Daging Sapi dan Telur Jadi Buruan Warga di Pasar Murah Batam

Muhammad Sya'ban • Dipublikasikan Selasa, 15 September 2026 | 15:02 WIB
Warga memilih telur dan kebutuhan pokok yang di jual pada pasar murah yang digelar oleh Pemerintah Kota Batam depan kantor Camat Bengkong, Selasa (15/9). F Cecep Mulyana/Batam Pos
Warga memilih telur dan kebutuhan pokok yang di jual pada pasar murah yang digelar oleh Pemerintah Kota Batam depan kantor Camat Bengkong, Selasa (15/9). F Cecep Mulyana/Batam Pos

 batampos - Warga menyerbu operasi pasar murah Pemerintah Kota (Pemko) Batam pada hari pertama, Selasa (15/9). Sejumlah kebutuhan pokok dijual di bawah harga pasar, dengan selisih terbesar pada daging sapi yang mencapai Rp30 ribu per kilogram.

Operasi pasar murah digelar Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Batam di dua lokasi, yakni depan Kantor Kecamatan Bengkong dan Lapangan Bola Kampung Tua Tanjung Uma. Kegiatan berlangsung selama tiga hari hingga Kamis (17/9).

Kepala Bidang Perdagangan Disperindag Batam Wahyu Daryatin mengatakan sejumlah komoditas dijual dengan harga lebih rendah dibandingkan harga pasar.

Beras premium kemasan 5 kilogram, misalnya, dijual Rp74 ribu, sedangkan harga pasar mencapai Rp77 ribu. Stok yang disiapkan selama tiga hari sebanyak 6 ton.

Minyakita dijual Rp15 ribu per liter, lebih murah Rp700 dibandingkan harga pasar Rp15.700. Total stok yang disiapkan mencapai 7.200 liter.

Telur ayam dijual Rp50 ribu per papan, sementara harga pasar sekitar Rp54 ribu. Selisih Rp4 ribu tersebut membuat komoditas ini menjadi salah satu yang paling cepat habis. Total stok telur mencapai 4.500 papan selama tiga hari.

Baca Juga: Pemko Batam Gelar Operasi Pasar Murah di Enam Lokasi

Untuk cabai rawit, harga di pasar murah Rp53 ribu per kilogram, sedangkan harga pasar Rp60 ribu. Selisih Rp7 ribu dengan stok 300 kilogram. Cabai merah keriting dijual Rp60 ribu per kilogram, atau lebih murah Rp2 ribu dibandingkan harga pasar Rp62 ribu, dengan stok 300 kilogram.

Perbedaan harga paling besar terdapat pada daging sapi. Komoditas ini dijual Rp90 ribu per kilogram, sedangkan harga pasar mencapai Rp120 ribu. Selisih Rp30 ribu per kilogram tersebut berlaku dengan stok yang disediakan selama tiga hari sebanyak 600 kilogram.

Daging ayam juga dijual lebih murah, yakni Rp35 ribu per kilogram dari harga pasar Rp40 ribu. Stok yang disiapkan mencapai 600 kilogram.

Sementara itu, harga LPG 3 kilogram tidak berbeda dengan harga pasar. Tabung LPG dijual Rp21 ribu dengan stok yang disiapkan selama tiga hari sebanyak 1.620 tabung.

Wahyu mengatakan masyarakat cukup antusias mendatangi lokasi operasi pasar murah. Sejumlah komoditas bahkan cepat habis dibeli warga.

“Yang paling laku Minyakita dan telur. Itu telur habis,” kata Wahyu.

Operasi pasar murah digelar sebagai salah satu upaya Pemko Batam menjaga keterjangkauan harga kebutuhan pokok di tengah tekanan inflasi. Berdasarkan data Disperindag, inflasi Batam pada Agustus 2026 mencapai 4,03 persen secara tahunan atau year on year (yoy). (*)

Editor : Yofi Yuhendri
Inflasi Batam harga pangan disperindag batam pasar murah pemko batam