Ekonomi Batam Tumbuh 7,28 Persen, Lampaui Kepri dan Nasional

Antara • Dipublikasikan Senin, 7 September 2026 | 18:31 WIB
Kepala BP Batam yang juga Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, berbincang dengan warga saat meninjau persoalan suplai air di Kaveling Sagulung Berseri, Sei Lekop, Batam, Jumat (4/9) sore. Foto: Humas BP Batam
Kepala BP Batam yang juga Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, berbincang dengan warga saat meninjau persoalan suplai air di Kaveling Sagulung Berseri, Sei Lekop, Batam, Jumat (4/9) sore. Foto: Humas BP Batam

batampos – Perekonomian Kota Batam, Kepulauan Riau (Kepri), mencatat pertumbuhan 7,28 persen secara tahunan (year-on-year/yoy) pada Triwulan II 2026.

Pertumbuhan tersebut lebih tinggi dibandingkan ekonomi Kepri yang tumbuh 6,99 persen maupun pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 5,29 persen.

Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam Amsakar Achmad mengatakan, capaian tersebut menunjukkan kepercayaan dunia usaha terhadap Batam terus menguat.

“Pertumbuhan ekonomi 7,28 persen adalah hasil kerja bersama. Tugas kita sekarang adalah menjaga momentum melalui pelayanan yang semakin cepat, infrastruktur yang semakin baik, dan iklim investasi yang semakin kompetitif,” kata Amsakar dalam keterangan resmi yang diterima di Batam, Senin (7/9).

Di antara kabupaten/kota di Kepri, Batam masuk dalam tiga besar daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi. Batam juga menjadi salah satu penggerak utama perekonomian Kepri yang ditopang sektor industri, investasi, perdagangan, dan jasa.

Wakil Kepala BP Batam Li Claudia Chandra menegaskan, pertumbuhan ekonomi harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Pertumbuhan yang baik adalah pertumbuhan yang menciptakan pekerjaan, memperluas peluang usaha, dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat,” ujarnya.

Menurut Li Claudia, penguatan layanan dasar, penyediaan air bersih, transportasi, serta pembangunan infrastruktur perkotaan akan terus menjadi prioritas untuk memastikan pertumbuhan ekonomi berdampak langsung terhadap masyarakat.

Sementara itu, Deputi Bidang Investasi BP Batam Fary Djemy Francis mengatakan investasi yang masuk ke Batam harus menghasilkan dampak ekonomi yang nyata.

“Investasi tidak boleh berhenti pada komitmen. Investasi harus menjadi proyek, proyek menjadi produksi, dan produksi menciptakan lapangan kerja,” kata Fary.

Ia menambahkan, keberhasilan investasi tidak semata-mata diukur dari besarnya nilai investasi yang masuk. Kecepatan realisasi, nilai tambah yang dihasilkan, serta jumlah lapangan kerja yang tercipta juga menjadi indikator penting.

BP Batam pun akan terus mendorong investasi berkualitas, khususnya pada sektor manufaktur maju, data center, industri digital, energi, dan logistik.

Pengembangan sektor-sektor tersebut sejalan dengan visi Batam sebagai hub industri dan ekonomi digital di kawasan Asia Tenggara.

Pertumbuhan ekonomi sebesar 7,28 persen sekaligus memperkuat posisi Batam bukan hanya sebagai tujuan investasi, tetapi juga sebagai pusat penciptaan nilai ekonomi.

“Target kita bukan sekadar pertumbuhan ekonomi yang tinggi, tetapi pertumbuhan yang berkualitas, inklusif, dan berkelanjutan,” ujar Fary. (*)

Editor : Jamil Qasim
Lampaui Kepri dan Nasional ekonomi batam