memeriahkan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Namun, di balik kemeriahan perlombaan dan hiburan, ada sesuatu yang terasa lebih kuat. Warga kembali memiliki ruang untuk duduk bersama, bercengkerama, saling mengenal, dan mempererat silaturahmi.
Di kawasan pesisir itu, batas antara masyarakat, pemerintah, tokoh masyarakat, hingga unsur TNI dan Polri seolah mencair. Semua larut dalam suasana perayaan yang sederhana, tetapi penuh makna.
Wali Kota Batam Amsakar Ahmad hadir bersama Camat Sekupang Ersan, Ketua DPRD Provinsi Kepulauan Riau, anggota DPRD Kota Batam Rival Pribadi, tokoh masyarakat, Kapolsek Sekupang Kompol Hippal Tua Sirait, Danramil Sekupang Kapten Inf HP. Siregar, sejumlah donatur dan sponsor, serta Ketua Panitia Alpen Muhammad Taher.
Baca Juga: Kasus Kekerasan Seksual Anak P-21, Polsek Sekupang Dapat Apresiasi Aktivis Perlindungan Anak
Bagi anggota DPRD Kota Batam Rival Pribadi, kegiatan seperti ini bukan sekadar untuk memeriahkan hari kemerdekaan. Lebih dari itu, menjadi kesempatan bagi masyarakat untuk kembali memperkuat rasa kebersamaan.
Menurut Rival, kehidupan bermasyarakat membutuhkan ruang untuk bertemu dan berkomunikasi. Dari pertemuan sederhana seperti itulah rasa saling peduli dan kekompakan dapat tumbuh.
“Silaturahmi dan kekompakan masyarakat harus terus kita jaga. Dengan komunikasi yang baik, kita bisa saling mendukung, menyelesaikan persoalan bersama, dan menjaga suasana tetap kondusif,” ujar Rival, Sabtu (29/8).
Ia berharap semangat yang terasa selama pesta warga tersebut tidak berhenti ketika kegiatan selesai. Kebersamaan, menurutnya, justru harus dibawa kembali ke lingkungan masing-masing.
Sebab, lingkungan yang nyaman tidak hanya dibangun melalui program pemerintah, tetapi juga dari kepedulian warga terhadap tetangga dan lingkungan sekitarnya.
Hal senada disampaikan Kapolsek Sekupang Kompol Hippal Tua Sirait. Di tengah masyarakat yang semakin aktif berkegiatan, ia mengingatkan bahwa menjaga keamanan bukan semata-mata tugas polisi.
“Kamtibmas ini merupakan tanggung jawab kita bersama. Kepolisian tidak bisa bekerja sendiri tanpa dukungan masyarakat,” kata Hippal.
Ia mengajak masyarakat tidak menutup mata terhadap persoalan yang muncul di lingkungan. Jika ada potensi gangguan keamanan, warga diminta segera berkomunikasi dengan Bhabinkamtibmas, Babinsa, maupun perangkat kelurahan.
“Kalau ada persoalan di lingkungan, jangan dibiarkan berkembang. Sampaikan kepada Bhabinkamtibmas, Babinsa maupun perangkat kelurahan agar bisa segera kita tindak lanjuti,” ujarnya.
Baca Juga: Antisipasi Aksi Begal, Polsek Sekupang Intensifkan Patroli Malam
Hippal juga mengingatkan masyarakat agar lebih bijak menerima informasi, terutama di tengah derasnya arus informasi melalui media sosial.
Informasi yang belum jelas kebenarannya, kata dia, sebaiknya tidak langsung dipercaya, apalagi disebarluaskan. Sebab, hal itu dapat memicu kesalahpahaman dan mengganggu suasana yang sudah kondusif.
Sementara itu, Danramil Sekupang Kapten Inf HP. Siregar melihat perayaan HUT Kemerdekaan sebagai momentum untuk menghidupkan kembali semangat persatuan di tengah masyarakat.
Baginya, kemerdekaan bukan hanya tentang perlombaan, panggung hiburan, atau kemeriahan sesaat. Nilai yang lebih penting adalah bagaimana semangat gotong royong dan persatuan tetap hidup setelah perayaan usai.
“Semangat kemerdekaan ini jangan hanya kita rayakan dengan perlombaan. Yang lebih penting adalah bagaimana semangat nasionalisme, persatuan dan gotong royong terus kita implementasikan dalam kehidupan sehari-hari,” katanya.
Ia menilai masyarakat yang terbiasa hidup rukun dan saling membantu akan lebih mudah menciptakan lingkungan yang aman.
“Kalau masyarakat bersatu, saling menghargai dan saling membantu, keamanan akan lebih mudah kita jaga. Mari kita pertahankan persatuan dan jangan mudah terprovokasi oleh informasi yang dapat memecah belah,” ujarnya.
Pesta Anak Pantai dan Sekupang Sehat akhirnya bukan hanya meninggalkan cerita tentang perlombaan di kawasan pesisir.
Lebih dari itu, kegiatan tersebut memperlihatkan bahwa perayaan kemerdekaan masih menjadi ruang penting untuk mempertemukan warga, memperkuat silaturahmi, sekaligus menumbuhkan rasa memiliki terhadap lingkungan. (*)
Editor : Yofi Yuhendri