Mobil Terseret Banjir, Pemko Batam Siapkan Sistem Pengendali Air di Bengkong

Muhammad Sya'ban • Dipublikasikan Jumat, 25 September 2026 | 19:09 WIB
Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Kota Batam Metra Dinata saat ditemui Batam Pos di ruang kerjanya, Jumat (25/9) siang. F. M. Sya’ban/Batam Pos
Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Kota Batam Metra Dinata saat ditemui Batam Pos di ruang kerjanya, Jumat (25/9) siang. F. M. Sya’ban/Batam Pos


batampos -  
Hujan deras sekitar setengah jam kembali membuat Bengkong Indah Bawah dan Bengkong Swadebi terendam. Air dari sejumlah kawasan bertemu di satu titik hingga meluap ketika saluran tak lagi mampu menampung debit air. Dalam kejadian terbaru, derasnya arus bahkan menyeret satu unit mobil.

Ketua RW 01 Bengkong Sadai, Sulistiyono, mengatakan lokasi tersebut merupakan titik pertemuan aliran air dari beberapa wilayah. Air dari Sungai Panas, Kampung Belimbing, dan kawasan lainnya mengalir menuju parit yang sama.

Kontur kawasan yang berbentuk cekungan membuat air berkumpul di lokasi tersebut. Saat hujan turun dengan intensitas tinggi, debit air meningkat dalam waktu singkat. Menurut Sulistiyono, persoalan itu bukan hal baru karena genangan telah terjadi di kawasan tersebut selama puluhan tahun.

Persoalan tersebut kini masuk dalam rencana penanganan Pemerintah Kota (Pemko) Batam. Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA) Kota Batam Metra Dinata mengatakan penanganan kawasan Bengkong telah dimasukkan dalam KUA-PPAS 2027.

“Untuk permasalahan yang di Bengkong sebenarnya sudah ada rencana dan tertuang di KUA-PPAS 2027. Insyaallah kita eksekusi Bengkong,” ujar Metra, Jumat (25/9).

Menurutnya, penanganan banjir tidak hanya mengandalkan pembangunan fisik, tetapi dilakukan dalam jangka pendek, menengah, dan panjang. Pada tahap awal, normalisasi saluran dan kolam retensi dilakukan untuk menjaga kapasitas tampungan air.

Baca Juga: 105 Titik Genangan di Batam, DBMSDA Perluas Kolam Retensi dan Drainase

Salah satu lokasi yang rutin dinormalisasi adalah kolam retensi Cahaya Garden. Sedimen yang menumpuk di dasar kolam dapat mengurangi kapasitas tampungan saat hujan deras.

“Kolam retensi Cahaya Garden itu terakhir Juni kita telah normalisasi. Insyaallah dalam bulan ini kita normalisasi lagi. Per tiga bulan kita ada titik-titik yang rutin kita normalisasi,” kata Metra.

Namun, normalisasi dinilai belum cukup. Pemko Batam juga merancang sistem pengendalian air yang memungkinkan debit dari kawasan hulu ditahan sementara sebelum dialirkan ke laut.

Salah satu bagian rencana tersebut adalah pembangunan pintu air di kolam retensi Cahaya Garden. Metra menjelaskan, banjir di Bengkong Swadebi berkaitan dengan pertemuan limpasan air dari kolam retensi Cahaya Garden dan aliran dari sekitar SMPN 6.

Kondisi menjadi lebih parah ketika hujan deras bersamaan dengan air laut pasang. Aliran menuju laut tertahan karena muka air di hilir lebih tinggi. Kondisi ini dikenal sebagai backwater.

“Di titik pertemuan itulah kemarin yang kejadian mobil hanyut. Nah, pada waktu yang sama masalahnya dengan pasang air laut, jadi backwater kondisinya. Di saat jam pasang, intensitas hujan tinggi, air tertahan masuk laut,” ujar Metra.

Pintu air nantinya digunakan untuk mengatur pelepasan air dari kolam retensi. Saat intensitas hujan tinggi, air dari kawasan SMPN 6 akan dialirkan lebih dahulu, sedangkan limpasan dari Cahaya Garden ditahan sementara.

“Kalau intensitas hujan tinggi, air yang dari SMPN 6 masuk dulu, yang di Cahaya Garden didelay satu jam. Sudah kita hitung dengan catchment area, dengan intensitas hujan yang tinggi, debit air tertinggi sudah kita hitung, ditampung dulu di situ,” katanya.

Baca Juga: BP Batam Usulkan Anggaran 2027 Rp2,437 Triliun, Infrastruktur Dapat Rp665 Miliar

Selain pintu air, Pemko Batam merencanakan pembangunan rumah pompa di bagian hilir. Fasilitas tersebut akan membantu mengendalikan air ketika aliran secara gravitasi menuju laut tidak optimal, terutama saat muka air laut tinggi.

Metra mengatakan titik tersebut telah diidentifikasi sejak awal dirinya menjabat. Penanganan disusun berdasarkan pola aliran, kapasitas kolam retensi, daerah tangkapan air, serta kondisi di hilir.

“Intinya kita melihat alirannya seperti apa, kapasitas tampungannya seperti apa. Itu yang kita sesuaikan,” ujarnya.

Jika seluruh rencana berjalan sesuai jadwal, pembangunan fisik penanganan banjir Bengkong ditargetkan mulai dikerjakan pada awal 2027.

“Insyaallah, paling lambat bulan dua atau bulan tiga kita eksekusi,” kata Metra. (*)

Editor : Yofi Yuhendri
Metra Dinata DBMSDA Batam banjir Bengkong pintu air pemko batam