Bandara Soetta Ditutup, 21 Penerbangan Batam-Jakarta Batal, Ribuan Penumpang Terdampak

Jamaluddin Lobang • Dipublikasikan Senin, 7 September 2026 | 01:23 WIB
Hingga pukul 20.04 WIB, dua penerbangan terakhir Citilink dari Batam menuju Soekarno-Hatta yang dijadwalkan berangkat pukul 19.35 dan 21.20 tercatat berstatus cancel. F. Jamaluddin / Batam, Pos
Hingga pukul 20.04 WIB, dua penerbangan terakhir Citilink dari Batam menuju Soekarno-Hatta yang dijadwalkan berangkat pukul 19.35 dan 21.20 tercatat berstatus cancel. F. Jamaluddin / Batam, Pos

batampos – Sebanyak 21 penerbangan rute Batam–Jakarta melalui Bandara Internasional Soekarno-Hatta dibatalkan pada Ahad (6/9/2026) akibat penghentian sementara operasional Bandara Soekarno-Hatta menyusul erupsi Gunung Anak Krakatau dan sebaran abu vulkanik.

Pembatalan tersebut berdampak langsung terhadap operasional penerbangan di Bandara Hang Nadim Batam. Hingga pukul 20.04 WIB, dua penerbangan terakhir Citilink tujuan Soekarno-Hatta yang dijadwalkan berangkat pukul 19.35 WIB dan 21.20 WIB berstatus cancel.

Sejak sore hari, calon penumpang tujuan Jakarta tampak memadati konter layanan pelanggan maskapai di terminal Bandara Hang Nadim untuk mencari informasi mengenai penjadwalan ulang (reschedule) maupun pengembalian dana (refund). Namun, memasuki malam hari antrean mulai berkurang karena sebagian penumpang memilih mengurus perubahan jadwal melalui aplikasi dan call center resmi maskapai.

Direktur Operasi PT Bandara Internasional Batam (BIB), Anton Marthalius, mengatakan dampak penutupan Bandara Soekarno-Hatta tidak dapat langsung dipulihkan meski bandara kembali dibuka. Menurutnya, tingginya volume pergerakan pesawat membuat proses normalisasi operasional membutuhkan waktu.

"Dari Bandara Soekarno-Hatta itu ada sekitar 1.200 pergerakan. Dia tutup selama delapan jam bahkan mungkin lebih, recovery-nya lama," ujar Anton.

Ia memperkirakan proses pemulihan jadwal penerbangan memerlukan waktu sekitar lima hingga enam jam sehingga berdampak terhadap seluruh jaringan penerbangan, termasuk Batam.

"Recovery-nya lama, bisa lima sampai enam jam kurang lebih. Nah, itu akan pasti berimbas juga kepada kami di Batam," katanya.

Situasi semakin berkembang setelah Bandara Soekarno-Hatta memperpanjang penghentian operasional penerbangan hingga pukul 23.59 WIB. Keputusan tersebut diambil menyusul meningkatnya aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau yang menyebabkan abu vulkanik mengganggu keselamatan operasional penerbangan.

Akibat kondisi tersebut, Citilink membatalkan seluruh penerbangan dari dan menuju Jakarta, Bandung, serta Tanjung Karang hingga Senin (7/9/2026) pukul 12.00 WIB.

Maskapai juga memberikan opsi kepada seluruh penumpang terdampak untuk melakukan penjadwalan ulang tanpa dikenakan biaya tambahan atau memperoleh pengembalian dana penuh sesuai ketentuan yang berlaku.

Di Bandara Hang Nadim, sedikitnya delapan penerbangan Citilink tujuan Jakarta terdampak pembatalan. Sekitar 880 penumpang maskapai tersebut ikut terkena dampaknya.

Sementara itu, Garuda Indonesia mengimbau seluruh penumpang yang memiliki jadwal penerbangan pada 6–7 September 2026 untuk memastikan kembali status penerbangannya melalui kanal resmi maskapai. Penumpang juga diberikan pilihan perubahan jadwal maupun pengembalian dana penuh sesuai ketentuan.

Secara keseluruhan, terdapat 21 penerbangan rute Soekarno-Hatta yang dibatalkan, terdiri atas 10 penerbangan menuju Jakarta dan 11 penerbangan dari Jakarta menuju Batam. Total penumpang yang terdampak mencapai sekitar 2.519 orang.

PT Bandara Internasional Batam mengimbau calon penumpang agar tidak langsung menuju Bandara Hang Nadim sebelum memastikan status penerbangannya. Informasi terbaru dapat diperoleh melalui kanal resmi masing-masing maskapai atau Contact Center InJourney Airports 172.

Dengan proses pemulihan operasional di Bandara Soekarno-Hatta yang diperkirakan masih berlangsung, jadwal penerbangan Batam–Jakarta pada Senin (7/9/2026) masih berpotensi mengalami perubahan maupun penyesuaian. (*)

Editor : Putut Ariyo
Soekarno-Hatta Gunung Anak Krakatau batam citilink bandara hang nadim