Trans Batam Bakal Punya Lajur Khusus, Ini Rute yang Diprioritaskan

Antara • Dipublikasikan Kamis, 10 September 2026 | 21:33 WIB
Bus Trans Batam di titik penurunan penumpang Bandara Internasional Hang Nadim Batam, Kepri. ANTARA/Amandine Nadja
Bus Trans Batam di titik penurunan penumpang Bandara Internasional Hang Nadim Batam, Kepri. ANTARA/Amandine Nadja

batampos – Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Batam, Kepulauan Riau (Kepri), menyiapkan lajur khusus di sisi kiri jalan bagi bus Trans Batam. Kebijakan ini disiapkan untuk mengoptimalkan pelayanan angkutan umum sekaligus mendorong masyarakat beralih dari kendaraan pribadi.

Kepala UPT Trans Batam Dishub Kota Batam Bambang Sucipto mengatakan rencana tersebut mempertimbangkan kondisi sejumlah ruas jalan di Batam yang memiliki tiga hingga enam lajur.

Menurut dia, lajur khusus bus akan ditempatkan di sisi paling kiri. Bus Trans Batam nantinya akan berbagi ruang dengan sepeda motor yang umumnya memiliki kecepatan lebih rendah dibandingkan kendaraan roda empat.

"Pilihan kita nanti di lajur paling kiri. Karena posisi bus memang di sebelah kiri, nanti bus akan bergabung dengan kendaraan sepeda motor yang kecepatannya relatif rendah. Untuk beberapa titik pemberhentian, halte bisa kita masukkan ke dalam lajur sehingga tidak menghalangi lajur kendaraan sepeda motor," kata Bambang saat dikonfirmasi di Batam, Kamis.

Lajur khusus tersebut nantinya akan ditandai dengan pengecatan pada badan jalan. Penataan halte juga akan menjadi bagian dari skema tersebut agar aktivitas naik-turun penumpang tidak mengganggu arus kendaraan di lajur lainnya.

Batam Center-Tanjung Uncang Jadi Prioritas

Dishub Batam telah beberapa kali membahas rencana penerapan lajur khusus tersebut bersama Badan Pengusahaan (BP) Batam. Pembahasan antara lain mencakup pemanfaatan satu lajur jalan untuk meningkatkan kemanfaatan angkutan umum.

Koridor Batam Center menuju Tanjung Uncang menjadi jalur yang diprioritaskan untuk penerapan lajur khusus Trans Batam.

Bambang mengatakan penerapannya dilakukan secara bertahap mengikuti penyelesaian serta optimalisasi kondisi ruas jalan.

"Yang kita prioritaskan dari Batam Center ke Tanjung Uncang, karena pelebaran jalan sudah selesai. Jadi seiring dengan ruas-ruas jalan yang sudah selesai dan kondisinya sudah bagus, kita bisa menerapkan lajur khusus tersebut," ujarnya.

Penerapan lajur khusus tidak serta-merta dilakukan di seluruh jaringan jalan. Dishub akan melihat kesiapan masing-masing ruas, terutama dari sisi kondisi dan kapasitas jalan.

Anggaran Trans Batam Capai Rp47 Miliar

Di sisi lain, Pemko Batam mengalokasikan sekitar Rp47 miliar untuk anggaran Trans Batam pada 2026.

Bambang mengatakan anggaran tersebut juga mencakup pembiayaan layanan bus yang mengantar anak-anak dari kawasan hinterland ke sekolah.

"Ini sudah termasuk anggaran untuk angkutan bus yang mengantar anak-anak hinterland ke sekolah," kata dia.

Saat ini, tarif Trans Batam ditetapkan Rp5.000 untuk penumpang umum dan Rp2.500 bagi pelajar. Bambang menjelaskan kedua tarif tersebut merupakan tarif bersubsidi.

Subsidi tersebut diharapkan menjaga tarif angkutan umum tetap terjangkau sehingga semakin banyak masyarakat tertarik menggunakan transportasi publik dan mengurangi ketergantungan terhadap kendaraan pribadi.

Dishub Optimalkan Aset untuk Tekan Beban Subsidi

Selain mengandalkan anggaran pemerintah, Dishub Batam juga berupaya mengoptimalkan aset Trans Batam untuk membantu mengurangi beban subsidi.

Pemanfaatan aset dilakukan melalui penyewaan ruang iklan di halte, videotron, branding halte, serta sejumlah sarana pendukung lainnya. Skema pemanfaatan tersebut telah diatur melalui peraturan wali kota.

Bambang mengatakan pendapatan dari pemanfaatan aset terus mengalami peningkatan dari tahun ke tahun.

"Kalau untuk pemanfaatan aset, Alhamdulillah dari tahun ke tahun ada peningkatan. Pada 2026 ini pendapatan dari sewa iklan hampir Rp1 miliar. Itu sedikit banyak bisa mengurangi beban subsidi kita. Misalnya satu halte bisa disewakan sekitar Rp2,5 juta per bulan, itu sudah membantu mengurangi beban subsidi," katanya. (*)

Editor : Putut Ariyo
transportasi Batam Batam Center Tanjung Uncang trans batam dishub batam