Via Video, 5 Warga Batam Mengaku Ditahan di Penampungan Kamboja

Muhammad Sya'ban • Dipublikasikan Sabtu, 12 September 2026 | 16:09 WIB
Lima orang yang mengaku sebagai warga Batam meminta bantuan untuk dipulangkan dari Kamboja. Video permintaan tersebut beredar di media sosial. Foto: Pemko Batam
Lima orang yang mengaku sebagai warga Batam meminta bantuan untuk dipulangkan dari Kamboja. Video permintaan tersebut beredar di media sosial. Foto: Pemko Batam

batampos – Lima laki-laki yang mengaku sebagai warga Batam meminta bantuan pemerintah untuk memfasilitasi kepulangan mereka dari sebuah tempat penampungan di Kamboja.

Permintaan tersebut disampaikan melalui sebuah video yang beredar dan ditujukan kepada Wali Kota Batam Amsakar Achmad serta Wakil Wali Kota Batam Li Claudia Chandra.

Dalam video itu, kelima laki-laki tersebut mengaku berada di sebuah tempat penampungan di Kamboja. Mereka meminta bantuan pemerintah untuk memulangkan mereka ke Batam.

Mereka juga meminta pemerintah berkoordinasi dengan Presiden RI Prabowo Subianto agar proses kepulangan dapat segera dilakukan.

Menanggapi informasi tersebut, Pemerintah Kota (Pemko) Batam langsung berkoordinasi dengan Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) RI dan Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) Kepri.

Koordinasi dilakukan untuk memastikan identitas, keberadaan, serta status kelima orang yang mengaku sebagai warga Batam tersebut.

Identitas Lima Warga Masih Diverifikasi

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Batam Rudi Panjaitan mengatakan, penelusuran belum dapat dilakukan secara maksimal karena pemerintah belum menerima data lengkap mengenai kelima warga tersebut.

“Sudah kami koordinasikan dengan BP2MI Kepri dan Kemenlu RI. Kedua lembaga negara tersebut juga menyampaikan bahwa jika tidak ada data lengkap warga yang dimaksud, akan sulit untuk melacak dan memastikan kebenaran terkait status keimigrasian mereka,” ujar Rudi.

Menurut dia, data kependudukan dan keimigrasian diperlukan untuk memastikan identitas serta keberadaan lima orang tersebut.

Data tersebut juga menjadi dasar bagi pemerintah untuk melakukan penelusuran lebih lanjut dan berkoordinasi dengan instansi terkait di Indonesia maupun pihak yang berwenang di Kamboja.

Karena itu, Pemko Batam meminta keluarga yang mengetahui atau memiliki informasi mengenai kelima warga tersebut segera menyampaikan data kepada pemerintah.

“Bagi keluarga yang mengetahui data-datanya, silakan datang ke Kantor Wali Kota Batam atau Dinas Kominfo. Selanjutnya akan kami koordinasikan dengan pihak-pihak terkait,” katanya.

Pemko Batam Tunggu Data dari Keluarga

Rudi mengatakan Pemko Batam akan terus berkoordinasi dengan instansi terkait untuk menindaklanjuti informasi yang beredar tersebut.

Namun, proses verifikasi dan penelusuran membutuhkan data yang jelas agar pemerintah dapat memastikan bahwa lima orang dalam video tersebut benar merupakan warga Batam.

“Kami akan terus berkoordinasi dengan pihak terkait. Kami berharap keluarga yang mengetahui informasi mengenai warga tersebut dapat segera menyampaikan data yang diperlukan agar proses verifikasi dan penelusuran dapat dilakukan,” ujarnya.

Dengan adanya data yang lengkap, pemerintah diharapkan dapat mengetahui identitas kelima warga tersebut, termasuk status keimigrasian dan kondisi mereka selama berada di Kamboja.

Hingga saat ini, Pemko Batam masih menunggu informasi dan data dari keluarga maupun pihak yang mengetahui keberadaan kelima orang tersebut sebelum mengambil langkah lebih lanjut. (*)

Editor : Putut Ariyo
BP2MI Kementerian Luar Negeri Warga Batam kamboja pemko batam