21 Penerbangan Batam-Jakarta Batal akibat Erupsi Anak Krakatau, 2.519 Penumpang Terdampak

Jamaluddin Lobang • Dipublikasikan Senin, 7 September 2026 | 10:28 WIB
Direktur Operasi PT Bandara Internasional Batam (BIB) Anton Marthalius Saat Jumpa Pers, Minggu (6/9) F. Jamaluddin/Batam Pos
Direktur Operasi PT Bandara Internasional Batam (BIB) Anton Marthalius Saat Jumpa Pers, Minggu (6/9) F. Jamaluddin/Batam Pos

batampos – Sebanyak 21 penerbangan rute Batam–Jakarta dan Jakarta–Batam dibatalkan pada Minggu (6/9) menyusul erupsi Gunung Anak Krakatau yang menyebabkan sebaran abu vulkanik di jalur penerbangan menuju Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang.

Meski demikian, ruang udara Batam dinyatakan masih aman dan tidak terdampak langsung abu vulkanik. Pembatalan dilakukan semata-mata demi menjaga keselamatan penerbangan karena abu vulkanik berpotensi merusak mesin pesawat.

Akibat pembatalan tersebut, sekitar 2.519 penumpang terdampak.

Direktur Operasi PT Bandara Internasional Batam (BIB), Anton Marthalius, mengatakan penerbangan yang dibatalkan terdiri dari 10 penerbangan kedatangan dari Jakarta ke Batam dan 11 penerbangan keberangkatan dari Batam menuju Jakarta.

"Hari ini total ada 70 flight. Sebanyak 21 flight merupakan rute Batam-Jakarta maupun sebaliknya. Dari sekitar 8.800 penumpang yang dilayani hari ini, sebanyak 2.519 merupakan penumpang rute Jakarta," ujar Anton.

Dari total 70 penerbangan yang dijadwalkan di Bandara Internasional Hang Nadim, 49 penerbangan lainnya tetap beroperasi karena melayani rute yang tidak terdampak penutupan ruang udara menuju Soekarno-Hatta.

Rute yang tetap berjalan antara lain menuju Kuala Lumpur, Kualanamu, Pekanbaru, Pontianak, Padang, Palembang, Semarang, Yogyakarta, Surabaya, hingga Natuna.

Citilink Paling Banyak Terdampak

Maskapai Citilink menjadi operator dengan jumlah pembatalan terbanyak, yakni delapan penerbangan yang melibatkan sekitar 880 penumpang.

Selanjutnya Garuda Indonesia membatalkan enam penerbangan dengan sekitar 654 penumpang, Super Air Jet membatalkan empat penerbangan yang mengangkut sekitar 584 penumpang, sedangkan Batik Air membatalkan tiga penerbangan dengan sekitar 401 penumpang.

Bukan karena Abu Vulkanik Sudah Sampai Batam

Anton menegaskan pembatalan penerbangan bukan berarti abu vulkanik telah mencapai wilayah Batam.

Menurutnya, hingga Minggu, kondisi ruang udara Batam masih dinyatakan aman. Gangguan hanya terjadi pada jalur penerbangan menuju Bandara Soekarno-Hatta yang terdampak sebaran abu vulkanik.

"Alhamdulillah, di Batam abu vulkanik sejauh ini tidak sampai ke sini. Ruang udara kita tidak terimbas abu vulkanik," katanya.

Abu Vulkanik Berbahaya bagi Mesin Pesawat

Anton menjelaskan abu vulkanik menjadi ancaman serius bagi keselamatan penerbangan karena partikel halusnya dapat terhisap ke dalam mesin pesawat.

Material tersebut dapat meleleh akibat suhu tinggi di ruang pembakaran mesin, kemudian mengeras dan menempel pada komponen turbin sehingga berpotensi mengganggu bahkan merusak kinerja mesin.

"Secara teknis yang membuat batalnya penerbangan ini lebih ke abu. Kalau abu vulkanik masuk ke mesin pesawat, dia bisa menggumpal dan merusak engine," ujarnya.

Karena itu, keputusan menunda maupun membatalkan penerbangan dilakukan berdasarkan aspek keselamatan, bukan hanya kondisi cuaca di bandara keberangkatan maupun tujuan.

BIB bersama BMKG, Kementerian Perhubungan, AirNav Indonesia, serta maskapai terus memantau perkembangan sebaran abu vulkanik sebelum menentukan operasional penerbangan berikutnya.

"Dasar kita melakukan penundaan atau pembatalan adalah safety," tegas Anton.

Penumpang Padati Loket Refund dan Reschedule

Pembatalan penerbangan membuat loket layanan maskapai di Bandara Hang Nadim dipadati calon penumpang yang mengurus refund maupun reschedule.

Salah satunya Rina (26), calon penumpang Citilink yang semula dijadwalkan terbang menuju Jakarta pukul 13.20 WIB.

Ia memilih membatalkan perjalanan dan mengajukan pengembalian dana karena belum ada kepastian kapan penerbangan kembali dibuka.

"Saya booking pukul 13.20 WIB dengan Citilink. Karena informasi dari Soetta sampai pukul 17.30 masih tutup, saya memilih refund," ujarnya.

Menurut Rina, pihak maskapai menjanjikan pengembalian dana secara penuh. Namun, proses refund melalui beberapa aplikasi pemesanan tiket masih mengalami kendala sehingga penumpang diberikan surat keterangan.

Situasi serupa dialami seorang penumpang yang baru tiba dari Malaysia melalui Batam. Ia baru mengetahui penerbangannya menuju Jakarta dibatalkan setelah tiba di Bandara Hang Nadim.

"Dari Malaysia saya naik ferry ke Batam, rencananya lanjut terbang ke Jakarta. Ternyata penerbangannya dibatalkan, sekarang saya mau mengurusnya dulu," katanya.

Penumpang Diminta Cek Status Penerbangan

Bandara Internasional Batam mengimbau seluruh calon penumpang untuk memeriksa status penerbangan melalui kanal resmi masing-masing maskapai sebelum berangkat ke bandara.

Bagi penumpang yang terdampak pembatalan, proses refund maupun reschedule dilakukan sesuai ketentuan maskapai.

Pihak bandara menegaskan operasional penerbangan akan terus dievaluasi mengikuti perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau dan sebaran abu vulkanik, dengan keselamatan penumpang dan awak pesawat sebagai prioritas utama. (*)

Editor : Putut Ariyo
Soekarno-Hatta Gunung Anak Krakatau Penerbangan Batam Abu Vulkanik bandara hang nadim