RSUD Embung Fatimah, Batam. F. Muhammad Sya’ban/Batam Posbatampos - Keluhan terkait matinya aliran air kembali disampaikan warga di wilayah Batuaji. Gangguan tersebut turut dirasakan masyarakat di RSUD Embung Fatimah Batam, termasuk pasien dan keluarga yang tengah menjalani perawatan.
Seorang warga, Dika, mengaku mengalami langsung kondisi tersebut saat mengantarkan istrinya menjalani perawatan gigi di RSUD Embung Fatimah. Di tengah proses perawatan, ia membutuhkan air untuk berkumur, tetapi air tidak tersedia.
Kondisi serupa ditemuinya saat hendak menjenguk keponakannya yang sedang menjalani perawatan akibat Flu Singapura di salah satu ruang perawatan. Air di ruang tersebut disebut tidak mengalir.
“Sudah mau tambah untuk kumur-kumur tidak bisa karena air mati. Sekalian jenguk ponakan yang kena Flu Singapura di ruang perawatan, ternyata air juga mati,” keluhnya, Selasa (22/9).
Kondisi tersebut kemudian menimbulkan pertanyaan mengenai penyebab matinya aliran air di rumah sakit. Warga mempertanyakan apakah gangguan terjadi pada suplai air atau justru jaringan internal rumah sakit.
Humas (Corporate Communication) PT Air Batam Hilir (ABH) Ginda Alamsyah memastikan suplai air dari jaringan ABH ke RSUD Embung Fatimah tidak mengalami gangguan.
Baca Juga: Waduk Nongsa Makin Surut, Produksi Air Turun Jadi 50 LPS
Ginda mengatakan, setelah menerima informasi tersebut, tim ABH langsung melakukan pengecekan ke RSUD Embung Fatimah. Hasil pemeriksaan menunjukkan pasokan air dari ABH berjalan normal dan tangki penampungan air di rumah sakit dalam kondisi penuh.
“Tim ABH langsung mengecek ke RSUD. Tidak ada masalah pada suplai air dari kami. Suplai air ke RSUD aman dan lancar,” kata Ginda.
Menurut dia, persoalan justru ditemukan pada sistem pompa jaringan internal di lingkungan RSUD Embung Fatimah. Pompa tersebut mengalami kerusakan sehingga memengaruhi distribusi air di dalam area rumah sakit.
“RSUD Embung Fatimah ada masalah di pompa jaringan dalam RSUD yang rusak. Suplai dari kita aman dan lancar, tidak ada masalah. Tangki juga penuh,” ujarnya.
Gangguan tersebut menjadi perhatian karena air merupakan kebutuhan penting bagi pasien, keluarga pasien, maupun pengunjung, terlebih di fasilitas pelayanan kesehatan.
Warga berharap kerusakan pada sistem pompa internal RSUD segera ditangani sehingga distribusi air kembali normal dan tidak mengganggu pelayanan maupun pemenuhan kebutuhan dasar pasien. (*)
Editor : Yofi Yuhendri