BP Batam Percepat Pemulihan Air Bersih, Amsakar Pastikan Pasokan Tangki untuk Wilayah Terdampak

Putut Ariyo • Dipublikasikan Jumat, 4 September 2026 | 22:21 WIB
Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, turun langsung meninjau kondisi warga di Kavling Sagulung Berseri, Sei Lekop, RW 8 RT 3 dan RT 5, pada Jumat (4/9/2026).
Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, turun langsung meninjau kondisi warga di Kavling Sagulung Berseri, Sei Lekop, RW 8 RT 3 dan RT 5, pada Jumat (4/9/2026).

batampos – Badan Pengusahaan (BP) Batam bersama PT Air Batam Hilir (ABHi) terus mempercepat pemulihan sekaligus meningkatkan layanan air bersih di Kota Batam setelah rampungnya perbaikan dan relokasi pipa berdiameter 800 milimeter di kawasan Muka Kuning.

Berdasarkan hasil pemantauan teknis terbaru, distribusi air bersih di sebagian besar wilayah yang sebelumnya terdampak kini mulai kembali normal. Namun, sejumlah kawasan masih menjadi fokus penanganan karena berada di ujung jaringan distribusi (end of line) dengan tekanan air yang sejak lama terbatas.

Wilayah yang masih membutuhkan penguatan layanan meliputi Sei Lekop, Sagulung Baru (Saguba), Tanjung Sengkuang, Batu Merah, Bengkong, serta kawasan Marina, termasuk Fantasy Residence, Galaxy, Jupiter, dan sekitarnya.

BP Batam menjelaskan bahwa kondisi di kawasan tersebut bukan semata-mata disebabkan oleh pekerjaan relokasi pipa di Muka Kuning. Secara teknis, wilayah tersebut merupakan stress area, yakni kawasan dengan elevasi relatif tinggi yang selama ini menerima suplai air bertekanan rendah atau hanya mengalir dalam waktu terbatas.

Amsakar Tinjau Langsung Wilayah Terdampak

Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, turun langsung meninjau kondisi warga di Kavling Sagulung Berseri, Sei Lekop, RW 8 RT 3 dan RT 5, pada Jumat (4/9/2026).

Kunjungan tersebut dilakukan untuk memastikan kondisi di lapangan sekaligus mencari solusi bagi warga yang mengalami kesulitan memperoleh air bersih.

Di lokasi tersebut, warga menyampaikan bahwa persoalan suplai air telah berlangsung cukup lama. Sekitar 65 kepala keluarga terdampak, terdiri dari 21 kepala keluarga di RT 3 dan sekitar 45 kepala keluarga di RT 5.

Salah seorang warga, Parna, mengapresiasi perhatian langsung Kepala BP Batam yang datang meninjau kondisi masyarakat serta mencari solusi atas persoalan yang dihadapi.

Amsakar menegaskan bahwa kebutuhan air bersih masyarakat harus tetap terpenuhi selama proses penguatan jaringan berlangsung.

"Penyelesaiannya memang membutuhkan waktu, tetapi selama proses itu berjalan, suplai melalui mobil tangki harus tetap dilakukan. Tidak ada cerita, ini harus selesai," tegas Amsakar kepada jajaran SPAM dan PT Air Batam Hilir.

Ia juga meminta seluruh jajaran terkait menghitung kebutuhan armada tangki secara akurat agar distribusi air bersih dapat menjangkau seluruh warga yang membutuhkan.

BP Batam bahkan menyiapkan penambahan armada tangki melalui pengalihan anggaran proyek multiyears guna memperkuat distribusi air ke wilayah terdampak.

"Harapan saya, paling lambat akhir November atau Desember pekerjaan ini selesai. Selama proses itu berlangsung, masyarakat tetap harus mendapatkan suplai air bersih," ujar Amsakar.

Distribusi Air Tangki Dilakukan Terjadwal

Sebagai solusi jangka pendek, BP Batam bersama PT Air Batam Hilir mengerahkan mobil tangki air secara intensif dan terjadwal ke sejumlah kawasan prioritas.

Wilayah yang menjadi fokus distribusi meliputi:

Distribusi dilakukan secara berkala sesuai kebutuhan di lapangan agar masyarakat tetap memperoleh akses air bersih selama proses peningkatan jaringan berlangsung.

Penguatan Jaringan Dikebut Hingga Akhir 2026

Selain distribusi air tangki, BP Batam bersama PT Air Batam Hilir juga mempercepat pembangunan infrastruktur jaringan sebagai solusi jangka menengah dan panjang.

Untuk kawasan Saguba, Sei Lekop, Marina, Fantasy Residence, Galaxy, Jupiter, dan sekitarnya, proyek penguatan jaringan telah masuk dalam program prioritas Quick Win.

Program tersebut bertujuan meningkatkan debit sekaligus tekanan air sehingga suplai menuju kawasan ujung jaringan menjadi lebih stabil.

Penguatan jaringan primer dan tersier telah berjalan sejak Agustus 2026. Sementara itu, pembangunan jaringan sekunder ditargetkan selesai pada akhir November 2026, dengan keseluruhan proyek rampung sebelum akhir tahun.

Di sisi lain, penguatan jaringan untuk kawasan Tanjung Sengkuang, Batu Merah, dan Bengkong telah lebih dahulu dilakukan melalui proyek Segmen Sukajadi–M3G dan Segmen Ozon–Bukit Senyum.

Pekerjaan yang dimulai sejak Mei 2026 itu kini menunjukkan progres signifikan dan ditargetkan selesai pada September 2026 sehingga diharapkan mampu meningkatkan keandalan distribusi air di wilayah tersebut.

BP Batam Fokus pada Solusi Darurat dan Permanen

Anggota/Deputi Bidang Pengusahaan BP Batam, Denny Tondano, mengatakan penanganan dilakukan melalui dua langkah sekaligus, yakni memastikan masyarakat tetap mendapatkan pasokan air bersih dan memperkuat sistem distribusi secara permanen.

Menurutnya, pengiriman armada tangki difokuskan pada kawasan prioritas penanganan darurat, sementara tim teknis terus mempercepat penyelesaian proyek penguatan jaringan pipa yang ditargetkan selesai pada September hingga akhir 2026.

"Target kami bukan hanya memastikan air tersedia hari ini, tetapi juga membangun sistem jaringan yang lebih kuat sehingga pelayanan air bersih kepada masyarakat Batam semakin andal dan berkelanjutan," ujar Denny.

BP Batam juga menyampaikan apresiasi kepada masyarakat atas dukungan, kesabaran, dan kerja sama selama proses peningkatan infrastruktur berlangsung. Perkembangan kondisi operasional akan terus disampaikan secara terbuka dan berkala sebagai bentuk komitmen memberikan kepastian layanan air bersih bagi masyarakat Batam. (*)

Editor : Putut Ariyo
bp batam amsakar achmad SPAM Batam Air Bersih Batam Air Batam Hilir