Khitong 2026 Satukan Ragam Budaya Nusantara di Batam

Jamaluddin Lobang • Dipublikasikan Sabtu, 26 September 2026 | 12:31 WIB
Dari kiri, Direktur Batam Pos, Yusuf Hidayat; Ketua Panitia Pawai Khitong dan Budaya Nusantara Batam-Kepri 2026, Susanto; Kepala Disbudpar Kota Batam, Ardiwinata; dan Sekretaris Pelaksana Pawai Khitong dan Budaya Nusantara Batam-Kepri 2026, Edy, di Kompleks Bumi Indah, Lubukbaja, Nagoya, Batam, Kamis (24/9). Foto: Cecep Mulyana/Batam Pos
Dari kiri, Direktur Batam Pos, Yusuf Hidayat; Ketua Panitia Pawai Khitong dan Budaya Nusantara Batam-Kepri 2026, Susanto; Kepala Disbudpar Kota Batam, Ardiwinata; dan Sekretaris Pelaksana Pawai Khitong dan Budaya Nusantara Batam-Kepri 2026, Edy, di Kompleks Bumi Indah, Lubukbaja, Nagoya, Batam, Kamis (24/9). Foto: Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos – Pawai Khitong di Batam tahun ini tak sekadar menghadirkan atraksi tradisi masyarakat Tionghoa. Panggung budaya yang disiapkan panitia juga mempertemukan beragam kesenian dari berbagai daerah di Indonesia dalam satu rangkaian kegiatan.

Budaya Jawa, Melayu, Kalimantan hingga Nusa Tenggara akan ditampilkan dalam Pawai Khitong dan Budaya Nusantara yang dipusatkan di kawasan Bumi Indah, Lubuk Baja.

Sekretaris Pelaksana Pawai Khitong dan Budaya Nusantara Batam-Kepri 2026, Edy, mengatakan konsep lintas budaya tersebut sengaja dikembangkan agar kegiatan tidak hanya menjadi perayaan satu kelompok budaya.

Menurut dia, Khitong merupakan tradisi masyarakat Tionghoa yang diwariskan secara turun-temurun. Namun, pada penyelenggaraan tahun ini, tradisi tersebut dipadukan dengan berbagai kesenian Nusantara.

“Jadi bukan hanya kita menampilkan budaya-budaya Tionghoa saja, namun kita melibatkan semua budaya yang ada di Indonesia,” kata Edy.

Pada puncak kegiatan, Minggu (27/9), peserta Khitong akan berkumpul di kawasan Martabak Har atau sekitar Hotel Sarijaya. Sebelumnya, rombongan bergerak dari titik kumpul di sekitar Cardinal Lucky Star Hotel menuju lokasi atraksi.

Edy menjelaskan, peserta berasal dari sejumlah titik, di antaranya Vihara Cipta Dharma di Sungai Panas dan Vihara Pekong. Seluruh rombongan kemudian bergabung dalam satu rangkaian pawai.

“Jam 2 inilah titik atraksi di area Martabak Har. Itu merupakan kumpulan semua Khitong yang ikut berpartisipasi dalam kegiatan pawai tahun ini,” ujarnya.

Selain atraksi Khitong, panitia juga menyiapkan berbagai pertunjukan kesenian daerah, seperti kuda lumping, Reog, serta kesenian lainnya.

Konsep tersebut mendapat dukungan dari Pemerintah Kota Batam. Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Batam, Ardiwinata, menilai kegiatan tersebut memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai atraksi wisata.

Menurut dia, karakter pertunjukan Khitong yang atraktif dapat menjadi salah satu daya tarik bagi wisatawan.

“Kalau dihubungkan dengan kebudayaan dan pariwisata itu sangat cocok sekali,” kata Ardiwinata.

Ia mengatakan unsur keberanian dan atraksi ekstrem dalam pertunjukan Khitong menjadi bagian yang menarik perhatian penonton. Pemerintah Kota Batam juga telah melakukan promosi untuk memperkenalkan kegiatan tersebut.

Ardiwinata berharap wisatawan dari negara tetangga dapat menjadikan Batam sebagai salah satu tujuan untuk menyaksikan pertunjukan budaya tersebut.

Pawai Khitong merupakan penyelenggaraan ketiga di Batam setelah sebelumnya digelar pada 2022 dan 2024. Setiap penyelenggaraan terus mengalami pengembangan konsep, termasuk dengan menambahkan unsur budaya Nusantara.

Pada penutupan Minggu malam, rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan pertunjukan berbagai kesenian Indonesia dan pesta kembang api.

Panitia berharap perpaduan tradisi Khitong dengan berbagai kesenian daerah tersebut dapat membawa kegiatan berkembang menjadi agenda budaya yang lebih luas dan dikenal hingga tingkat nasional. (*)

Editor : Jamil Qasim
Pawai Khitong budaya