batampos – Pembangunan Mayapada Apollo Batam International Hospital (MABIH) di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kesehatan Sekupang, Batam, ditargetkan mulai November 2026. Rumah sakit internasional tersebut merupakan bagian dari proyek kesehatan dan pariwisata dengan nilai investasi sekitar Rp1,7 triliun.
Namun, pembangunan MABIH masih menghadapi sejumlah pekerjaan persiapan, terutama penyelesaian lahan dan persyaratan pendukung pembangunan.
Deputi Investasi Badan Pengusahaan (BP) Batam, Fary Djemy Francis, mengatakan dari total kebutuhan lahan sekitar 2,9 hektare, baru sekitar 1,6 hektare yang prosesnya telah diselesaikan. Sementara sekitar 1,2 hektare lainnya masih dalam proses.
“Sementara yang 1,2 hektare ini masih berproses,” kata Fary kepada Batam Pos, Kamis (24/9/2026).
Menurut Fary, BP Batam telah melakukan pertemuan dengan pihak pengelola MABIH untuk membahas perkembangan proyek sekaligus sejumlah kendala yang masih harus diselesaikan.
Di sisi lain, pengelola proyek telah menyiapkan tahapan awal pembangunan. Alat berat dijadwalkan mulai dikirim ke lokasi pada pekan depan.
“Sudah mulai minggu depan mengirim alat berat untuk melakukan proses pembangunan, sambil berurusan dengan AMDAL, PBG dan lain sebagainya akan diselesaikan,” ujarnya.
Masuk Daftar Ready to Invest BP Batam
Fary mengatakan MABIH merupakan salah satu proyek investasi yang masuk dalam daftar Ready to Invest BP Batam.
Status tersebut menjadi bagian dari upaya BP Batam mempercepat realisasi investasi, terutama proyek yang dinilai strategis bagi pengembangan Batam.
“KEK pariwisata hospital untuk kesehatan ini masuk dalam list yang kita sebut Ready to Invest,” kata Fary.
Menurut dia, proyek tersebut juga masuk dalam daftar investasi yang diprioritaskan dalam program 100 hari BP Batam.
Dengan status tersebut, BP Batam berupaya memastikan berbagai persoalan yang dapat menghambat realisasi investasi segera ditangani bersama pihak terkait.
Fary berharap pembangunan fisik MABIH dapat dimulai sesuai target pada November 2026.
“Mudah-mudahan bulan November ini sudah mulai pembangunan,” ujarnya.
Investasi MABIH Capai Rp1,7 Triliun
MABIH ditargetkan mulai beroperasi pada 2027. Meski demikian, BP Batam belum merinci waktu pasti rumah sakit tersebut mulai melayani pasien.
“Target itu 2027 baru dia beroperasi. Investasinya sekitar Rp1,7 triliun,” kata Fary.
Kehadiran MABIH menjadi bagian dari pengembangan KEK Kesehatan Sekupang. Proyek tersebut diharapkan memperkuat sektor layanan kesehatan sekaligus mendukung pengembangan pariwisata kesehatan di Batam.
Dengan nilai investasi sekitar Rp1,7 triliun, realisasi proyek ini juga menjadi salah satu investasi yang dipantau BP Batam untuk mendorong pertumbuhan sektor kesehatan dan jasa bernilai tambah di Batam. (*)
Editor : Putut Ariyo