Sekolah Merah Putih Mulai Dibangun di Rempang, Rampung 2028

Muhammad Sya'ban • Dipublikasikan Kamis, 24 September 2026 | 12:52 WIB
Wakil Kepala BP Batam Li Claudia Chandra  (kiri) bersama Kepala BP Batam Amsakar Achmad
Wakil Kepala BP Batam Li Claudia Chandra (kiri) bersama Kepala BP Batam Amsakar Achmad

batampos - Pembangunan Sekolah Terintegrasi Merah Putih resmi dimulai melalui prosesi groundbreaking dan pemasangan tiang pancang perdana di kawasan Rempang, Kamis (24/9/2026).

Sekolah yang dibangun di atas lahan seluas 18,5 hektare tersebut menjadi bagian dari upaya menghadirkan akses pendidikan bagi anak-anak di wilayah Rempang dan Galang. Pembangunan dilaksanakan oleh Yayasan Sekolah Merah Putih.

Kepala BP Batam Amsakar Achmad mengatakan Sekolah Terintegrasi Merah Putih dirancang untuk menampung peserta didik dari jenjang Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), hingga Sekolah Menengah Atas (SMA).

Sekolah tersebut nantinya dapat diakses tanpa dipungut biaya. Selain siswa berprestasi dan anak-anak dari keluarga prasejahtera, anak-anak dari Rempang dan Galang akan menjadi salah satu kelompok yang diprioritaskan.

“Kami harapkan kehadiran sekolah terpadu pertama di Batam ini dapat menjadi ruang tumbuh bagi anak-anak. Bukan hanya untuk belajar, tetapi juga untuk membangun karakter, mengembangkan potensi, dan mempersiapkan mereka menghadapi masa depan,” ujar Amsakar.

Ia mengatakan pembangunan sarana dan prasarana sekolah ditargetkan rampung pada akhir 2028.

Menurut Amsakar, pembangunan sekolah tersebut merupakan investasi jangka panjang di bidang pendidikan yang manfaatnya diharapkan dapat dirasakan peserta didik, keluarga, dan masyarakat.

“Anak-anak berprestasi, anak-anak dari keluarga prasejahtera, termasuk putra-putri Rempang dan Galang, akan mendapatkan ruang dan kesempatan untuk menempuh pendidikan di sini. Oleh sebab itu, manfaatkan peluang ini agar SDM Indonesia, khususnya Batam, bisa lebih unggul dan memiliki kompetensi yang baik,” tambahnya.

Wakil Kepala BP Batam Li Claudia Chandra mengatakan Sekolah Terintegrasi Merah Putih di Rempang juga akan dilengkapi sarana dan prasarana pendidikan, termasuk fasilitas penunjang pembelajaran dan asrama bagi peserta didik.

Konsep tersebut membuat sekolah dirancang tidak hanya sebagai tempat belajar, tetapi juga menyediakan tempat tinggal bagi peserta didik selama menjalani pendidikan.

Li Claudia berharap keberadaan sekolah tersebut dapat memberikan akses pendidikan sekaligus membuka peluang bagi generasi muda Rempang dan Galang untuk mengembangkan potensi mereka.

“Kami berharap kehadiran sekolah ini dapat memberikan manfaat jangka panjang dalam memperkuat ekosistem pendidikan di Batam dan menjadikan Rempang sebagai salah satu pusat pendidikan terpadu yang memberikan manfaat bagi anak-anak, khususnya generasi muda Rempang dan Galang,” ujar Li Claudia. (*)

Editor : Putut Ariyo
Sekolah Terintegrasi Merah Putih bp batam amsakar achmad rempang Li Claudia Chandra