PLTS Pulau Sembur Batam, Buka Peluang Ekonomi Baru di Pulau Kecil

Antara • Dipublikasikan Selasa, 22 September 2026 | 06:47 WIB
Gudang pendingin (cold storage) untuk ikan yang menggunakan energi listrik dari PLTS di Pulau Sembur Batam, Kepri, Senin (21/9/2026). (ANTARA/Amandine Nadja)
Gudang pendingin (cold storage) untuk ikan yang menggunakan energi listrik dari PLTS di Pulau Sembur Batam, Kepri, Senin (21/9/2026). (ANTARA/Amandine Nadja)

batampos  – Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau (Pemprov Kepri) menilai Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Pulau Sembur, Batam, dapat menjadi model pengembangan ekonomi baru bagi pulau-pulau kecil yang selama ini menghadapi keterbatasan akses energi.

Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Provinsi Kepri Riki Rionaldi mengatakan, pendekatan yang diterapkan di Pulau Sembur relevan dengan kondisi Kepri yang memiliki banyak pulau kecil dengan potensi ekonomi, tetapi belum seluruhnya memperoleh akses listrik yang memadai.

“PLTS Pulau Sembur ini menjadi percontohan untuk pulau-pulau lainnya di Kepulauan Riau yang masih belum teraliri listrik,” kata Riki di Batam, Senin.

Menurut Riki, penyediaan energi yang dikaitkan langsung dengan potensi ekonomi lokal membuat model pengembangan PLTS tersebut berpeluang diterapkan di pulau-pulau lain di Kepri.

Koperasi Desa Merah Putih di wilayah tersebut dapat berperan dalam memetakan potensi ekonomi, kebutuhan energi, hingga peluang kerja sama dengan penyedia teknologi dan investor.

Pengembangan PLTS Pulau Sembur pada tahap awal juga disertai dukungan sarana dan prasarana untuk kegiatan perikanan. Fasilitas tersebut antara lain mesin pembuat es atau ice maker, gudang pendingin (cold storage), dan kapal listrik.

PLTS Jadi Penggerak Ekonomi Pulau Kecil

Direktur Energi Terbarukan Direktorat Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Tony Susandy mengatakan, penyediaan listrik berbasis energi terbarukan di wilayah pesisir dan kepulauan perlu diarahkan untuk mendukung kegiatan ekonomi masyarakat.

“PLTS Pulau Sembur ini pembuktian bagaimana Program PLTS 100 gigawatt peak (GWp) dilaksanakan untuk kesejahteraan rakyat,” kata Tony.

Tony mengatakan Kementerian ESDM telah mendukung perencanaan PLTS Pulau Sembur sejak tahap awal pada akhir 2025.

Dukungan tersebut dilakukan melalui koordinasi dengan Kementerian Koperasi dan Pertamina New and Renewable Energy (PNRE), termasuk mendukung sertifikasi tenaga operator yang nantinya mengelola PLTS di bawah Koperasi Kelurahan Merah Putih Galang Baru.

PLTS Pulau Sembur memiliki kapasitas sekitar 0,92 MWp. Proyek ini menjadi salah satu proyek awal Program PLTS 100 GWp yang dicanangkan pemerintah pusat.

Pada tahap awal program tersebut, pemerintah meluncurkan 14 proyek PLTS yang tersebar di enam provinsi dengan kapasitas gabungan sekitar 5,3 GWp.

Potensi Energi Surya Indonesia Capai 3.294 GW

Wakil Ketua III Asosiasi Pabrikan Modul Surya Indonesia (APAMSI) sekaligus Chief of Operation Apollo Solar Indonesia Hengky Witarsa mengatakan, pengembangan PLTS Pulau Sembur menunjukkan potensi energi surya dapat diarahkan untuk meningkatkan produktivitas masyarakat dan mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.

Menurut Hengky, Indonesia memiliki potensi energi surya sekitar 3.294 GW. Potensi tersebut perlu dihubungkan dengan kebutuhan masyarakat, khususnya di wilayah kepulauan yang menghadapi keterbatasan akses terhadap sumber energi konvensional.

“Energi surya tidak cukup hanya menghasilkan listrik. Nilai strategisnya muncul ketika listrik tersebut dapat menjaga nilai hasil produksi masyarakat, membuka kegiatan usaha baru, meningkatkan pendapatan, dan menggerakkan ekonomi lokal,” ujarnya.

Pemanfaatan energi listrik, kata Hengky, dapat disesuaikan dengan karakteristik ekonomi masing-masing wilayah.

Di sektor perikanan, misalnya, listrik dapat digunakan untuk mendukung gudang pendingin dan pengolahan hasil laut. Sementara sektor lain dapat memanfaatkannya untuk pertanian, koperasi, UMKM, serta berbagai kegiatan produktif.

Model pengembangan di Pulau Sembur diharapkan menjadi pembelajaran dalam mengintegrasikan penyediaan energi, teknologi, investasi, dan kelembagaan koperasi untuk membangun kegiatan ekonomi produktif di pulau-pulau kecil.

Dengan pendekatan tersebut, pembangunan PLTS tidak hanya ditujukan untuk memenuhi kebutuhan listrik, tetapi juga dapat menjadi bagian dari strategi pengembangan ekonomi masyarakat di wilayah kepulauan. (*)

Editor : Putut Ariyo
Energi Surya PLTS Pulau Sembur PLTS Batam Ekonomi Pulau Kecil kepri