batampos - Badan Pengusahaan (BP) Batam mengusulkan anggaran tahun 2027 sebesar Rp2,437 triliun. Dari total anggaran tersebut, Rp665,11 miliar dialokasikan untuk belanja infrastruktur dalam program pengembangan kawasan strategis.
Usulan anggaran itu disampaikan Kepala BP Batam Amsakar Achmad dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi VI DPR RI, Kamis (17/9).
Dalam pembahasan penyesuaian Rencana Kerja dan Anggaran (RKA) BP Batam Tahun Anggaran 2027, Amsakar mengatakan pagu anggaran tersebut telah tertuang dalam surat bersama Menteri Keuangan dan Menteri PPN/Kepala Bappenas.
“Pagu anggaran BP Batam tahun 2027 sebesar Rp2.437.418.228.000,” kata Amsakar di hadapan anggota Komisi VI DPR RI.
Anggaran tersebut terbagi dalam dua program utama. Program dukungan manajemen mendapat alokasi Rp963,04 miliar, sedangkan program pengembangan kawasan strategis sebesar Rp1,474 triliun.
Menurut Amsakar, perubahan komposisi anggaran kedua program tersebut sebelumnya telah dibahas dan disetujui dalam RDP pada 31 Agustus 2026.
Seluruh anggaran BP Batam pada 2027 bersumber dari penerimaan negara bukan pajak (PNBP). BP Batam menargetkan PNBP sebesar Rp2,437 triliun yang berasal dari 10 unit kerja penghasil dan badan usaha.
Tiga kontributor terbesar ditargetkan berasal dari Direktorat Pengelolaan Pertanahan sebesar Rp928,08 miliar atau 38,08 persen. Kemudian Badan Usaha SPAM dan Pengelolaan Limbah sebesar Rp572,36 miliar atau 23,48 persen, serta Direktorat Pengelolaan dan Pengusahaan Kepelabuhanan sebesar Rp528,71 miliar atau 21,69 persen.
Sementara itu, dari anggaran program pengembangan kawasan strategis sebesar Rp1,474 triliun, sekitar Rp665,11 miliar atau 45,11 persen dialokasikan untuk belanja infrastruktur.
Anggaran tersebut mencakup pengembangan sejumlah fasilitas strategis. Untuk fasilitas pelabuhan dialokasikan Rp8,61 miliar, infrastruktur jalan Rp299,98 miliar, dan infrastruktur jembatan Rp75,54 miliar.
Kemudian pengembangan fasilitas bandara mendapat Rp40,82 miliar dan infrastruktur drainase Rp98,09 miliar. BP Batam juga mengalokasikan Rp29,41 miliar untuk fasilitas air bersih dan limbah IPAL.
Selain itu, Rp88,55 miliar dialokasikan untuk pengembangan kawasan dan wisata, serta Rp24,11 miliar untuk pengembangan fasilitas kesehatan.
“Demikian pokok pikiran yang dapat kami sampaikan terkait dengan rencana kerja tahun anggaran 2027. Kami mohon arahan dan pimpinan dari pimpinan dan anggota Komisi VI DPR RI,” ujar Amsakar.
Dengan struktur tersebut, sektor pertanahan, SPAM dan pengelolaan limbah, serta kepelabuhanan menjadi tiga sumber utama target PNBP BP Batam untuk menopang pembiayaan kegiatan dan pembangunan pada 2027. (*)
Editor : Yofi Yuhendri