SWRO untuk Data Center di Batam

Muhammad Sya'ban • Dipublikasikan Kamis, 17 September 2026 | 09:59 WIB
Info seputar SWRO untuk Data Center
Info seputar SWRO untuk Data Center

batampos - Perusahaan data center yang masuk ke Batam bakal diwajibkan membangun fasilitas Sea Water Reverse Osmosis (SWRO) untuk memenuhi kebutuhan air secara mandiri.

Kebijakan tersebut disiapkan untuk memastikan kebutuhan air industri data center tidak mengganggu pasokan air masyarakat yang selama ini bergantung pada waduk sebagai sumber air baku.

Deputi Bidang Pelayanan Umum BP Batam Ariastuty Sirait membenarkan rencana tersebut. Menurut dia, seluruh perusahaan data center yang masuk ke Batam akan diarahkan memenuhi kebutuhan air operasional secara mandiri melalui fasilitas SWRO.

“Betul (semua data center diwajibkan bangun SWRO),” kata Ariastuty kepada Batam Pos, Rabu (16/9) sore.

Menurut Ariastuty, kebutuhan air untuk operasional data center tergolong besar. Karena itu, penyediaan sumber air secara mandiri diperlukan agar pertumbuhan industri tersebut tidak mengambil porsi pasokan air yang digunakan masyarakat.

Aturan SWRO Masih Berproses

Meski memastikan kewajiban tersebut akan diterapkan, Ariastuty belum membeberkan aturan, skema, maupun tahapan pembangunan SWRO bagi perusahaan data center.

Ia mengatakan kebijakan tersebut masih dalam proses dan belum dapat disampaikan secara resmi.

“Belum bisa dibuka secara resmi, karena masih berproses. Nanti kami infokan kalau sudah final ya,” ujarnya.

Artinya, ketentuan teknis seperti kapasitas SWRO, mekanisme pembangunan, hingga pengelolaan air hasil pengolahan belum diumumkan BP Batam.

DayOne Juga Siapkan SWRO

Salah satu perusahaan data center yang disebut membawa investasi sekitar Rp180 miliar ke Batam, DayOne, juga akan membangun fasilitas SWRO untuk mendukung kebutuhan operasional data center.

Fasilitas tersebut menjadi bagian dari infrastruktur pendukung untuk memenuhi kebutuhan air secara mandiri. Namun, BP Batam belum membuka rincian mengenai kapasitas dan tahapan pembangunan SWRO DayOne karena prosesnya masih berlangsung.

Kewajiban penyediaan air secara mandiri menjadi salah satu aspek yang diperhitungkan dalam pengembangan industri data center di Batam. Sebab, kebutuhan air dapat meningkat seiring bertambahnya investasi dan kapasitas pusat data.

Cara Kerja SWRO

SWRO merupakan teknologi pengolahan air laut menggunakan proses reverse osmosis. Air laut diberi tekanan tinggi untuk melewati membran khusus yang memisahkan molekul air dari garam dan zat terlarut lainnya.

Sebelum masuk ke membran, air laut umumnya melewati penyaringan awal untuk mengurangi pasir, lumpur, dan partikel lainnya. Selanjutnya, air dialirkan dengan tekanan tinggi melalui membran reverse osmosis.

Molekul air dapat melewati membran, sedangkan garam dan sebagian besar zat terlarut tertahan. Air yang lolos kemudian dapat diolah lebih lanjut sesuai kebutuhan.

Proses ini juga menghasilkan brine, yakni air dengan konsentrasi garam yang lebih tinggi. Limbah tersebut perlu dikelola dan dibuang sesuai ketentuan lingkungan yang berlaku.

Teknologi SWRO digunakan di sejumlah wilayah yang memiliki keterbatasan sumber air tawar, termasuk Singapura dan negara-negara di kawasan Timur Tengah.

Bagi Batam, SWRO dapat menjadi salah satu opsi untuk memenuhi kebutuhan air industri yang terus berkembang tanpa menambah tekanan terhadap sumber air baku yang juga digunakan masyarakat.

Dengan masuknya investasi data center, kebutuhan air menjadi salah satu aspek yang harus diperhitungkan dalam pengembangan kawasan industri Batam. Namun, penerapan kewajiban pembangunan SWRO masih menunggu finalisasi aturan dan skema yang disiapkan BP Batam. (*)

Editor : Putut Ariyo
Data Center Batam DayOne bp batam Swro investasi batam