batampos - Satbinmas Polresta Barelang mengingatkan siswa SMA Negeri 4 Batam agar tidak menganggap perundungan atau bullying sebagai candaan. Pelajar juga diminta berani melapor jika mengetahui adanya kekerasan maupun intimidasi di lingkungan sekolah.
Pesan tersebut disampaikan Kasat Binmas Polresta Barelang AKP Betty Novia saat menjadi pembina upacara di SMA Negeri 4 Batam, Jalan Gajah Mada, Tiban Lama, Sekupang.
Betty menekankan, tindakan mengejek, mengintimidasi, maupun mempermalukan teman tidak boleh dianggap sebagai bagian biasa dari pergaulan. Para siswa diajak saling menghormati dan menjaga persaudaraan agar sekolah tetap menjadi ruang yang aman bagi semua.
“Setiap pelajar memiliki tanggung jawab untuk menjaga lingkungan sekolah tetap aman dan nyaman. Kalau mengetahui adanya tindakan kekerasan atau intimidasi, jangan diam dan segera laporkan,” kata Betty dalam amanatnya.
Ia juga mengingatkan bahwa kenakalan remaja dapat berdampak terhadap masa depan pelajar. Karena itu, siswa dibekali pemahaman mengenai pentingnya disiplin, tertib berlalu lintas, dan kepatuhan terhadap aturan.
Baca Juga: KSOP Batam Tekankan Self Inspection Sebelum Kapal Ro-Ro Berlayar
Persoalan media sosial turut menjadi perhatian. Betty mengingatkan pelajar agar tidak mudah terpancing konten viral dan menyebarkan informasi yang belum diketahui kebenarannya.
“Gunakan media sosial secara bijak. Jangan sampai media sosial justru menjadi tempat untuk menyebarkan hoaks, melakukan perundungan atau merugikan orang lain,” ujarnya.
Selain itu, Satbinmas memberikan pembekalan mengenai bahaya penyalahgunaan narkoba serta pentingnya menjaga persatuan dan menjauhi paham yang dapat memecah belah.
Pesan tersebut juga mendapat perhatian dari kalangan orang tua siswa. Mereka menilai pencegahan bullying tidak bisa hanya dibebankan kepada sekolah, tetapi membutuhkan perhatian bersama antara orang tua, guru, dan lingkungan sekitar.
“Sebagai orang tua tentu kami ingin anak merasa aman di sekolah. Bullying jangan dianggap sebagai candaan biasa karena bisa membuat anak takut dan enggan bercerita. Kami berharap anak-anak juga diajarkan untuk saling menghargai dan berani menyampaikan jika ada masalah,” ujar Rika, salah satu orang tua siswa SMA Negeri 4 Batam. (*)
Editor : Yofi Yuhendri