batampos – Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) terus memperkuat program pemberdayaan lanjut usia (lansia) melalui pembentukan 33 Sekolah Lansia yang tersebar di seluruh kabupaten dan kota. Program ini bertujuan menjaga lansia tetap sehat, aktif, mandiri, serta produktif di tengah meningkatnya jumlah penduduk usia lanjut.
Kepala BKKBN Kepri, dr. Victor Palimbong, mengatakan Sekolah Lansia merupakan bagian dari program prioritas Lansia Berdaya (SIDAYA) yang memberikan edukasi sekaligus mendorong lansia tetap menjalankan aktivitas sesuai kemampuan masing-masing.
"Sekolah lansia melakukan kegiatan selama 12 kali. Setelah 12 kali mereka diwisuda menjadi S1. Nanti kalau ada kelas lagi, para peserta bisa lanjut ke S2 dan S3," kata Victor saat dikonfirmasi di Batam, Rabu.
Ia menjelaskan, saat ini terdapat 33 Sekolah Lansia yang telah beroperasi di berbagai daerah di Kepulauan Riau, terdiri atas:
- Batam: 13 sekolah
- Karimun: 6 sekolah
- Bintan: 5 sekolah
- Natuna: 4 sekolah
- Lingga: 2 sekolah
- Tanjungpinang: 2 sekolah
- Kepulauan Anambas: 1 sekolah
Setiap sekolah diikuti sekitar 30 peserta lansia, sehingga program tersebut telah menjangkau sekitar 1.000 peserta di seluruh Kepri.
Menurut Victor, keberlanjutan peserta ke jenjang pembelajaran berikutnya bergantung pada dukungan anggaran dari masing-masing organisasi perangkat daerah (OPD).
"Untuk keberlanjutan ke jenjang berikutnya menyesuaikan dengan ketersediaan anggaran pada masing-masing organisasi perangkat daerah (OPD) terkait," ujarnya.
Program SIDAYA terus diperluas setelah mendapat respons positif dari masyarakat. Sejak Juli 2026, sejumlah Sekolah Lansia mulai aktif berkegiatan, termasuk di Pulau Buluh dan Kecamatan Batam Kota.
Victor menegaskan program ini tidak hanya berfokus pada peningkatan kesehatan lansia, tetapi juga mendorong mereka tetap produktif, mandiri, dan aktif dalam kehidupan sosial.
"Para lansia diberdayakan untuk misalkan bekerja atau melakukan aktivitas sesuai dengan kemampuan dia. Jadi itu spirit kita, mempersiapkan bonus demografi yang kedua mulai dari sekarang," katanya.
Menurutnya, pemberdayaan lansia menjadi semakin penting seiring meningkatnya jumlah penduduk usia lanjut di Kepulauan Riau.
Berdasarkan Survei Penduduk Antar Sensus (SUPAS) 2025 yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah lansia di Kepri mencapai 178.824 jiwa.
Selain mengembangkan Sekolah Lansia, BKKBN Kepri juga memperkuat Bina Keluarga Lansia (BKL) sebagai wadah bagi keluarga untuk meningkatkan pemahaman mengenai pendampingan, perawatan, dan pengasuhan anggota keluarga yang telah memasuki usia lanjut.
Melalui berbagai program tersebut, BKKBN Kepri berharap tercipta lingkungan yang mendukung para lansia agar tetap sehat, aktif, mandiri, produktif, serta memiliki kualitas hidup yang lebih baik. (*)
Editor : Putut Ariyo