batampos - Dalam dua pekan terakhir, layanan penyeberangan lintasan Punggur-Tanjung Uban hanya ditopang dua kapal setelah dua kapal lainnya menjalani docking tahunan.
Kondisi tersebut semakin berat karena kapal bantuan yang biasanya menambah kapasitas pelayanan juga mengalami gangguan teknis dan belum dapat beroperasi.
Akibatnya, waktu tunggu penumpang bisa mencapai berjam-jam. Pantauan Batam Pos di Dermaga RoRo Punggur, Minggu (13/9), menunjukkan antrean kendaraan masih terlihat. Lori roda enam hingga roda delapan mengular menunggu giliran naik kapal. Kendaraan roda dua juga tampak mengantre di area pelabuhan.
Di luar area antrean, sejumlah calon penumpang bahkan harus menunda keberangkatan karena kuota tiket telah habis.
“Saya sudah datang dari pagi, tapi tiketnya sudah habis. Disuruh datang lagi besok pagi,” kata Jefri, salah seorang calon penumpang.
Baca Juga: Dari Batam ke Thailand, Angela Lillo Siap Tampil di Miss Global 2026
Keluhan serupa disampaikan Eka, penumpang yang hendak menyeberang ke Tanjung Uban. Ia mengaku telah melakukan check-in sejak pukul 08.00 WIB, tetapi baru mendapat kesempatan berangkat sekitar pukul 13.00 WIB.
“Check-in jam 08.00 WIB, berangkat jam 13.00 WIB,” ujar Eka.
Persoalan tiket juga menjadi sorotan. Eka mengaku sempat mencoba membeli tiket melalui kanal daring, tetapi informasi yang diterimanya menyebutkan tiket telah habis.
Namun, ketika mendatangi loket resmi di pelabuhan, ia justru menemukan tiket masih tersedia.
“Di online habis tiketnya, rupanya masih ada di loket resmi pelabuhan. Kenapa diadakan online kalau kayak begitu? Untung bisa pulang kemarin,” ujarnya. (*)
Editor : Yofi Yuhendri