Warga Nongsa Keluhkan Air Bersih, Polisi Koordinasi dengan ABH

Abdul Azis Maulana • Dipublikasikan Selasa, 22 September 2026 | 17:48 WIB
Ilustrasi air mati.
Ilustrasi air mati.

 
batampos - Sejumlah warga di kawasan Nongsa, Batam, harus menghadapi gangguan pasokan air bersih selama beberapa hari. Air tidak mengalir secara normal ketika kebutuhan rumah tangga tetap harus dipenuhi.

Gangguan tersebut terjadi di tengah terbatasnya ketersediaan air baku akibat minimnya curah hujan di wilayah Nongsa. Air Batam Hilir (ABH) sebelumnya melakukan penyesuaian operasional untuk menjaga keberlangsungan pasokan air minum kepada pelanggan.

Mulai Jumat (18/9) pukul 00.00 WIB, jam aliran dan tekanan air kepada pelanggan di kawasan Nongsa, Batu Besar, dan sekitarnya disesuaikan menjadi 40 liter per detik. Pelanggan yang berada di jalur suplai Instalasi Pengolahan Air Minum (IPAM) Nongsa kemudian mengalami perubahan jam layanan.

ABH mengimbau pelanggan menampung air ketika aliran tersedia dan menggunakannya untuk kebutuhan prioritas.

Namun, penyesuaian distribusi tersebut berdampak langsung kepada sebagian warga. Sejumlah permukiman mengalami kondisi tanpa aliran air selama beberapa hari sehingga warga kesulitan memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Baca Juga: Kavling Warga Sagulung Tumpang Tindih, Puluhan Rumah Terancam Digusur

Keluhan warga kemudian disampaikan langsung di lapangan. Mereka meminta persoalan pasokan air segera ditangani karena air merupakan kebutuhan dasar yang tidak dapat ditunda.

Kepolisian kemudian berkoordinasi dengan ABH untuk membantu memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat. Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Kepulauan Riau Komisaris Besar Nona Pricillia Ohei mengatakan koordinasi dilakukan kapolsek dengan pihak ABH setelah menerima keluhan warga.

“Pada hari itu Kapolsek telah melakukan koordinasi dengan pihak ABH untuk dilakukan support kebutuhan air bersihnya,” ujar Nona, Selasa (22/9).

Menurut Nona, bantuan air bersih disalurkan menggunakan mobil tangki secara bertahap sejak keluhan warga muncul hingga Minggu (20/9).

Distribusi dilakukan ke sejumlah rukun tetangga (RT), antara lain RT 01, RT 02, RT 03, dan RT 04.

“Jadi untuk sementara langkah itu yang sudah dilakukan oleh pihak kepolisian berkoordinasi dengan pihak ABH,” kata Nona.

Persoalan pasokan air, menurut dia, selanjutnya membutuhkan komunikasi antara warga dan ABH agar kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi dan gangguan serupa tidak kembali menghambat aktivitas warga.

Kepolisian menyatakan siap memfasilitasi persoalan masyarakat, termasuk dalam kondisi krisis air yang terjadi di kawasan tersebut.

“Yang jelas kepolisian siap membantu permasalahan-permasalahan yang ada di warga atau masyarakat agar bisa terpenuhi,” ujar Nona. (*)

Editor : Yofi Yuhendri
Nongsa batu besar air bersih polda kepri Air Batam Hilir