Batam Masih Jadi Magnet Wisman, 143 Ribu Kunjungan pada Juli

Jamaluddin Lobang • Dipublikasikan Minggu, 6 September 2026 | 17:51 WIB
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Batam, Ardiwinata ketika diwawancarai Batam pos seusai menghadiri ulang tahun ke-28 Batam Pos, Senin, (10/8) F. Jamaluddin/Batam pos
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Batam, Ardiwinata ketika diwawancarai Batam pos seusai menghadiri ulang tahun ke-28 Batam Pos, Senin, (10/8) F. Jamaluddin/Batam pos

 batampos – Batam masih menjadi pintu masuk utama wisatawan mancanegara (wisman) ke Kepulauan Riau (Kepri). Sepanjang Juli 2026, sebanyak 143.523 wisman tercatat berkunjung ke Batam atau menyumbang 79,46 persen dari total kunjungan wisman ke Kepri.

Angka tersebut juga menunjukkan pertumbuhan cukup signifikan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kepri, kunjungan wisman ke Batam pada Juli 2025 tercatat 123.526 kunjungan.

Dengan demikian, terjadi penambahan 19.997 kunjungan atau tumbuh 16,19 persen secara tahunan (year-on-year/yoy).

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Batam, Ardiwinata, menyambut positif pertumbuhan tersebut. Menurutnya, peningkatan dibandingkan Juli tahun lalu menunjukkan daya tarik Batam masih kuat bagi wisatawan asing.

“Kita bersyukur kunjungan wisatawan mancanegara ke Batam pada Juli 2026 masih menunjukkan pertumbuhan yang positif dibandingkan Juli tahun sebelumnya. Peningkatan lebih dari 16 persen ini menunjukkan bahwa Batam tetap memiliki daya tarik yang kuat bagi wisatawan mancanegara,” ujar Ardiwinata.

Meski tumbuh secara tahunan, kunjungan wisman ke Batam justru mengalami penurunan jika dibandingkan bulan sebelumnya.

Pada Juni 2026, jumlah wisman yang berkunjung ke Batam mencapai 160.871 orang. Sementara pada Juli turun menjadi 143.523 orang atau berkurang 17.348 kunjungan.

Ardiwinata mengatakan, perubahan jumlah kunjungan dari bulan ke bulan merupakan dinamika yang biasa terjadi dalam sektor pariwisata. Pemerintah, kata dia, tidak menjadikan fluktuasi bulanan sebagai satu-satunya indikator perkembangan pariwisata.

“Yang lebih penting bagaimana tren pertumbuhan dapat dipertahankan secara berkelanjutan,” katanya.

Untuk menjaga pertumbuhan tersebut, Disbudpar Batam terus mendorong promosi destinasi, pengembangan objek wisata serta penyelenggaraan berbagai kegiatan yang dapat meningkatkan daya tarik Batam.

“Kami terus mendorong promosi, pengembangan destinasi, serta penyelenggaraan berbagai event yang dapat menarik wisatawan. Batam memiliki keunggulan dari sisi aksesibilitas, kedekatan dengan negara tetangga, serta beragam pilihan wisata. Ini yang terus kita optimalkan,” ujarnya.

Jika dihitung sejak awal tahun, arus wisman ke Batam juga menunjukkan angka yang cukup besar. Sepanjang Januari–Juli 2026, total kunjungan wisman telah mencapai 964.457 kunjungan.

Dengan capaian tersebut, Batam hanya membutuhkan sekitar 35 ribu kunjungan lagi untuk menembus satu juta kunjungan wisman sepanjang 2026.

Dari sisi negara asal, wisatawan Singapura dan Malaysia masih mendominasi kunjungan wisman ke Kepri. Sepanjang Januari–Juli 2026, wisatawan asal Singapura mencapai 529.825 kunjungan atau 43,37 persen dari total kunjungan.

Malaysia berada di posisi kedua dengan 319.420 kunjungan atau 26,15 persen. Sementara wisatawan asal Tiongkok tercatat 60.584 kunjungan atau 4,96 persen.

Besarnya arus wisatawan dari negara tetangga menjadi peluang yang terus dikembangkan Batam. Kedekatan geografis dengan Singapura dan Malaysia serta tersedianya konektivitas internasional menjadi modal penting untuk memperkuat pasar wisata regional.

Ardiwinata mengatakan, pengembangan pariwisata ke depan tidak hanya diarahkan untuk mengejar jumlah kunjungan. Pemerintah juga ingin meningkatkan lama tinggal dan aktivitas wisatawan selama berada di Batam.

“Kita ingin wisatawan yang datang ke Batam tidak hanya semakin banyak, tetapi juga semakin lama tinggal dan semakin banyak aktivitas yang dilakukan selama berada di Batam. Karena itu, pengembangan destinasi, event, ekonomi kreatif, kuliner, wisata bahari, olahraga, budaya, hingga MICE terus kita dorong,” ucapnya. 

Dengan kontribusi mencapai hampir 80 persen terhadap total kunjungan wisman Kepri pada Juli, Batam masih menjadi motor utama pariwisata Kepri.

Capaian 964.457 kunjungan dalam tujuh bulan pertama 2026 sekaligus menjadi modal bagi Batam untuk memperkuat posisinya sebagai destinasi wisata internasional dan mendorong pertumbuhan sektor ekonomi yang berkaitan dengan pariwisata. (*)

Editor : Fiska Juanda
Wisman datang ke Batam Jumlah Wisman ke Batam Kunjungan Wisata Batam Ardiwinata pariwisata batam