batampos - Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA) Kota Batam terus memperkuat penanganan genangan dan banjir dengan membangun serta memperluas kolam retensi dan jaringan drainase di sejumlah kawasan.
Saat ini, terdapat 105 kawasan yang teridentifikasi sebagai titik genangan di Kota Batam. Namun, penanganan tahun ini difokuskan pada sejumlah lokasi yang telah masuk dalam penganggaran.
Kepala DBMSDA Kota Batam Metra Dinata mengatakan beberapa proyek berskala cukup besar saat ini tengah dikerjakan, di antaranya di Simpang Sei Pancur, Simpang K-Square, kawasan depan Rumah Sakit Graha Hermine, serta Perumahan Sawang Permai.
"Untuk tahun ini ada beberapa lokasi yang kami tangani dengan skala cukup besar, di antaranya Simpang Sei Pancur, Simpang K-Square, kawasan depan Rumah Sakit Graha Hermine, dan Perumahan Sawang Permai. Pekerjaannya terus berjalan dan kami optimistis dapat mengurangi genangan di lokasi tersebut," kata Metra di Batam, Jumat (25/9/2026).
Di Simpang Sei Pancur, Kecamatan Sei Beduk, progres pembangunan drainase telah mencapai sekitar 63 persen.
Drainase tersebut dibangun sepanjang sekitar 800 meter dengan lebar 16 meter dan akan terkoneksi dengan saluran yang dikerjakan BP Batam. Saluran tersebut nantinya mengalirkan air menuju laut.
Kolam Retensi K-Square Diperbesar
Penanganan juga dilakukan di kawasan Simpang K-Square, Kecamatan Batam Kota. Di lokasi ini, DBMSDA memperluas kolam retensi untuk meningkatkan kapasitas tampungan air.
Metra mengatakan kolam retensi di sekitar Living Plaza diperluas hingga sekitar 1,5 kali ukuran sebelumnya. Sementara kolam di belakang pos polisi lalu lintas diperbesar hingga sekitar dua kali lipat.
"Kolam di sekitar Living Plaza diperluas hingga sekitar 1,5 kali dari ukuran sebelumnya, sedangkan kolam di belakang pos polisi lalu lintas diperluas sekitar dua kali lipat," ujarnya.
Air dari kawasan tersebut nantinya dialirkan menuju Waduk Duriangkang. Untuk mendukung kelancaran aliran air, pemerintah juga memperbesar jembatan di seberang K-Square.
Menurut Metra, dampak perluasan kolam retensi mulai terlihat saat hujan dengan intensitas tinggi mengguyur Batam pada Selasa (22/9).
"Puncak intensitas hujan biasanya terjadi pada dua jam pertama. Kemarin hari Selasa hujan cukup intens, tetapi sejak kolam retensi diperluas, air tidak lagi meluap di Simpang K-Square," katanya.
Sejumlah Drainase Dikebut
Selain Simpang Sei Pancur dan K-Square, pembangunan drainase juga dilakukan dari Jalan Letjen R Suprapto menuju kawasan depan Putera Batam hingga Rumah Sakit Graha Hermine, Kecamatan Batu Aji.
Proyek tersebut kini telah mencapai progres sekitar 95 persen.
Sementara itu, pembangunan drainase di kawasan Perumahan Sawang Permai hingga Perumahan Harapan Putra Moro, Kecamatan Batu Aji, telah mencapai sekitar 60 persen.
Metra optimistis pembangunan sejumlah infrastruktur tersebut dapat meningkatkan efektivitas penanganan genangan di Batam.
Meski demikian, ia mengakui penanganan tahun ini masih terbatas pada sejumlah lokasi yang telah masuk dalam penganggaran tahun 2025.
Karena itu, DBMSDA juga mengajak masyarakat ikut menjaga fungsi drainase dengan tidak membuang sampah sembarangan.
"Kami juga mengimbau masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungan. Jangan membuang sampah ke drainase karena dapat menyumbat aliran dan menyebabkan genangan maupun banjir," kata Metra. (*)
Editor : Jamil Qasim